Tekan Covid-19, Rusia Terapkan Pekan Tanpa Kerja Tapi Tetap Dibayar

News | Jumat, 22 Oktober 2021 10:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Rusia saat ini menghadapi lonjakan Covid-19, dengan angka kematian tertinggi kedua dunia setelah AS.

Dream - Rusia saat ini menjadi salah satu negara yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Sementara capaian vaksinasi Covid-19 masih sangat rendah.

Untuk mengatasi lonjakan ini, Presiden Vladimir Putin menyetujui penerapan pekan tanpa kerja berbayar. Kebijakan ini diberlakukan pada 30 Oktober hingga 7 November 2021.

Putin telah menandatangani dekrit yang mengizinkan otoritas regional untuk memperpanjang hari tidak bekerja setelah 7 November dengan tetap digaji. Keputusan tersebut juga memberi kewenangan kepada pemerintah federal dan regional untuk menentukan bagaimana lembaga budaya dan kesehatan mereka akan beroperasi pada hari-hari tidak bekerja.

Langkah-langkah tersebut secara efektif merupakan libur berbayar. Juga perintah bagi bisnis yang tidak penting untuk merumahkan pekerja mereka.

 

Tekan Covid-19, Rusia Terapkan Pekan Tanpa Kerja Tapi Tetap Dibayar
Presiden Rusia Vladimir Putin
2 dari 4 halaman

Sindir Kalangan Terdidik Tolak Vaksinasi

Selama pidato yang disiarkan televisi, Putin menekankan pentingnya vaksinasi dan menyerukan perluasan pengujian virus corona secara nasional. Dia pun menyindir masyarakat yang menolak divaksinasi, padahal memiliki gelar akademik yang tinggi.

" Aneh, orang yang berpendidikan tinggi, orang dengan gelar tinggi, tidak mau divaksinasi. Kami memiliki vaksin yang aman dan efektif," kata Putin.

Dia pun meminta masyarakat untuk segera mengikuti vaksinasi. Putin juga mengingatkan hal itu tidak hanya bermanfaat secara individu namun juga bagi kehidupan orang-orang terdekat.

" Kami hanya memiliki dua cara untuk melewati (pandemi) ini: sakit atau divaksinasi, tetapi lebih baik divaksinasi," kata Putin.

Pemerintah Rusia sejauh ini enggan memberlakukan lockdown nasional meskipun memiliki angka kematian Covid-19 tertinggi di Eropa. Bahkan saat ini Rusia memiliki kematian harian tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

" Saya memperhatikan situasi di daerah. Dalam kasus apa pun statistik tidak boleh diremehkan," kata Putin.

 

3 dari 4 halaman

Rekor Kematian Pecah Tiga Pekan Berturut-turut

Rusia telah memecahkan rekor kematian harian akibat Covid selama tiga pekan berturut-turut. Sementara mayoritas penduduk Rusia tetap enggan mengambil salah satu vaksin yang dikembangkan di dalam negeri.

Hampir setengah dari populasi Rusia (45,6 persen) mengatakan mereka tidak akan pernah menggunakan vaksin buatan Rusia atau asing untuk melawan virus corona.

Sementara hampir 19 persen mengatakan mereka lebih suka menunggu sampai tahun depan sebelum memutuskan, menurut survei Sekolah Tinggi Ekonomi Moskow yang diterbitkan bulan lalu.

 

4 dari 4 halaman

Gaji Tetap Dibayar Selama Libur Sepekan

Putin mengatakan gaji karyawan harus dibayarkan selama pekan tanpa kerja nasional.

Untuk mengimbangi biaya bisnis, Wakil Perdana Menteri Pertama Andrei Belousov mengusulkan pemberian kredit didukung negara kepada usaha kecil dan menengah di sektor yang paling terpengaruh. Bantuan tersebut dinilai dapat menutupi sebagian gaji karyawan, sama dengan upah minimum nasional sebesar 12.792 rubel, setara Rp2,5 juta.

Rusia harus menunda perjalanan mereka ke daerah lain.

Covid telah merenggut nyawa lebih dari 1.000 orang Rusia per hari. Sementara hanya 32 persen orang dewasa yang telah divaksinasi penuh dengan dua dosis, meskipun ketersediaan vaksin Sputnik V berlimpah sejak musim dingin lalu, dikutip dari The Moskow Times.

Join Dream.co.id