Pesan Luhut ke SBY: Duduk Manislah Seperti Habibie

News | Kamis, 29 Juli 2021 11:30

Reporter : Ahmad Baiquni

Luhut sempat diserang SBY lantaran dianggap mengeluarkan ancaman.

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, tengah menjadi topik perbincangan hangat dalam beberapa hari ini. Keduanya terlibat saling sindir terkait cara komunikasi serta penanganan Covid-19.

Dalam wawancara bersama jurnalis senior Andy F Noya, Luhut sempat menyindir SBY. Sindiran tersebut muncul setelah Andy meminta Luhut memberikan tanggapan atas pernyataan SBY agar dia tak suka mengeluarkan ancaman.

" Ancaman dalam pernyataan SBY, Anda menanggapinya gimana?" tanya Andy, dalam video wawancara di program Kick Andy Double Check.

Luhut menyatakan tidak ada yang aneh dengan apa yang sudah dia sampaikan. Dia tidak ambil pusing dengan pernyataan SBY.

" Silakan saja ngomong begitu, saya enggak masalah. Anak buah saya yang kerja setiap hari sama saya tenang-tenang aja kok. Saya care sama orang banyak. Saya keras itu betul, saya keras terhadap pendirian saya," kata Luhut.

Pesan Luhut ke SBY: Duduk Manislah Seperti Habibie
Menko Kemaritiman Dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
2 dari 5 halaman

Pesan Luhut ke SBY: Duduk Manis, Datang Sekali Mengkritik

Andy sempat menyinggung status SBY yang merupakan adik angkatan Luhut di Akmil. Luhut pun menjawab dengan ringan, menyatakan setiap orang punya hak mengkritik.

" Saya titip pesan ke pemimpin-pemimpin sebelumnya, ya lebih bagus seperti kaya Pak Habibie lah, ya duduk manis, datang sekali megkritik. Tidak perlulah yang berkuasa sekarang ini di bawah kita. Mungkin saja bapak A dan B itu lebih pintar tapi sekarang yang berkuasa ini ya sudahlah," kata dia.

Andy lalu menegaskan kepada Luhut apakah pernyataan tersebut sebagai serangan balik. Tetapi, Luhut menampik hal itu.

" Saya tidak menyerang, saya hanya menyampaikan ini posisinya, tidak ada mentang-mentang," kata dia.

3 dari 5 halaman

Luhut: Kita Sudah Masuk Skenario Terburuk, Antisipasi 100 Ribu Kasus Sehari

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menjelaskan Pemerintah saat ini menjalankan skenario terburuk dalam penanganan Covid-19. Ini menyusul terjadinya penambahan kasus yang sudah melampaui level 50 ribu dalam sehari

" Kami sudah masuk pada worst case scenario (skenario terburuk) yang sudah kami duga, kita akan naik di atas," ujar Luhut dalam konferensi pers, disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Luhut mengatakan data terkini penambahan kasus Covid-19 harian sudah berada di level 54.517. Angka ini merupakan yang tertinggi selama terjadinya pandemi.

" Kita berharap jangan lebih dari 60 ribu karena itu nanti mesti ada perkiraan lain lagi," kata dia.

 

4 dari 5 halaman

Langkah Antisipasi Pemerintah

Untuk mengantisipasi semakin meningginya kasus harian, sejumlah langkah telah disiapkan Pemerintah. Seperti meningkatkan capaian vaksinasi harian.

" Indonesia telah mengamankan stok vaksin sebesar 480,7 juta. Jadi kita basically nggak ada masalah," kata Luhut.

Luhut mengakui capaian vaksinasi harian masih fluktuatif. Terkadang jumlah dosis yang sudah disuntikkan bisa di atas target 1 juta per hari namun juga bisa di bawahnya.

" Jadi kita masih ingin supaya bisa 31 juta disuntikkan," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Siapkan Skenario 100 Ribu Kasus Sehari

Selain itu, Pemerintah juga menambah jumlah tempat tidur di sejumlah rumah sakit. Termasuk pula mendirikan rumah sakit darurat serta penyiapan fasilitas isolasi terpusat dengan memanfaatkan gedung milik institusi pemerintahan dan negara.

Tak hanya itu, jumlah tenaga kesehatan terus ditambah. Baik itu perawat maupun dokter.

Lebih lanjut, Luhut menyatakan Pemerintah cukup siap menghadapi lonjakan kasus tinggi mencapai 60 ribu dalam sehari. Skenario yang disiapkan pemerintah masih cukup baik dalam mengatasi lonjakan.

" Kita tidak berharap, mungkin sampai ke 100 ribu, tapi itupun kami sudah rancang sekarang kalaupun sampai terjadi ke sana," kata Luhut.

Join Dream.co.id