Ini Alasan Kang Emil Desain Masjid yang Dituduh Simbol Iluminati

News | Sabtu, 1 Juni 2019 04:00
Ini Alasan Kang Emil Desain Masjid yang Dituduh Simbol Iluminati

Reporter : Maulana Kautsar

Caci maki manusia mah tidak akan menggetarkan iman dan keyakinan saya, kata Ridwan Kamil.

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjelaskan tuduhan telah terinspirasi iluminati saat mendesain masjid. Dalam unggahannya di Instagram, Ridwan Kamil menjelaskan alasannya mendesain masjid dengan ornamen geometri segitiga.

"Allah SWT menganugerahi saya daya imajinasi, yang saya gunakan untuk kebermanfaatan hidup," tulis Ridwan Kamil, dikutip Dream, Sabtu, 1 Juni 2019.

Pria yang biasa disapa Kang Emil itu menjelaskan mendesain masjid merupakan salah satu minatnya. Tak hanya itu, Kang Emil berharap setiap desain yang dibuatnya bisa menjadi sarana dakwah

"Karena bukan ustadz, minimal saya berdakwah dengan menghadirkan infrastruktur dakwah yaitu ragam masjid di seluruh dunia yang sempit dan sementara ini," ujar dia.

Ridwan menjelaskan ingin menyumbangkan kemajuan seni dan arsitektur Islam. Dia beralasan, estetika Islam sangat kuat di geometri.

"Maka dari itu setiap desain masjid selalu berusaha baru dan geometri berbeda," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram

. Allah SWT menganugerahi saya daya imajinasi, yang saya gunakan untuk kebermanfaatan hidup. Bisa dalam bentuk berinovasi dalam desain bangunan/ruang arsitektur atau mengimajinasikan skenario2 perubahan sebagai pemimpin masyarakat. . Mendesain Masjid adalah salah satu minat terkuat atau passion saya. Karena bukan ustadz, minimal saya berdakwah dengan menghadirkan infrastruktur dakwah yaitu ragam masjid di seluruh dunia yang sempit dan sementara ini. . Saya ingin menyumbangkan kemajuan seni dan arsitektur Islam. Estetika Islam sangat kuat di geometri. Maka dari itu setiap desain masjid selalu berusaha baru dan geometri berbeda. . Hasilnya beragam dari 1/2 kubah, multi kubah, kotak, silinder, tradisional sampai dengan bentuk-bentuk poligon seperti segitiga. Berbeda-beda karena desain yg baik harus merespon Geografi, lokasi, iklim, ukuran, budaya dll. . Masjid Al Safar adalah hasil riset teori Folding Architecture alias lipatan. Seperti origami, hasilnya adalah lekukan dan ruang berbentuk segitiga. . Jika hasilnya ditafsir macam-macam, itu dipersilakan. Seperti Monas yang ditafsir macam2. Saya tidak perlu marah terhadap tafsir, yang penting saya jelaskan bahwa jika Masjid Al Safar dikatakan sebagai implementasi dari simbol2 iluminati itu adalah kesimpulan KELIRU. Karena itu tidak benar dan tidak dimaksudkan. Dan tentunya selalu saya ikhlaskan dan maafkan, kesimpulan2 tanpa tabayun seperti ini yang kemudian diviralkan untuk merusak nama baik dan keimanan saya . Isu ini pernah dihebohkan oleh pihak yang sama di zaman pilgub 2018 untuk menjelekkan saya saat kampanye. Saya sudah maafkan, move on dan saya hanya berdoa. Alhamdulillah, Allah SWT ternyata lebih mengabulkan doa saya, bukan doa dan harapan mereka. . Saya mah tidak akan berhenti berkarya dan membawa kemajuan karena saya yakini itulah tugas Allah SWT kepada saya di dunia ini. Kebahagiaan saya adalah melihat masjid-masjid yg saya desain makmur dan ramai. Alhamdulillah. . Selama saya yakini, saya tidak melanggar syariat Allah SWT dan tidak melakukan apa yang difitnahkan, omongan dan caci maki manusia mah tidak akan menggetarkan iman dan keyakinan saya. . faidza azzamta fatawakkal Alallah. Hatur Nuhun.

A post shared by Ridwan Kamil (@ridwankamil) on

2 dari 2 halaman

Caci Manusia Tak Akan Getarkan Iman Saya!

Dari penggunaan geometri tersebut, dia dapat menghasilkan banyak hal. Misalnya, kubah multi kotak, silinder, tradisional hingga poligon hingga segitiga.

" Berbeda-beda karena desain yang baik harus merespon geografi, lokasi, iklim, ukuran, budaya dan lain-lain," ucap dia.

Desain Masjid Al Safar yang pernah menghebohkan sebetulnya masalah lama. Bahkan pernah muncul saat pencalonannya sebagai gubernur Jawa Barat 2018.

" Saya sudah maafkan, move on dan saya hanya berdoa. Alhamdulillah, Allah SWT ternyata lebih mengabulkan doa saya, bukan doa dan harapan mereka," kata dia.

Kang Emil, sapaannya, berjanji tidak akan berhenti berkarya dan membawa kemajuan. Sebab, dia meyakini itulah tugas Allah SWT kepada saya di dunia ini.

" Selama saya yakini, saya tidak melanggar syariat Allah SWT dan tidak melakukan apa yang difitnahkan, omongan dan caci maki manusia mah tidak akan menggetarkan iman dan keyakinan saya. faidza azzamta fatawakkal Alallah," ujar Ridwan Kamil.(Sah)

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id