Rokok Elektrik Meledak, Gigi Hancur dan Rahang Patah

News | Jumat, 21 Juni 2019 18:00
Rokok Elektrik Meledak, Gigi Hancur dan Rahang Patah

Reporter : Maulana Kautsar

Beberapa gigi perlu dicabut karena rongganya hancur.

Dream - Rokok elektrik kerap dipilih banyak orang sebagai alternatif pengganti rokok tembakau. Meski bahaya larutan yang digunakan masih terus dipelajari, namun kerusakan pada mesin rokok elektrik banyak ditemukan. 

Dilaporkan Live Science, sebuah kasus meledaknya mesin rokok elektrik di mulut penggunanya pernah terjadi dengan efek yang mengerikan.

Mengutip laporan yang diterbitkan The New England Journal of Medicine, korban ledakan yaitu, remaja berusia 17 tahun setahun lalu. Korban dirawat di ruang gawat darurat dua jam setelah ledakan.

Ahli bedah trauma pediatrik di Universitas Utah dan Rumah Sakit Anak Primer di Salt Lake City, Amerika Serikat, Katie Russell, mengatakan, ledakan mesin itu membuat gigi pengguna hancur dan rahang bawahnya patah.

Katie mengatakan, beberapa gigi perlu dicabut karena rongganya hancur.

Bocah itu juga membutuhkan lempeng gigi yang diletakkan di bawah gusi bawahnya untuk menstabilkan tulang rahangnya.

" Tetapi mulutnya masih belum bisa ditutup dengan benar, sehingga dokter menutup rahangnya selama enam minggu untuk memberikan waktu untuk sembuh," kata Katie.

Katie dan rekan-rekannya ingin mempublikasikan kasus ini karena mereka terkejut dengan tingkat cedera yang terjadi akibat rokok elektronik.

" Ketika saya bertemu pasien ini, saya tidak tahu bahwa Vape bisa berdampak seperti ini. Dibutuhkan banyak kekuatan untuk mematahkan rahang Anda," kata Russell.

2 dari 6 halaman

Belum Punya Gigi Pengganti

Sekarang sudah lebih dari satu tahun sejak insiden bocah itu. Selama waktu itu, lebih banyak laporan tentang ledakan rokok elektrik telah terungkap.

Meski belum punya gigi pengganti karena masalah asuransi, kebiasaan remaja itu menggunakan rokok elektrik telah berhenti. " Dia benar-benar berhenti semua rokok setelah kejadian ini," ujar dia.

Pada Februari 2019, seorang pria 24 Texas, Amerika Serikat, meninggal setelah mesin rokok elektriknya meledak di wajahnya dan merobek arteri utama di lehernya, menurut CNN.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) tak jelas penyebab pasti dari ledakan ini tidak jelas. FDA menduga, masalah perangkat baterai dapat menyebabkan ledakan semacam ini. 

Untuk membantu mencegah ledakan semacam ini, FDA menyarankan agar pengguna menghindari pengisian rokok elektrik semalaman atau membiarkan perangkat tanpa pengawasan saat pengisian daya, hindari menggunakan pengisi daya ponsel atau tablet dengan perangkat, ganti baterai mesin rokok elektrik jika rusak atau basah; dan lindungi perangkat dari suhu panas atau dingin yang ekstrem, seperti tidak meninggalkannya di bawah sinar matahari langsung atau dalam mobil dingin atau panas untuk waktu yang lama.

3 dari 6 halaman

Tahun Depan, Rokok Elektrik Dikenakan Cukai 57 Persen

Dream – Buat Sahabat Dream yang mengkonsumsi rokok elektrik, siap-siap, ya. Tahun depan, pemerintah akan mengenakan cukai untuk rokok elektrik alias vape.

Tak tanggung-tanggung. Pemerintah akan mengenakan besaran cukai rokok elektrik lebih dari 50 persen.

