Satu Keluarga, Satu Penghafal Al-Qur'an

News | Sabtu, 25 Januari 2020 18:01
Satu Keluarga, Satu Penghafal Al-Qur'an

Reporter : Ahmad Baiquni

Daarul Qur'an ingin memperluas cakupan dakwah sehingga makin banyak muncul generasi penghafal Al-Qur'an.

Dream - Lembaga pembinaan tahfiz Al-Qur'an, Daarul Qur'an, bercita-cita menyebarkan dakwah Al-Qur'an. Sejumlah program telah diluncurkan untuk melahirkan lebih banyak para penghafal Al-Qur'an.

Pun demikian untuk 2020 ini, Daarul Qur'an menggagas program Satu Keluarga Satu Penghafal Al-Qur'an. Diharapkan, setiap keluarga di Indonesia dapat memiliki satu orang anggota yang hafal Kitab Suci Islam sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an, Abdul Ghofur, mengatakan program lain yang juga dijalankan lembaganya tahun ini yaitu pembangunan pesantren, kampul tahfiz Al-Qur'an. Juga ada beasiswa khusus tahfiz serta sedekah makan dan buka puasa santri tahfiz.

 Daarul Quran

" Kami mengajak seluruh masyarakat untuk melangkah bersama penghafal Al-Qur'an dalam menjalani 2020 ini, agar para donatur dapat ikut merasakan keberkahan dari setiap huruf yang dibaca oleh santri-santri kami," ujar Ghofur melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Ghofur mengatakan ada puluhan ribu santri penghafal Al-Qur'an binaan Daarul Qur'an yang tersebar di 1.178 rumah tahfiz, 11 kampung Qur'an, sembilan pesantren tahfiz untuk yatim dan dhuafa. Juga ada 98 mahasiswa penerima beasiswa tahfiz Al-Qur'an di 24 universitas ternama.

 Daarul Quran

" Di akhir 2020, kami menargetkan 243 ribu tahfiz bisa merasakan manfaat ziswaf yang Anda salurkan melalui kami. Insya Allah," kata Ghofur.

Lebih lanjut, Ghofur menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang terus bersama dakwah Daarul Qur'an.

" Semoga segala sesuatu yang diikhtiarkan seluruh donatur pada tahun ini dapat terwujud. Oleh karenanya, awalilah resolusi Anda tahun ini dengan sedekah terbaik," kata dia.

2 dari 6 halaman

Tembus Lokasi Terisolir, Daarul Quran Kirim Bantuan Korban Banjir Jakarta

Dream - Banjir yang melanda kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), mengundang duka bagi semua pihak. Uluran tangan sangat dibutuhkan para korban terdampak banjir, terutama mereka yang masih terjebak di dalam rumah.

PPPA Daarul Quran pun mengerahkan tim Siaga Bencana (Sigab) untuk membantu evakuasi sekaligus menyalurkan logistik kepada para korban. Tim disebar di sejumlah titik banjir di kawasan Jabodetabek.

 Tim Sigab Daarul QuranTim Sigab Daarul Quran © istimewa

Direktur Utama PPPA Daarul Quran, Abdul Ghofur, mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi lembaganya untuk membantu mereka yang membutuhkan.

" Melalui tim Sigab PPPA Daarul Qur’an, kami akan memberikan dukungan moril dan materiil yang menjadi kebutuhan mendesak warga. Semoga bantuan yang kami distribusikan dapat meringankan para korban terdampak banjir," ujar Ghofur, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Jumat 3 Januari 2020.

Ghofur mengatakan tim Sigab diterjunkan ke lokasi seperti Kampung Sawah Dalam, Cipondoh, Tangerang, Banten. Di titik ini, 120 KK mengungsi di Masjid Al Yusro.

 

3 dari 6 halaman

Tembus Lokasi Terisolir

Tim juga menyisir beberapa titik lainnya seperti Ciledug Indah dan Pondok Bahar di Tangerang, Masjid Al Karomah di Cililitan Kecil, Jakarta Timur, Masjid Al Islam di Petamburan, Jakarta Pusat. Juga di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Green Garden, Jakarta Barat, Vila Nusa Indah, Bekasi, serta Kampung Pulo, Jakarta Timur.

Sementara, di Vila Nusa Indah, tim mengevakuasi korban lansia bernama Siti Layi, 84 tahun yang sudah terjebak di rumahnya selama dua hari. Sedangkan di Ciledug Indah, tim menyisir daerah terisolir dan menyalurkan sejumlah logistik.

 Tim Sigab Daarul QuranTim Sigab Daarul Quran © istimewa

Lebih lanjut, Ghofur mengatakan tim berupaya semaksimal mungkin agar bantuan dapat tersalurkan terutama ke daerah yang sulit terjangkau. Dia pun mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu mereka yang saat ini sedang kesulitan.

" Bantuan dari Anda akan sangat berarti untuk saudara-saudara kita yang tengah dilanda musibah banjir ini. Semoga Allah melipatgandakan pahala dan memberikan keberkahan bagi kita semua yang menyisihkan sebagian hartanya untuk berbagi terhadap sesama," kata dia.

