Saudi Buka Lagi Penerbangan Internasional, Kecualikan Negara Tertentu

News | Minggu, 3 Januari 2021 16:37
Saudi Buka Lagi Penerbangan Internasional, Kecualikan Negara Tertentu

Reporter : Ahmad Baiquni

Saudi belum mengizinkan warga dari Inggris, Afrika Selatan, dan negara-negara dengan kasus Covid-19 varian baru masuk.

Dream - Arab Saudi kembali membuka penerbangan internasional masuk yang sebelumnya sempat ditutup akibat kasus Covid-19 varian baru. Tetapi, keputusan ini dikecualikan bagi warga dari negara yang memiliki catatan kemunculan kasus Covid-19 varian baru.

Dikutip dari Alarabiya, beberapa negara yang warganya belum diizinkan masuk ke Saudi seperti Inggris, Afrikas Selatan, serta negara-negara dengan kasus penularan Covid-19 jenis baru.

Bagi warga di luar negara-negara yang dilarang tersebut, Saudi mengizinkan masuk dengan sejumlah syarat. Di antaranya harus berada tidak kurang dari 14 hari di negara tanpa kasus Covid-19 varian baru sebelum masuk Saudi.

Mereka diharuskan melakukan tes PCR di hari terakhir periode tinggal 14 hari. Hasilnya juga harus negatif.

 

2 dari 6 halaman

Warga Saudi Boleh Masuk

Warga Saudi dan individu yang diizinkan masuk dengan alasan kemanusiaan atau kasus penting harus menjalankan karantina di rumah selama 14 hari. Karantina dijalankan di bawah pengawasan jika mereaka datang dari negara-negara yang telah terdeteksi ada kasus Covid-19 varian baru.

Selain itu, mereka juga diharuskan melakukan dua tes PCR. Satu test dijaankan tidak lebih dari 48 jam setelah kedatangan di Saudi dan tes lainnya pada hari ke-13 isolasi mandiri.

" Bagi traveler yang datang dari negara-negara yang telah melaporkan kasus varian baru, mereka harus mengkarantina diri di rumah di bawah pengawasan selama tujuh haru dan melakukan tes PCR di hari keenam kedatangan," demikian pengumunan Kementerian Dalam Neger di Saudi Press Agency.

Sedangkan bagi traveler dari negara-negara yang tidak terdeteksi kemunculan varian baru, mereka harus mengisolasi diri di rumah selama tujuh hari atau isolasi mandiri di fasilitas yang tersedia selama 3 hari serta melakukan tes PCR.

3 dari 6 halaman

Saudi Tutup Jalur Masuk, Jemaah Umroh Indonesia Batal Berangkat

Dream - Penutupan jalur masuk yang diberlakukan Arab Saudi berimbas kepada Indonesia. Sejumlah calon jemaah umroh yang dijadwalkan terbang hari ini terpaksa batal.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh RI atau Amphuri, Firman M Nur, menyebut, sebanyak 22 calon jemaah dari biro perjalanan umroh anggota Amphuri batal berangkat.

" Ada 22 (jemaah) anggota Amphuri yang berangkat hari ini tertunda keberangkatannya, diundur keberangkatannya, sampai dibukanya kembali penerbangan ke Saudi Arabia," ujar Firman kepada Dream, Senin 21 Desember 2020.

Padahal, para calon jemaah itu saat ini sudah berada di hotel karantina di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng.

Sedianya, mereka berangkat menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia namun terpaksa dibatalkan.

Firman mengatakan, keputusan Saudi cukup mendadak. Dia baru mengetahui adanya keputusan tersebut kemarin malam.

4 dari 6 halaman

Demi Keselamatan

Namun demikian, pihaknya memahami keputusan Saudi semata untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah dalam melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci. Amphuri pun mengimbau masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut.

" Amphuri melihat itu demi keselamatan, supaya dipahami, dan mohon bersabar dan semoga segera dibuka kembali untuk bisa diberangkatkan," ucap Firman.

Kementerian Perhubungan Saudi atas rekomendasi Kementerian Kesehatan Saudi memutuskan menutup seluruh jalur masuk pada Minggu, 20 Desember 2020 waktu setempat. Keputusan ini diambil menyusul munculnya virus corona varian baru di Inggris.

Penutupan jalur baik udara, darat dan laut dijalankan selama sepekan ke depan. Penutupan akan dievaluasi setelah sepekan. 

5 dari 6 halaman

Temuan Menag Terkait 13 Jemaah Umroh Indonesia Positif Covid-19

Dream - Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pihaknya mengevaluasi penyelenggaraan umroh di masa pandemi Covid-19. Evaluasi terutama dilakukan setelah adanya 13 jemaah Indonesia yang dinyatakan positif saat berada di Arab Saudi

" Dari 13 orang yang positif, tiga di antaranya sudah kembali ke Indonesia, tujuh orang malam nanti akan kembali ke Tanah Air, tiga masih karantina di Saudi," ujar Fachrul saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, disiarkan channel YouTube DPR RI.

Fachrul mendapatkan beberapa catatan berkaitan dengan pelaksanaan umroh di masa pandemi Covid-19 yang sudah berjalan. Pertama, didapat temuan para jemaah rombongan pertama dan kedua berangkat tanpa menjalani karantina lebih dulu dan langsung terbang dari Bandara Soekarno-Hatta.

Catatan kedua, jemaah melakukan tes swab dalam rentang waktu yang dekat dengan hari keberangkatan dan dilakukan pada satu laboratorium. Sehingga, ada jemaah yang hasil tesnya terlambat keluar.

Sedangkan catatan ketiga, swab dilakukan lagi oleh Kementerian Kesehatan Saudi usai jemaah menjalani karantina tiga hari di dalam hotel. Hasilnya, 13 jemaah dinyatakan positif Covid-19.

 

6 dari 6 halaman

Evaluasi Kemenag

Berdasarkan catatan tersebut, Fachrul menyatakan ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Seperti perlu dilakukan karantina minimal tiga hari sebelum tanggal keberangkatan jemaah ke Tanah Suci.

" Ini dilakukan guna memastkan proses tes PCR/Swab dilakukan dengan benar, tidak mepet waktunya, dan menghindari risiko adanya pemalsuan data status jemaah," kata Fachrul.

Selain itu, dokumen hasil swab perlu diverifikasi petugas dari Kementerian Kesehatan. Tentunya disesuaikan dengan protokol kesehatan untuk perjalanan ke luar negeri.

" Hasil di lapangan, bukti dokumen bebas Covid-19 belum terverifikasi secara sistem sehingga masih ada kemungkinan pemalsuan bukti bebas Covid-19," kata dia.

 

Join Dream.co.id