Saudi Izinkan Penerbangan Langsung Untuk Ekspatriat dari Negara Daftar Merah

News | Minggu, 29 Agustus 2021 06:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Tapi hanya berlaku untuk pemegang izin tinggal (Iqama) dan visa keluar-masuk Saudi.

Dream - Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi telah mengeluarkan ketentuan baru yang mengizinkan ekspatriat dari negara-negara masuk daftar larangan untuk terbang langsung ke wilayahnya. Keputusan ini diumumkan secara resmi lewat kanal kementerian tersebut.

Misi diplomatik dari negara-negara terkait telah mengkonfirmasi keputusan baru tersebut. Para misi diplomatik serta tokoh masyarakat ekspatriat dan pengusaha menyambut baik keputusan yang ditunggu-tunggu.

Tetapi, keputusan baru ini berlaku hanya untuk orang asing yang memiliki izin tinggal yang sah (iqama) dan sudah divaksinasi secara penuh. Selain itu, juga bagi ekspatriat pemegang visa keluar-masuk kembali dan telah menerima vaksinasi penuh dari Saudi.

Saat ini, negara-negara yang menghadapi larangan perjalanan adalah India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Vietnam, Afghanistan, dan Lebanon.

Sumber Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa pihak berwenang sebelumnya hanya mengizinkan masuk langsung bagi warga Saudi, diplomat asing, praktisi kesehatan dan keluarga mereka dari negara-negara yang menghadapi larangan perjalanan.

Selain dari kategori tersebut, diharuskan menjalani karantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum mereka masuk ke Kerajaan.

Saudi Izinkan Penerbangan Langsung Untuk Ekspatriat dari Negara Daftar Merah
Ilustrasi (Shutterstock.com)
2 dari 5 halaman

Alhamdulillah, Indonesia Termasuk

Konjen RI Eko Hartono menyambut baik keputusan Saudi tersebut. Dia mengaku sangat akhirnya Saudi mencabut penangguhan perjalanan untuk warga Indonesia.

" Meskipun keputusan ini hanya akan menguntungkan sebagian kecil masyarakat Indonesia, kami menunggu kabar besar masuknya langsung semua orang Indonesia yang menerima dua dosis vaksin dari negara asal," kata Eko.

Dia juga mengatakan Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dengan 265 juta penduduk, mampu menahan lonjakan besar kasus virus corona dalam waktu singkat.

" Kami telah berhasil menurunkan kasus virus corona dari 50 ribu menjadi kurang dari 10 ribu dalam dua bulan dan jumlah ini akan turun ke minimum dalam beberapa minggu," ucap Eko.

Arab Saudi telah menangguhkan sementara semua penerbangan internasional mulai 15 Maret 2020, menyusul merebaknya pandemi virus corona. Meskipun penangguhan layanan penerbangan internasional dicabut setelah satu tahun pada 17 Mei 2021, itu tidak berlaku untuk 20 negara karena situasi virus corona di negara-negara tersebut.

Negara-negara yang terkena larangan tersebut adalah Argentina, Uni Emirat Arab, Indonesia, India, Pakistan, Brazil, Portugal, Turki, Afrika Selatan, Lebanon, dan Mesir, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Irlandia, Italia, Inggris, Swedia, Konfederasi Swiss dan Prancis, dikutip dari Saudi Gazette.

3 dari 5 halaman

Syarat Agar Penerima Vaksin Sinovac dan Sinopharm Bisa Masuk Saudi

Dream - Otoritas Kesehatan Arab Saudi menyetujui penggunaan dua dosis vaksin Covid-19 buatan China, Sinovac dan Sinopharm. Dua vaksin tersebut masuk daftar vaksin yang diizinkan di Saudi, selain Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.

Kementerian Kesehatan Saudi memungkinkan penerima dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm untuk masuk Saudi. Asal, mereka telah menerima suntikan booster dengan salah satu vaksin yang disetujui negara tersebut.

Dalam ketentuan sebelumnya, Saudi membolehkan vaksinasi dua dosis dengan dua jenis vaksin yang berbeda. Hal itu didasarkan pada kajian ilmiah internasional yang menunjukkan keamanan dan kemanjuran dalam mengatasi virus.

Berdasarkan rekomendasi terkini, dua dosis vaksin diberikan dalam rentang waktu tiga pekan antara suntikan pertama dan ke dua. Kemudian, masyarakat yang sembuh dari Covid-19 tetap harus menerima dua dosis vaksin.

Untuk pasien sembuh, vaksin dosis pertama diberikan dalam 10 hari usai negatif Covid-19. Sedangkan dosis kedua diberikan setelah tiga pekan usai pasien menerima dosis pertama.

Jika pasien yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 kembali setelah menerima dosis pertama, dosis kedua dapat diberikan dalam waktu 10 hari usai sembuh, dikutip dari Arab News.

4 dari 5 halaman

Saudi Buka Kembali Umroh Untuk Jemaah Luar Negeri, Indonesia Diizinkan?

Dream - Otoritas Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umroh untuk jemaah luar negeri. Ibadah umroh ditetapkan dimulai pada 1 Muharram 1443 H, yang jatuh pada 10 Agustus 2021.

Pengumuman ini diunggah pada akun resmi Pengelola Dua Masjid Suci, Haramain Sharifain baik Facebook maupun di Twitter.

" Arab Saudi mengumumkan dimulainya kembali umroh untuk jemaah internasional pada 1 Muharram 1443 H," demikian pengumuman tersebut.

Dalam pengumuman tersebut dinyatakan jemaah dari berbagai negara diizinkan untuk melaksanakan umroh dengan penerbangan langsung ke Saudi. Pengecualian diberikan kepada jemaah dari sembilan negara termasuk Indonesia.

Delapan negara lainnya adalah India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Pengecualian dimaksud adalah jemaah dari kesembilan negara itu harus menjalani karantina terlebih dahulu selama 14 hari di negara ketiga sebelum masuk ke wilayah kerajaan Saudi.

" Perlu menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di wilayah Kerajaan," lanjut pengumuman tersebut.

Dalam penjelasan lebih lanjut di kolom komentarnya, ketentuan ini berlaku untuk jemaah haji yang pernah singgah maupun tinggal di kesembilan negara yang dikecualikan tersebut.

5 dari 5 halaman

Pakai Vaksin Buatan China Boleh, Tapi...

Selain itu, vaksinasi Covid-19 dengan dosis penuh menjadi syarat wajib umroh. Vaksin yang dibolehkan yaitu dosis penuh Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J. 

Sementara untuk negara-negara yang menggunakan vaksin buatan China diharuskan mendapat suntikan booster dari produsen empat vaksin yang diizinkan.

" Dosis penuh dari vaksin buatan China dengan suntikan booster dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J," demikian pengumuman tersebut.

Syarat lainnya, jemaah harus berusia 18 tahun ke atas. Jemaah juga diharuskan menggunakan biro perjalanan umroh yang telah mendapatkan akreditasi dari Kementerian Haji dan Umroh Saudi.

Saat dikonfirmasi terkait pengumuman tersebut, pihak Kementerian Agama belum dapat memberikan komentar lebih jauh.

" Belum ada, Mas," ujar Plt Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag, Yayat Supriyadi.

Join Dream.co.id