Kisah Relawan Italia Masuk Islam

News | Kamis, 14 Mei 2020 07:00
Kisah Relawan Italia Masuk Islam

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila

Begini kisahnya

Dream - Selalu ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. Termasuk keputusan seseorang untuk memeluk agama Islam. Hidayah yang datang memang tidak bisa diduga akan diberikan Allah kepada siapa yang dikehendaki.

Banyak orang yang tak mengenal Islam, menjadi tergerak hatinya selepas merasakan kejadian - kejadian unik. Ada berbagai kisah menarik dan menyentuh yang dibagikan di berbagai media sosial. Kisah hijrah para muallaf ini pun kerap kali diwarnai perjuangan keras, pencarian jati diri, hingga akhirnya yakin memeluk agama islam.

Dilansir oleh aa.com, berikut sebuah kisah relawan Italia yang memutuskan masuk Islam setelah diselamatkan dari penculikan di Kenya. 

2 dari 3 halaman

Relawan Italia Memutuskan Masuk Islam

Relawan yang memutuskan memeluk agama Islam tersebut adalah Silvia Constanza Romano. 

Romano yang berusia 25 tahun merupakan seorang relawan asal Italia. Ia diculik dari kota pesisir tenggara Chakama di Kenya pada November 2018.

Dia diselamatkan pada hari Minggu melalui upaya bersama oleh badan intelijen Turki, Somalia, dan Italia. 

" Mereka meyakinkanku bahwa aku tidak akan dibunuh, dan memang begitu," kata Romano kepada kantor berita Italia, ANSA.

Romano mengungkapkan keinginannya masuk Islam adalah atas kemauannya sendiri dan bukan dengan paksaan. Hijrahnya Romano pun terjadi di pertengahan penahanannya.

" Hal itu spontan dan tidak dipaksakan. Dalam bulan-bulan ini saya diberi Alquran dan terima kasih kepada para penculi, saya juga belajar bahasa Arab," katanya.

" Mereka menjelaskan alasan dan budaya mereka kepada saya. Proses masuk Islam pun berjalan perlahan, tanpa pernikahan atau hubungan lainnya" tambahnya.

3 dari 3 halaman

Operasi Penyelamatan dilakukan atas Kerjasama Turki, Somalia, dan Italia

Penyelamatan Romano diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Italia dan Kerjasama Internasional, Marina Sereni.

" Telah ada kerja sama dengan dinas intelijen Turki untuk menemukannya dan mengambil tindakan pada waktu yang tepat," Marina Sereni mengatakan kepada saluran TV LA7.

Media Italia melaporkan bahwa Romano menjadi sukarelawan di organisasi bantuan bernama Milelel Onlus di Afrika dan telah berada di Kenya selama beberapa waktu.

Media Italia pun menekankan bahwa Romano diselamatkan karena operasi yang dilakukan bekerja sama dengan dinas rahasia Turki, Somalia dan Italia.

" Telah ada kerja sama dengan dinas rahasia Turki di wilayah itu untuk menemukan dan mengambil tindakan pada waktu yang tepat," katanya.

Silvia Romano diselamatkan dari operasi yang diadakan pada 8-9 Mei lalu. Setelah 18 bulan penahanan, Silvia Romano tiba di Bandara Ciampino di ibu kota Roma pada siang hari dengan jet pribadi milik negara Italia.

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, Menteri Luar Negeri, Luigi Di Maio dan keluarganya menyambut kedatangan Romano dan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang berkontribusi dalam penyelamatannya.

Sebelumnya Romano ditangkap oleh sejumlah pria bersenjata menangkap Romano, pada November 2018. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan itu, yang menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya serangan oleh gerilyawan.

Polisi dan penduduk mengatakan pada saat itu, orang-orang bersenjata menangkap Romano dari sebuah wisma di Chakama, sebuah kota kecil di selatan perbatasan dengan Somalia dan dekat pantai.

Kelompok militan Somalia Al Shabab telah secara berkala melakukan serangan di Kenya, termasuk serangan terhadap sebuah universitas pada bulan April 2015 di mana 148 orang tewas.

Join Dream.co.id