“ Untuk electric cigarette/vape, sudah diputuskan akan dikenakan cukai pada 1 Juli 2018 sebesar 57 persen dari harga jual eceran dan ini akan disosialisasikan terus,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com, Kamis 9 November 2017.

Heru mengatakan keputusan ini telah mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Mereka resah dengan penyalahgunaan rokok elektronik itu. Misalnya, karena harganya murah, rokok elektronik ini dikonsumsi oleh anak-anak SD secara bergantian. Bisa juga mereka patungan membeli vape.

Aturan ini akan mencegah rokok elektronik dikonsumsi oleh konsumen yang berada di bawah umur. 

“ Nah, ini dengan harga yang dikoreksi dengan cukai ini akan  ada pembatasan-pembatasan lanjutan,” kata dia.

 

4 dari 6 halaman

Hindari Konsumsi Vape

Heru mengatakan aturan ini tak bermaksud untuk mengejar pendapatan, tetapi mengendalikan konsumsi vape.

“ Kami tidak fokus pada berapa jumlah penerimaan tetapi apakah rokok baik yang konvensional maupun yang elektrik ini betul-betul sudah bisa dikendalikan konsumsinya. Dalam arti, dia dikonsumsi oleh orang-orang yang memang diperkenankan atau dengan kata lain tidak dikonsumsi oleh di luar itu seperti anak-anak,” kata dia.

Selain itu, Heru mengungkapkan potensi penerimaan cukai dari rokok elektronik sangat kecil sehingga regulasinya tidak akan dibuat berdiri sendiri namun akan dimasukkan ke dalam golongan hasil tembakau lainnya

“ Ini keputusan bersama yang nanti secara resmi akan diajukan oleh pemerintah. Inilah keputusan bersama pemerintah ini bukan semata-mata keputusan oleh Kementerian Keuangan,” kata dia.

(Sah)

5 dari 6 halaman

Liquid High, Narkoba Jenis Baru untuk Isi Ulang Rokok Elektrik

Dream - Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap narkoba jenis baru bernama Liquid High. Barang haram yang biasa digunakan untuk isi ulang vape atau rokok elektrik.

" Saya sampaikan pengungkapan narkoba jenis baru, narkotik sintetik yang beberapa hari ini menjadi trending topic di lingkungan kita," katq Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Gidion Arif Setyawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 1 Agustus 2017.

Gidion menjelaskan, pengungkapan kasus itu bermula dari informasi masyarakat bahwa ada transaksi narkoba jenis Liquid High dengan ukuran 60 mililiter. Harganya mencapai Rp2,5 juta melalui Instagram dengan nama akun Mamen Liq.

Pesanan itu kemudian dikirim menggunakan jasa ojek online dengan alamat belakang Universitas Al Azhar, Jakarta Selatan pada Kamis, 6 Juli 2017. Pesanan diterima oleh MS yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

" Dari hasil penggeledahan ditemukan di dalam tas tersangka, ada tiga botol cairan Liquid High masing-masing berisi lima mililiter," ucap dia.

 

6 dari 6 halaman

Kandungan Liquid High

Narkoba jenis baru© Dream.co.id/Ilman

Dari hasil interogasi MS, polisi juga akhirnya menangkap GW dan KH. Dari tangan GW, polisi menyita 27 botol Liquid High.

Gidion menjelaskan Liquid High mengandung narkotika jenis 5-fluoro-ADB yang memiliki efek samping seperti ganja.

" Hasil pengecekan laboratorium forensik bahwa Liquid High mengandung narkotika jenis 5-fluoro-ADB," kata dia.

Menurut Gidion, total ada satu botol cairan Liquid High berisi 60 mililiter dan 30 botol Liquid High berisi lima mililiter yang disita polisi.

Para pelaku terancam pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 113 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana hukuman mati, penjara seumur hidup penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. (ism) 

Terkait
Join Dream.co.id