KJRI Jeddah Bantah Saudi Gelar Haji dengan Kuota 20 Persen

News | Senin, 15 Juni 2020 15:01
KJRI Jeddah Bantah Saudi Gelar Haji dengan Kuota 20 Persen

Reporter : Ahmad Baiquni

Konsul Haji KJRI Jeddah menyatakan hingga saat ini belum ada keputusan diambil Saudi.

Dream - Informasi yang menyebutkan Arab Saudi tetap menggelar ibadah haji 1441 H/2020 M sempat beredar di media sosial. Dalam informasi yang disebar disebutkan pelaksanaan haji tahun ini dibatasi hanya 20 persen dari kuota normal.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, membantah informasi tersebut. Dia menegaskan pemerintah Saudi sampai saat ini belum menetapkan keputusannya tentang pelaksanaan ibadah haji untuk musim 2020/1441 H.

" Informasi tentang 20 persen itu tidak benar, belum ada keputusan apapun sampai saat ini," ujar Endang, dikutip dari Kemenag.go.id.

Endang menjelaskan Saudi masih memiliki kasus positif Covid-19 yang tinggi. Jumlah penambahannya bahkan tembus 3.000 kasus per hari.

Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya memutuskan membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1441 H. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan belum stabilnya kondisi akibat pandemi Covid-19 serta belum adanya keputusan dari Saudi terkait penyelenggaraan haji tahun ini.

Selain Indonesia, ada beberapa negara yang juga memutuskan tidak mengirimkan jemaah haji. Seperti Singapura, Malaysia, Mesir, India, Brunei Darussalam, Uzbekistan, dan Afrika Selatan.

2 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Arab Saudi Pertimbangkan Batalkan Haji

Dream - Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini masih memperbolehkan dilakukannya ibadah haji. Sejumlah persyaratan kesehatan ketat dibuat demi mengurangi penularan Covid-19.

Indonesia sendiri, melalui Kementerian Agama, mengumumkan kalau tidak akan mengirimkan jemaahnya karena terlalu berisiko. Pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir dan hal ini membuat Arab Saudi tengah mempertimbangkan pembatalan ibadah haji 2020.

Bila pembatalan ini dilakukan, maka ini adalah kali pertama dalam sejarah bahwa tidak ada umat Muslim yang naik haji. Pelaksanaan ibadah haji 2020 seharusnya diadakan pada akhir Juli.

" Masalah ini telah dipelajari dengan cermat dan berbagai skenario sedang dipertimbangkan. Keputusan resmi akan dibuat sekitar satu minggu ke depan, " kata seorang pejabat senior Arab Saudi kepada Financial Times melansir New York Post.

 

 

3 dari 5 halaman

COVID-19 di Arab Saudi

Sebelumnya, masalah kesehatan akibat COVID-19 telah menyebabkan pembatalan atau penundaan sejumlah acara besar termasuk Olimpiade di Tokyo dan acara besar lainnya.

Pemerintah Arab Saudi bertindak cepat untuk menerapkan aturan karantina wilayah setelah kasus pertama di negara itu dikonfirmasi pada 2 Maret. Namun, kasus-kasus baru-baru melonjak setelah anjuran tinggal di rumah dilonggarkan.

Ada lebih dari 3.000 kasus harian yang dilaporkan selama enam hari terakhir sementara setidaknya 893 orang telah meninggal karena virus, menurut data Johns Hopkins.

The Financial Times melaporkan bahwa para pejabat mempertimbangkan untuk mengizinkan sejumlah kecil penduduk setempat untuk melakukan haji dengan protokol kesehatan yang ketat.

" Semua opsi ada di atas meja tetapi prioritasnya adalah untuk kesehatan dan keselamatan peziarah," kata pejabat Arab Saudi tersebut.

Laporan Ade Nasihudin Al Ansori/ Sumber: Liputan6.com

4 dari 5 halaman

Seperti Indonesia, Malaysia Juga Tak Kirim Jemaah Haji Tahun Ini

Dream - Malaysia juga tidak mengirimkan jemaah haji ke Tanah Suci tahun ini akibat pandemi Covid-19. Keputusan ini diambil setelah dua negara tetangganya, Indonesia dan Singapura memutuskan tak memberangkatkan jemaah haji ke Arab Saudi.

Seperti Indonesia, Malaysia Juga Tak Kirim Jemaah Haji Tahun Ini© Dream

Setiap tahun, Malaysia mengirimkan puluhan ribu jemaah ke Mekah dan Madinah untuk ritual ibadah tahunan tersebut. Malaysia berupaya mencegah warganya bepergian ke luar negeri untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19 selama vaksin belum ditemukan.

" Saya harap jemaah dapat bersabar dan menerima keputusan ini," ujar Menteri Agama Malaysia, Zulkifli Mohamad Al Bakri, dikutip dari Aljazeera.com.

Arab Saudi menangguhkan ibadah haji dan umrah hingga pemberitahuan selanjutnya dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Sementara jemaah Malaysia memiliki waktu tunggu hingga 20 tahun untuk dapat menjalankan haji sesuai kuota yang ditetapkan Saudi.

5 dari 5 halaman

31.600 Jemaah Haji Malaysia Gagal Berangkat

Dalam pernyataan terpisah, Tabung Haji yang merupakan badan pengelola dana jemaah haji menyatakan pembatalan tersebut berdampak pada sedikitnya 31.600 calon jemaah yang dijadwalkan berangkat tahun ini.

Malaysia melaporkan kasus positif Covid-19 sebanyak 8.369 pasien, dengan angka kematian mencapai 118 orang.

Pekan lalu, pembatalan pemberangkatan haji juga diumumkan Menteri Agama Indonesia Fachrul Razi. Sementara beberapa pekan sebelumnya Singapura juga membuat keputusan yang sama.

Sekitar 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia akan berkumpul di Mekah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji yang puncaknya jatuh akhir Juli nanti. Musim haji juga memberikan pendapatan yang sangat signifikan kepada Saudi.

Join Dream.co.id