Saudi Buka Lagi Penerbangan Internasional, Jemaah Indonesia Bisa Berangkat Umroh

News | Selasa, 5 Januari 2021 09:01
Saudi Buka Lagi Penerbangan Internasional, Jemaah Indonesia Bisa Berangkat Umroh

Reporter : Ahmad Baiquni

Amphuri menyambut baik keputusan Saudi.

Dream - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) menyambut baik keputusan dibukanya kembali jalur masuk oleh Arab Saudi. Pembukaan ini memberikan peluang bagi masyarakat Indonesia untuk dapat kembali menjalankan umroh.

" Alhamdulillah, otoritas Saudi telah membuka kembali penerbangan ke Saudi pada 3 Januari 2021 kemarin. Artinya, jemaah umroh dari Indonesia sudah bisa terbang ke Saudi, karena memang pesawat untuk penerbangan ke Saudi pun telah diperbolehkan," ujar Wakil Ketua Bidang Haji dan Umroh Dewan Pengurus Pusat Amphuri, Islam Saleh Alwaini, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Saudi sempat menutup kembali jalur masuk baik udara, darat dan laut pada 21 Desember 2020. Penutupan ini dijalankan untuk mencegah munculnya kasus Covid-19 varian baru dari luar negeri.

 

2 dari 6 halaman

Jemaah Bisa Berangkat

Saleh mengatakan pembukaan ini menandakan umat Islam Indonesia dapat kembali berumroh. Pemerintah Indonesia hanya melarang warga negara asing masuk ke Indonesia selama 14 hari terhitung sejak 1 Januari 2021.

" Kalaupun nanti jemaah ini akan kembali masih dalam masa pemberlakukan larangan Pemerintah Indonesia tersebut, maka harus mengikuti aturan ketika tiba, yakni karantina mandiri sesuai ketentuan yang berlaku," kata Saleh.

Selain itu, Saleh mengatakan umroh bisa dijalankan kembali karena penerbangan ke Saudi sudah tersedia. Dia mengingatkan jemaah yang akan berangkat umroh untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan baik yang berlaku di Indonesia maupun di Saudi.

" Amphuri juga akan mengedarkan surat imbauan kepada anggota terkait hal ini, sehingga tidak ada keraguan para penyelenggara umrah untuk kembali memulai kegiatannya," kata dia.

3 dari 6 halaman

Saudi Buka Lagi Penerbangan Internasional, Kecualikan Negara Tertentu

Dream - Arab Saudi kembali membuka penerbangan internasional masuk yang sebelumnya sempat ditutup akibat kasus Covid-19 varian baru. Tetapi, keputusan ini dikecualikan bagi warga dari negara yang memiliki catatan kemunculan kasus Covid-19 varian baru.

Dikutip dari Alarabiya, beberapa negara yang warganya belum diizinkan masuk ke Saudi seperti Inggris, Afrika Selatan, serta negara-negara dengan kasus penularan Covid-19 jenis baru.

Bagi warga di luar negara-negara yang dilarang tersebut, Saudi mengizinkan masuk dengan sejumlah syarat. Di antaranya harus berada tidak kurang dari 14 hari di negara tanpa kasus Covid-19 varian baru sebelum masuk Saudi.

Mereka diharuskan melakukan tes PCR di hari terakhir periode tinggal 14 hari. Hasilnya juga harus negatif.

 

4 dari 6 halaman

Warga Saudi Boleh Masuk

Warga Saudi dan individu yang diizinkan masuk dengan alasan kemanusiaan atau kasus penting harus menjalankan karantina di rumah selama 14 hari. Karantina dijalankan di bawah pengawasan jika mereaka datang dari negara-negara yang telah terdeteksi ada kasus Covid-19 varian baru.

Selain itu, mereka juga diharuskan melakukan dua tes PCR. Satu test dijaankan tidak lebih dari 48 jam setelah kedatangan di Saudi dan tes lainnya pada hari ke-13 isolasi mandiri.

" Bagi traveler yang datang dari negara-negara yang telah melaporkan kasus varian baru, mereka harus mengkarantina diri di rumah di bawah pengawasan selama tujuh haru dan melakukan tes PCR di hari keenam kedatangan," demikian pengumunan Kementerian Dalam Neger di Saudi Press Agency.

Sedangkan bagi traveler dari negara-negara yang tidak terdeteksi kemunculan varian baru, mereka harus mengisolasi diri di rumah selama tujuh hari atau isolasi mandiri di fasilitas yang tersedia selama 3 hari serta melakukan tes PCR.

5 dari 6 halaman

Saudi Tutup Jalur Masuk, Jemaah Umroh Indonesia Batal Berangkat

Dream - Penutupan jalur masuk yang diberlakukan Arab Saudi berimbas kepada Indonesia. Sejumlah calon jemaah umroh yang dijadwalkan terbang hari ini terpaksa batal.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh RI atau Amphuri, Firman M Nur, menyebut, sebanyak 22 calon jemaah dari biro perjalanan umroh anggota Amphuri batal berangkat.

" Ada 22 (jemaah) anggota Amphuri yang berangkat hari ini tertunda keberangkatannya, diundur keberangkatannya, sampai dibukanya kembali penerbangan ke Saudi Arabia," ujar Firman kepada Dream, Senin 21 Desember 2020.

Padahal, para calon jemaah itu saat ini sudah berada di hotel karantina di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng.

Sedianya, mereka berangkat menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia namun terpaksa dibatalkan.

Firman mengatakan, keputusan Saudi cukup mendadak. Dia baru mengetahui adanya keputusan tersebut kemarin malam.

6 dari 6 halaman

Demi Keselamatan

Namun demikian, pihaknya memahami keputusan Saudi semata untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah dalam melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci. Amphuri pun mengimbau masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut.

" Amphuri melihat itu demi keselamatan, supaya dipahami, dan mohon bersabar dan semoga segera dibuka kembali untuk bisa diberangkatkan," ucap Firman.

Kementerian Perhubungan Saudi atas rekomendasi Kementerian Kesehatan Saudi memutuskan menutup seluruh jalur masuk pada Minggu, 20 Desember 2020 waktu setempat. Keputusan ini diambil menyusul munculnya virus corona varian baru di Inggris.

Penutupan jalur baik udara, darat dan laut dijalankan selama sepekan ke depan. Penutupan akan dievaluasi setelah sepekan. 

Join Dream.co.id