 

4 dari 6 halaman

Keluarga Korban Meninggal Akibat Banjir Dapat Santunan Rp15 Juta

Dream - Menteri Sosial, Juliari Batubara memastikan keluarga korban meninggal dunia akibat banjir yang melanda di awal tahun 2020 akan mendapat santunan senilai Rp15 juta dari pemerintah.

Masyarakat yang hendak mengajukan pencairan dana bantuan itu diimbau untuk menyiapkan data-data sesuai persyaratan agar lolos verifikasi dari pemerintah daerah. 

" Kalau dinyatakan clear, confirm, ada suratnya, kita kasih, itu prosesnya cepat sekali lah," ujar Juliari dikutip dari Merdeka.com, Jumat, 3 Januari 2020.

Juliari menyatakan Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait jumlah data korban.

Hingga pagi tadi, BNBP merilis jumlah korban meninggal dunia mencapai 43 orang. Rata-rata, korban meninggal dunia akibat terseret aliran air dan tanah longsor.

(Sumber: Merdeka.com/ Muhammad Genantan Saputra)

5 dari 6 halaman

Korban Meninggal Banjir Jabodetabek Bertambah Jadi 43 Orang

Dream - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan jumlah korban banjir Jabodetabek terus bertambah.

Berdasarkan data yang diterima BNPB pada Jumat, 3 Januari 2020 pukul 09.00 WIB, tercatat korban meninggal sebanyak 43 jiwa.

" Korban meninggal dunia banjir besar di Jabodetabek adalah 43 jiwa," ujar Agus dalam Keterangan tertulisnya.

Agus menjelaskan penyebab korban meninggal dunia paling banyak disebabkan terseret arus banjir. Jumlahnya mencapai 17 orang.

Penyebab lainnya yaitu tanah longsor 12 orang, hipotermia 3 orang, tersengat listrik 5 orang. Sementara ada 5 korban lain dalam pendataan, 1 hilang.

Berikut jumlah korban meninggal dunia di masing-masing wilayah.

1. Jakarta Pusat: 1 orang
2. Jakarta Barat: 1 orang
3. Jakarta Timur: 7 orang
4. Kota Depok : 3 orang
5. Kota Bekasi: 3 orang
6. Kota Bogor: 1 orang
7. Kota Tangerang: 1 orang
8. Kota Tangerang Selatan: 1 orang
9. Kabupaten Bogor: 16 orang
10. Kabupaten Bekasi: 1 orang
11. Kabupaten Lebak: 8 orang.

6 dari 6 halaman

Banjir di Jabodetabek Telan 21 Korban Jiwa

Dream - Musibah banjir yang melanda beberapa wilayah Jawa Barat dan DKI tidak hanya menimbulkan kerugian material. Tetapi juga memakan korban jiwa.

Dilansir Liputan6.com, banjir di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) menelan korban jiwa sebanyak 21 orang.

Menurut data Kementerian Sosial, seluruh korban meninggal tersebut tersebar di beberapa wilayah Jabodebek.

" Di Jakarta Timur ada 3 orang, Jakarta Pusat 1 orang, Bogor 1 orang, Depok 3 orang, Kabupaten Bogor 11 orang, Kabupaten Bekasi 3 orang. Total korban 21 orang."

Untuk data pengungsi korban banjir, hingga Rabu malam tanggal 1 Januari 2020, jumlahnya mencapai 31.232 jiwa di seluruh wilayah DKI.

Rincian pengungsi korban banjir meliputi Jakarta Pusat sebanyak 310 orang yang ditampung di dua lokasi pengungsian, yaitu Petamburan dan Karet Tengsin.

Sementara di Jakarta Utara terdapat 1.515 orang yang menempati 23 lokasi pengungsian. Terdapat enam kelurahan di Jakarta Utara yang terdampak banjir ini.

Enam kelurahan tersebut adalah Pegangsaan Dua, Sukapura, Semper Barat, Rorotan, Semper Timur, dan Kelapa Gading Timur.

Untuk kota administrasi Jakarta Barat, jumlah pengungsi korban banjir tahun 2020 ini mencapai 10.686 orang. Mereka tersebar di 97 lokasi pengungsian.

Jumlah kelurahan yang terdampak banjir di Jakarta Barat mencapai 11 kelurahan. Di antaranya Jelambar, Tomang, Wijaya Kusuma, Srengseng, Semanan, Kalideres, Tegal Alur, Pegadungan, Kota Bambu Selatan, Kedoya Utara dan Sukabumi Selatan.

Sementara jumlah pengungsi di Jakarta Timur sebanyak 13.516 orang yang tersebar di 99 lokasi pengungsian. Kelurahan terdampak banjir di antaranya Kebon Manggis, Kampung Melayu, Bidara Cina, Cipinang Besar Selatan, Klender, Pondok Bambu, Pondok Kelapa, Cawang, Balekembang, Dukuh dan Cipinang Melayu.

Jumlah pengungsi untuk Jakarta Selatan sebanyak 5.305 orang. Mereka berada di 48 lokasi pengungsian. Terdapat enam kelurahan yang terdampak, yaitu Gunung, Petongan, Pengadegan, Cilandak Timur, Pejaten Timur dan Manggarai Selatan.

Umumnya, para pengungsi banjir di Jakarta tersebut membutuhkan makanan, air bersih, selimut, dan karpet.

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id