KPAI: Gadis NTT yang Tewaskan Pemerkosanya Tak Bisa Dipidana

News | Sabtu, 20 Februari 2021 08:02
KPAI: Gadis NTT yang Tewaskan Pemerkosanya Tak Bisa Dipidana

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Remaja putri di NTT membela diri sampai akhirnya menewaskan pria yang hendak melakukan pemerkosaan terhadapd irinya.

Dream - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai, remaja putri di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melakukan aksi bela diri sampai menewaskan pria yang hendak melakukan pemerkosaan terhadap dirinya, tidak bisa dijadikan tersangka.

Menurut KPAI, hal itu tertuang dalam Kitab Hukum Undang-undang Pidana (KUHP). Menurut KPAI, kasus ini harus dilihat lebih jauh.

" Saat anak melakukan pembelaan diri terhadap pemerkosaan yang dilakukan terhadap dirinya, maka sesuai dengan KHUP dalam Pasal 49 ayat 1 dan 2 tidak bisa dipidana," ujar Komisioner KPAI Jasra Putra kepada Liputan6.com, Jumat 19 Februari 2021.

2 dari 4 halaman

Jasra menyebut, tidak bisa dipidananya gadis asal Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT berusia 16 tahun itu lantaran mencoba mempertahankan diri dari percobaan pemerkosaan. Atas dasar tersebut, KPAI mengirimkan surat kepada Polres TTS.

" KPAI sedang mengirimkan surat ke Kapolres Timur Tengah Selatan terkait atensi khusus anak, yang ditembuskan ke Polda NTT, di mana usia pelaku masih usia anak, 16 tahun, yang masih memiliki masa depan," kata Jasra.

Jasra menyebut, pengiriman surat yang dilakukan KPAI merupakan bentuk pengawalan dan pengawasan dari KPAI terhadap kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini.

" Kita akan lakukan pengawasan, mengirim surat tersebut bagian dari pengawasan kita agar UU 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dipastikan berjalan dan dipakai oleh para pihak dalam menyelesaikan kasus anak berhadapan dengan hukum, termasuk aturan lainya yang bisa memberikan keadilan dan kepentingan terbaik bagi anak," kata Jasra.

3 dari 4 halaman

Remaja Nyaris Diperkosa

Sebelumnya, seorang gadis ditangkap Polres Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur karena diduga membunuh seorang pria berinisial NB, 48 tahun, di Desa Kualin, Kecamatan Kualin.

Informasi yang dihimpun, gadis berinisial MSK ini terpaksa membunuh NB karena nyaris diperkosa saat mencari kayu bakar di hutan.

Ditolak ajakan berhubungan intim, NB kemudian memukul dan melakukan percobaan pemerkosaan.

 

 



4 dari 4 halaman

Merasa terancam, gadis itu langsung membela diri dengan cara memukul NB hingga tewas dan meninggalkan jenazah korban di hutan.

Polres Timor Tengah Selatan kemudian menyelidiki kasus pembunuhan itu pasca penemuan jenazah di hutan. Pelaku mengarah ke gadis belia tersebut, sehingga diamankan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sumber: liputan6.com

Join Dream.co.id