Saudi Luncurkan Protokol Kesehatan Ibadah Haji, Hanya Boleh 1.000 Jemaah

News | Kamis, 25 Juni 2020 08:00
Saudi Luncurkan Protokol Kesehatan Ibadah Haji, Hanya Boleh 1.000 Jemaah

Reporter : Ahmad Baiquni

Jemaah haji tahun ini sangat sedikit.

Dream - Menteri Kesehatan Arab Saudi, Tawfiq Al Rabiah, meluncurkan protokol kesehatan bagi Muslim yang akan melaksanakan haji tahun ini. Protokol ini diharapkan dapat mencegah jemaah haji tertular Covid-19.

" Ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona yang mematikan," ujar Tawfiq.

Ibadah haji merupakan salah satu lima tiang agama Islam wajib dikerjakan oleh Muslim dengan fisik yang mampu minimal sekali seumur hidup. Tahun ini, Kementeria Luar Negeri Saudi menyatakan ibadah haji akan dilaksanakan dengan jumlah jemaah yang dibatasi.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di antara para jemaah, Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Urusan Haji dan Umrah Saudi mengembangkan rencana untuk memastikan keamanan dari seluruh pengunjung.

" Kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Saudi untuk mengembangkan sejumlah langkah preventif dan protokol yang dibutuhkan guna memastikan keamanan musim haji," ujar Menteri Urusan Haji dan Umrah Saudi, Muhammad Saleh Benten.

2 dari 6 halaman

Protokol Kesehatan Haji

Berikut protokol yang disusun untuk menjamin keamanan jemaah haji.

  1. Jumlah Muslim yang diizinkan untuk melaksanakan haji yang akan datang hanya sekitar 1.000.
  2. Seluruh jemaah akan dites sebelum mereka masuk ke situs suci.
  3. Hanya Muslim di usia bawah 65 tahun yang akan diizinkan melaksanakan haji tahun ini.
  4. Seluruh jemaah akan diminta melaksanakan isolasi diri setelah mereka selesai melaksanakan seluruh manasik haji.
  5. Semua pekerja dan relawan akan dites sebelum rangkaian ibadah haji dimulai.
  6. Status kesehatan dari semua jemaah akan dipantau setiap hari.
  7. Rumah sakit diharapkan mempersiapkan segala kebutuhan darurat yang diperlukan selama musim haji.
  8. Aturan jaga jarak tetap akan ditegakkan.

Sumber: Alarabiya

3 dari 6 halaman

Ulama di Seluruh Dunia Dukung Pelaksanaan Haji Terbatas

Dream - Para mufti dan ulama dari seluruh kawasan Arab dan Dunia Islam mendukung keputusan kerajaan Arab Saudi yang akan menggelar haji secara terbatas tahun ini. Di tengah pandemi Covid-19, Saudi hanya mengizinkan orang-orang yang bermukim di negaranya untuk menjalankan ibadah Rukun Islam kelima itu.

Mulai dari Djibouti hingga Pakistan, para ulama menyatakan menerima dengan baik keputusan tersebut.

Majelis Ulama Pakistan menyatakan dukungan terhadap upaya Saudi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan jemaah dengan menggelar ibadah haji secara terbatas. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Pakistan yang menyatakan keputusan Saudi merupakan hal yang bijaksana.

Di Mesir, Syeikh Agung Al Azhar, Ahmed Al Tayeb, menyatakan keputusan Saudi mengelola haji tahun ini secara terbatas sejalan dengan tuntunan syariat karena krisis kesehatan global luar biasa.

 

4 dari 6 halaman

Sekjen OKI dan Pimpinan Liga Muslim Dunia

Demikian pula dengan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Youssef bin Ahmed Al Othaimeen. Dalam sebuah pernyataan, Youssef menyatakan dukungan lembaganya.

" Sekjen OKI mengapresiasi upaya terbaik yang dijalankan Kerajaan Arab Saudi untuk kesehatan dan keselamatan para jemaah," demikian pernyataan tersebut.

Pimpinan Liga Muslim Dunia yang berbasis di Mekah, Syeikh Muhammad Al Issa, mengatakan keamanan dari pengunjung Muslim sepanjang musim haji adalah prioritas.

" Penanggulangan virus corona yang ditunjukkan Saudi telah didukung oleh para pemimpin Islam di seluruh dunia," kata Syeikh Muhammad.

Sumber: Alarabiya

5 dari 6 halaman

Meski Risiko Tinggi, Ini Alasan Saudi Tetap Gelar Haji

Dream - Kementerian Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan ibadah haji 1441 H/2020 M tetap digelar. Tetapi dengan pembatasan yang sangat ketat terutama jumlah jemaah.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan masih terjadinya pandemi Covid-19. Juga untuk menjaga kesehatan masyarakat dunia.

" Diputuskan bahwa haji untuk tahun ini (1441 H/2020 M) akan dilaksanakan. Jemaah sangat terbatas dari seluruh kewarganegaraan yang telah bermukim di Arab Saudi, dapat melaksanakannya," demikian keputusan dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi yang diunggah di akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri Saudi, @KSAmofaEN.

Jemaah yang dibolehkan melaksanakan haji adalah seluruh warga negara asing yang telah menetap atau sedang berada di dalam Saudi. Penerbangan internasional hingga saat ini belum dibuka.

 

6 dari 6 halaman

Risiko Terlalu Tinggi

Tahun lalu ada sekitar 2,5 juta jemaah yang melaksanakan haji. Tetapi skala penyebaran Covid-19 saat telah meluas ke seluruh penjuru dunia menandakan orang-orang tidak dapat bepergian ke wilayah Kerajaan untuk turut melaksanakan haji.

" Keputusan ini diambil untuk memastikan haji dijalankan dengan kebiasaan aman berdasarkan perspektif kesehatan masyarakat, sembari terus melaksanakan upaya pencegahan dan penerapan protokol jaga jarak," demikian lanjut Kementerian.

Pada musim haji tahun lalu ada lebih dari 1,8 juta jemaah dari berbagai negara datang ke Saudi. Kementerian Haji mengatakan tahun ini risiko penularan penyakit antara negara-negara dan peningkatan kasus infeksi secara global terlalu tinggi.

Kementerian menyatakan prioritas utama Saudi adalah selalu memastikan umat Islam dapat melaksanakan haji dan umrah secara aman dan selamat.

(Sumber: Arab News)

Join Dream.co.id