Ribuan Masjid di Xinjiang Dilaporkan Dihancurkan

News | Senin, 28 September 2020 10:01
Ribuan Masjid di Xinjiang Dilaporkan Dihancurkan

Reporter : Ahmad Baiquni

Tidak hanya masjid, situs bersejarah pun tak luput dari penghancuran.

Dream - Ribuan masjid di Xinjiang dilaporkan telah hancur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya tekanan otoritas China terhadap kelompok minoritas Muslim.

Fakta itu terkuak lewat proyek data ekspansif Insitute Kebijakan Strategis Australia (ISPA), yang menggunakan citra satelit dan laporan lapangan untuk memetakan pembangunan kamp tahanan yang berkelanjutan. Juga perusakan situs budaya dan agama di bagian utara.

Lembaga thinktank Australia itu menyatakan, klaim Pemerintah China menyatakan ada lebih dari 24 ribu masjid yang saat ini berdiri di Xinjiang dan berkomitmen untuk melindungi serta menghormati keyakinan, ternyata bertolak belakang dengan temuan itu.

Bahkan diperkirakan hanya ada 15 ribu masjid yang masih berdiri dengan lebih dari setengahnya rusak.

" Ini adalah angka terendah sejak Revolusi Kebudayaan, ketika yang tersisa kurang dari 3.000 masjid," demikian bunyi laporan tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Kondisi Memprihatinkan

Ditemukan dua per tiga masjid di kawasan tersebut yang terdampak, dan sekitar 50 persen situs budaya dilindungi dalam keadaan rusak atau dirusak. Termasuk pengrusakan total Ordam mazar, situs suci kuno yang dibangun pada abad ke-10.

Sejak 2017, diperkirakana sekitar 30 persen masjid dihancurkan, dan sekitar 30 persen lainnya rusak. Termasuk penghapusan fitur arsitektur seperti kubah dan menara.

Sementara sebagian besar situs tetap sebagai lahan kosong, yang lain diubah menjadi jalan dan tempat parkir mobil atau diubah untuk keperluan pertanian, kata laporan itu.

Beberapa diratakan dengan tanah dan dibangun kembali dengan ukuran lebih kecil dari sebelumnya. Termasuk Masjid Agung Kashgar, dibangun pada 1540 dan diberikan perlindungan bersejarah tingkat tertinggi kedua oleh otoritas Tiongkok.

 

3 dari 3 halaman

Banyak Masjid Berubah Fungsi

Daerah yang menerima banyak wisatawan, termasuk ibu kota, Urumqi, dan kota Kashgar, berada di luar, dengan sedikit kerusakan yang tercatat. Tetapi ASPI mengatakan laporan dari pengunjung ke kota-kota menunjukkan mayoritas masjid digembok atau telah diubah penggunaannya menjadi yang lain.

ASPI membandingkan citra satelit baru-baru ini dengan koordinat yang tepat dari lebih dari 900 situs keagamaan terdaftar secara resmi, yang dicatat sebelum penumpasan tahun 2017.

Kemudian menggunakan metodologi berbasis sampel untuk membuat perkiraan yang kuat secara statistik dengan referensi silang dengan data sensus.

Sumber: The Guardian

Join Dream.co.id