Saudi Deklarasikan Wabah Covid-19 Sudah Terkendali

News | Selasa, 15 Desember 2020 07:01
Saudi Deklarasikan Wabah Covid-19 Sudah Terkendali

Reporter : Ahmad Baiquni

Saudi mencatatkan kasus harian terendah sepanjang pandemi, 139 kasus.

Dream - Kementerian Kesehatan Arab Suadi mendeklarasikan kemenangan melawan Covid-19. Mereka mengklaim penyebaran kasus Covid-19 saat ini telah terkendali.

Saudi melaporkan kasus infeksi baru saat ini hanya berjumlah 139. Untuk pertama kalinya kasus baru muncul di bawah 150 sejak pandemi Covid-19 melanda Saudi.

Data sebaran harian Kemenkes Saudi juga menunjukkan hampir semua daerah kini merupakan zona aman. Sejak pekan lalu, hampir semua daerah Saudi hanya mencatatkan kasus harian di bawah 50.

" Kami berada di antara negara-negara dengan kontrol dan penurunan kasus yang nyata," ujar juru bicara Kemenkes Saudi, Mohammed Al Abd Al Aly.

Al Aly mengatakan pandemi yang kini lebih terkendali bisa terjadi berkat kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

" Tidaklah mungkin tanpa koordinasi antara masyarakat dan otoritas yang berwenang dalam menghadapi pandemi ini guna memastikan setiap orang sehat dan aman," kata dia.

2 dari 6 halaman

Bersiap Vaksinasi

Dalam beberapa hari ke depan, Saudi akan melaksanakan tahap pertama penyuntikan vaksin Pfizer-BioNTech untuk melawan Covid-19. Al Aly mengimbau setiap orang bersedia divaksin meski sudah sembuh dari Covid-19.

" Laporan dari seluruh dunia tentang vaksin menunjukkan pertanda baik," kata Al Aly.

Al Aly menegaskan vaksin sangat penting untuk menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat. Dia menekankan semua orang perlu mendapatkan vaksin.

" Tidak ada penelitian yang dapat mengkonfirmasi atau menyangkal infeksi kedua setelah beberapa waktu berlalu dari diagnosis awal mereka," kata dia.

Lebih lanjut, Al Aly mengatakan pemeriksaan kesehatan untuk orang yang akan divaksin tidak diperlukan. Seseorang yang telah mendaftar untuk mendapatkan vaksin akan menjalani wawancara biasa mengenai kesehatan mereka, dikutip dari Arab News.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 6 halaman

Meski Sangat Bermanfaat, Vaksin Bukan Cara Satu-satunya Pencegahan Covid-19

Dream - Juru bicara vaksin Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro, mengingatkan masyarakat untuk semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M. Dia mengatakan ada kecenderungan masyarakat mulai kendur dalam memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

" Ada kecenderungan penerapan 3M mulai kendur bahkan longgar, akhirnya banyak terjadi penambahan jumlah kasus, terutama sejak bulan November hingga pekan awal Desember," ujar Reisa dalam konferensi pers disiarkan channel YouTube FMB9ID_IKP.

Reisa meminta masyarakat tidak meremehkan penularan Covid-19 meski tingkat kesembuhan cukup tinggi. Ditambah lagi, vaksinasi harus dilakukan dengan diimbangi protokol kesehatan agar pandemi bisa dikendalikan.

" Vaksin memang sangat bermanfaat sebagai pelindung spesifik, tapi ingat vaksin bukan satu-satunya cara pencegahan," kata Reisa.

 

 

4 dari 6 halaman

Masyarakat Adalah Baris Terdepan

Reisa mengungkapkan baris terdepan dapat penanganan Covid-19 tidak lain adalah masyarakat. Dengan menerapkan protokol 3M, penyebaran Covid-19 bisa ditangkal.

Lebih lanjut, Reisa mengatakan Pemerintah tetap berhati-hati dalam pelaksanaan vaksinasi. Vaksin Covid-19 baru akan digunakan setelah hasil akhir uji klinis tahap tiga keluar dan harus melalui pengujian Badan Pengawas Obat dan Makanan terlebih dulu.

" Sebagai tahap pertama vaksin akan diberikan kepada pekerja dengan risiko tinggi terhadap Covid-19, yaitu para tenaga kesehatan dan aparat yang membantu proses penelusuran, pengujian dan perawatan pasien Covid-19," ucap Reisa.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 6 halaman

Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung Hasil Uji Klinis, BPOM dan MUI

Dream - Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 Sinovac yang dipesan Pemerintah telah tiba. Tetapi, vaksin tersebut belum bisa digunakan untuk vaksinasi.

Juru bicara vaksin Covid-19, dokter Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan kepastian kapan vaksinasi dapat dijalankan.

Karena saat ini Pemerintah sedang menunggu hasil uji klinis tahap 3 serta proses di Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Majelis Ulama Indonesia.

" Kita belum sampai tahap ke sana (vaksinasi) karena tergantung hasil uji klinis tahap tiga, persetujuan dari BPOM, dan kehalalan dari MUI," ujar Nadia dalam diskusi virtual bertajuk Setelah Vaksin Datang.

 

6 dari 6 halaman

Bertahap

Menurut Nadia, jika proses di BPOM selesai akan keluar Emergency Use Authorization (EUA). Izin ini bergantung dari hasil uji klinis.

" Jadi kalau kita masih mengingat Kepala BPOM mengestimasi akhir Januari, tapi ini tergantung dari hasil uji klinis,"

Setelah UEA terbit, proses belum selesai. Proses selanjutnya berada di MUI.

" Jika sudah tepat, nantinya akan diteruskan ke BPOM dan MUI," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id