Saudi Izinkan Anak Usia 12 hingga 18 Tahun Laksanakan Umroh 1443 H

News | Kamis, 12 Agustus 2021 08:12

Reporter : Ahmad Baiquni

Lebih dari 13 ribu izin umroh usia 12-18 tahun diterbitkan Kementerian Haji dan Umroh Saudi hingga Senin, 9 Agustus 2021.

Dream - Otoritas Arab Saudi mulai menggelar ibadah umroh pada 1 Muharram 1443 H, bertepatan dengan Selasa, 10 Agustus 2021. Ibadah ini dibuka untuk jemaah domestik, ekspatriat yang sudah berdomisili, maupun dari luar negeri.

Kementerian Haji dan Umroh Saudi memperbarui kebijakan pemberian izin umroh tahun ini. Dalam kebijakan baru tersebut, anak usia 12-18 tahun dan sudah divaksinasi boleh menjalankan ibadah umroh.

Wakil Menteri Haji dan Umroh Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, menyatakan, telah memberikan lebih dari 13 ribu izin untuk jemaah usia 12-18 tahun hingga Senin, 9 Oktober 2021. Izin tersebut diberikan atas permohonan yang diajukan melalui dua aplikasi, Umrah dan Eatmarna.

Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz, telah memerintahkan Kementerian berkoordinasi dengan sejumlah otoritas terkait untuk menjalankan mekanisme yang memberikan jaminan keamanan dan keselamatan pada jemaah. Sehingga, jemaah bisa melaksanakan umroh dengan nyaman dan tidak perlu khawatir tertular Covid-19.

" Menyerukan perlunya mematuhi rencana organisasi dan prosedur kesehatan yang ditetapkan oleh kementerian bekerja sama dengan otoritas yang berwenang untuk keselamatan jemaah dan mereka yang melayani jemaah dan untuk mencegah penyebaran virus corona dan variannya," demikian laporan Saudi Press Agency.

Pemerintah Kota Suci Mekah menyatakan seluruh prosedur keamanan dan kesehatan di Masjidil Haram sudah selesai disiapkan. Masjidil Haram kini telah siap menyambut jemaah umroh dari luar wilayah Saudi.

Sementara, Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci juga menyatakan telah menyiapkan rute khusus untuk pengelolaan jemaah yang akan masuk ke Masjidil Haram. Termasuk pula rute keluar Masjidil Haram, rute thawaf, serta rute Sa'i, dikutip dari Alarabiya.

Saudi Izinkan Anak Usia 12 hingga 18 Tahun Laksanakan Umroh 1443 H
Facebook/@haramain.info
2 dari 4 halaman

Kapasitas Umroh Ditetapkan 2 Juta Jemaah per Bulan, Bagaimana Nasib Indonesia?

Dream - Kementerian Haji dan Umroh Saudi mengumumkan mulai menerima jemaah umroh 1443 H dari warga domestik maupun ekspatriat. Selain itu, secara bertahap Kementerian menerima kembali jemaah umroh luar negeri.

Mulai 9 Agustus 2021, jemaah luar negeri dibolehkan melaksanakan umroh, ziarah serta sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kapasitas yang sebelumnya sebanyak 60 ribu jemaah umroh yang dibagi dalam 8 periode operasional ditingkatkan menjadi 2 juta jemaah per bulan.

Wakil Menteri Haji dan Umroh Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas terkait lainnya mempersiapkan musim Umroh 2021/2022.

" Kami telah berkoordinasi untuk mengembangkan mekanisme eksekutif dan menciptakan keamanan serta lingkungan yang dapat diakses oleh para jemaah umroh sepanjang perjalanan mereka untuk mencapai keamanan, keselamatan dan kesehatan," ujar Mashat, dikutip dari Saudi Press Agency.

Perizinan melaksanakan umroh disediakan lewat aplikasi Etamarna dan Tawakalna. Selain itu, Saudi menyiapkan langkah pencegahan yang terintegrasi untuk menjamin jemaah dapat melaksanakan umroh dengan aman dan nyaman.

3 dari 4 halaman

Negara Asal Jemaah Ditentukan Saudi

Untuk transportasi, kata Mashat, diterapkan standar pelayanan yang aman dengan penumpang dibatasi tidak lebih dari 50 persen kapasitas bus dengan tetap menjaga jarak aman di dalam bus. Selain itu, pihaknya juga menyediakan alat sterilisasi, dan memastikan jemaah sudah mendapatkan izin dari aplikasi Etamarna dan Tawakalna sebelum naik bus untuk menjalankan umroh.

Selain itu, Mashat juga mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan otoritas berwenang menentukan negara asal dan jumlah jemaah umrohnya secara berkala sesuai klasifikasi tindakan pencegahan, dan persyaratan untuk negara asal.

Jemaah umroh yang datang ke Saudi diharuskan setuju dengan layanan yang disediakan mulai dari perusahaan pemandu, hotel, dan perusahaan transportasi. Seluruh layanan tersebut sudah terdaftar pada platform pemasaran elektronik yang disetujui oleh Sistem Reservasi Pusat Saudi, dan ratifikasi elektronik oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umroh.

Mengenai protokol kesehatan bagi jemaah domestik, lanjut Mashat, vaksinasi menjadi prasyarat untuk melaksanakan umroh, sholat di Masjidil Haram, dan mengunjungi Masjid Nabawi. Bukti vaksinasi harus diunggah pada aplikasi Tawakalna, memuat tiga kategori vaksinais (sistem imun bagi penerima dua dosis vaksin Coronavirus, atau sudah menghabiskan 14 hari setelah menerima dosis pertama vaksin, atau orang divaksinasi setelah pulih dari infeksi).

 

4 dari 4 halaman

Syarat Jemaah Luar Negeri

Sedangkan bagi calon jemaah umroh yang berasal dari luar negeri, diharuskan melampirkan surat keterangan vaksinasi yang disahkan oleh pejabat berwenang di negara asal. Surat tersebut dicantumkan dalam dokumen permohonan pelaksanaan umroh, dengan syarat vaksin disetujui di Kerajaan.

Untuk jemaah dari negara yang masuk daftar penangguhan, diharuskan memenuhi komitmen terhadap prosedur karantina institusional sesuai dengan mekanisme yang disetujui oleh otoritas yang berwenang.

Sebelumnya, otoritas Saudi mengumumkan menerima kembali jemaah umroh dari berbagai negara. Tetapi, Saudi menetapkan pengecualian bagi jemaah umroh dari sembilan negara yaitu India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Para calon jemaah dari sembilan negara ini diharuskan menjalani karantina selama 14 hari di negara lain. Selain itu, penerima vaksin Covid-19 China (Sinovac dan Sinopharm) diharuskan mendapatkan booster menggunakan vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau Johnson & Johnson.

Join Dream.co.id