Ridwan Kamil Imbau Tes Covid-19 Masif Digelar di Kawasan Industri

News | Sabtu, 4 Juli 2020 16:01
Ridwan Kamil Imbau Tes Covid-19 Masif Digelar di Kawasan Industri

Reporter : Ahmad Baiquni

Hal ini menyusul adanya klaster baru penyebaran Covid-19 yaitu di pabrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta seluruh jajarannya untuk menggelar tes Covid-19 masif di kawasan industri di wilayahnya. Hal ini menyusul ditemukannya kasus positif pada di kawasan industri di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

" Kita akan fokus ke (pengetesan masif di kawasan) industri. Karena kasus di Unilever di Kabupaten Bekasi itu lintas wilayah, (karyawan) kerjanya di Kabupaten Bekasi, ada (pekerja) yang datang dari Karawang sebagian," ujar Ridwan, dikutip dari .

Ridwan pun meminta seluruh kepada daerah untuk mewajibkan industri besar menggelar PCR mandiri. " Minimal 10 persen dari total pekerja secara acak untuk memastikan tidak ada anomali lainnya," kata dia.

Gubernur yang biasa disapa Kang Emil ini mengaku khawatir dengan tren peningkatan data reproduksi Covid-19 di Jawa Barat. Bahkan tingkat bahaya sudah masuk zona kuning.

" Peningkatan reproduksi Covid-19 di kita (Jabar) masuk zona lampu kuning lah, hampir menyentuh di angka satu," ucap Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan mengatakan keputusan PSBB tidak diperpanjang bukan berarti mengurangi tingkat kewaspadaan. Dia pun meminta setiap pemerintah daerah tetap melakukan pengetatan dan peningkatan kewaspadaan dalam skala mikro.

2 dari 5 halaman

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi sebelumnya menetapkan klaster baru penyebaran Covid-19 di sebuah pabrik di kawasan industri CIkarang. Kasus ini mendapat perhatian serius dari semua pihak.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, dr Alamsyah, mengatakan sejauh ini sudah ada 500 orang yang menjalani pemeriksaan swab dari klaster baru tersebut. Baik dari unsur karyawan, keluarga maupun para tetangganya.

" Tracking belum mengerucut dari pasien pertama dari mana. Gugus Tugas dengan perusahaan masih mendalami, bukan mereka-reka, untuk mengetahui awal mata rantainya, dari pasien 01 masih belum terang," kata dia.

(Sah, Sumber: /Aksara Bebey)

3 dari 5 halaman

Tak Perlu Panik, Produk dari Pabrik Terpapar Covid-19 di Bekasi Aman

Dream - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Dr Alamsyah mengimbau masyarakat tidak panik dengan laporan adanya pegawai terpapar Covid-19 di salah satu pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Pihaknya memastikan kecil kemungkinan produk dari pabrik akan terkontaminasi.

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi juga mengapresiasi langkah manajemen perusahaan yang terbuka dan cepat dalam menangani kondisi tersebut.

" Tidak perlu kahwatir mengenai kontaminasi produk," ujar Alamsyah dalam pernyataan tertulis bersama Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi dan PT Unilever Indonesia Tbk, Kamis, 2 Juli 2020.

Alamsyah menegaskan, sejauh ini belum ada bukti transmisi penyakit melalui barang konsumen dan/atau produk sehari-hari, baik selama wabah ini atau wabah yang serupa sebelumnya.

" Untuk itu kemungkinan adanya hal in sangat kecil untuk terjadi," tegasnya.

4 dari 5 halaman

Pabrik Terapkan Prokotol Ketat

Menurut Alamsyah, tim sudah melakukan kunjungan ke lokasi dan berkoortinasi dengan manajemen setempat. Dari tinjauan tersebut, perusahaan diketahui memiliki beberapa pabrik yang setiap gedungnya telah memiliki protokol pemisahan zona kerja dan area produk yang ketat.

" Kami menghargai bahwa perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan, bersikap proaktif , terbuka dan terus berkoordinasi dengan kami,” ujar Alamsyah.

Sementara itu, Direktur Corpporate Affair dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso memastikan keamanan dan rantai pasokan dari produk perusahaan tidak akan berpengaruh setelah perusahaan menghentikan sementara operasional salah satu fasilitas pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Fasilitas produksi pabrik itu adalah gedung TBB yang merupakan satu bagian dari kompleks pabrik PT Unilever Indonesia Tbk di Cikarang. Di dalam kompleks tersebut telah diterapkan pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat.

“ Operasional segera kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut, untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan," ujar Sancoyo.

 

5 dari 5 halaman

Pasokan Produk Takkan Terganggu

Dia menambahkan, Unilever secara global memiliki protokol yang tegas dalam menangani kasus COVID-19, dan kebijakan ini diterapkan pada seluruh kantor dan pabrik Unilever di 180 negara, termasuk di Indonesia.

" Sejak awal pandemi, kami telah melakukan zonasi pada kompleks pabriknya. Kompleks pabrik Unilever Cikarang terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat," katanya.

Diakuinya, produk Unilver merupakan bagian penting dalam keseharian konsumen sehingga perusahaan memastikan kondisi ini tidak akan mempengaruhi pasokan kepada konsumen. " Stok yang ada di gudang kami maupun di gudang distributor dan pelanggan masih mencukupi,” tegasnya.

Langkah-langkah yang diterapkan PT Unilever Indonesia Tbk di gedung TBB pabrik Cikarang adalah protokol keamanan untuk seluruh fasilitas operasional Unilever di seluruh Indonesia. Protokol tersebut diantaranya, pemberlakukan larangan perjalanan, pengaturan kerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di kantor (office-based), tim dokter perusahaan yang siaga membantu karyawan di daerah masing-masing, serta pemantauan kesehatan yang dilakukan setiap hari dengan standar pengawasan dan prosedur tindak lanjut yang ketat.

Join Dream.co.id