Bantuan Satgas Karhutla DKI Ditolak Riau, Ini Kata Anies Baswedan

News | Rabu, 18 September 2019 17:13
Bantuan Satgas Karhutla DKI Ditolak Riau, Ini Kata Anies Baswedan

Reporter : Maulana Kautsar

Anies bersyukur pemadaman secara mandiri.

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengirim 65 personel untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau. Tetapi, bantuan itu ditolak Satgas Karhutla Riau.

Penolakan tersebut ditanggapi ringan oleh Anies. Dia mengaku bersyukur karena Satgas Karhutla Riau mampu secara mandiri mengatasi kobaran api yang melalap lahan kering.

" Kami bersyukur kalau masalah api sudah selesai, karena memang tujuan kita adalah membantu memadamkan api dan mengendalikan dampak-dampak daripada asap," ujar Anies, dilaporkan Liputan6.com, Rabu 18 September 2019.

Anies mengatakan, sebenarnya tim pemadam kebakaran DKI Jakarta dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

 

2 dari 6 halaman

Koordinasi dengan Kemendagri

Anies menyatakan tidak ada yang sia-sia dari bantuan tersebut. Sebab, BNPB dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengarahkan agar bantuan diberikan ke Kalimantan Tengah yang juga mengalami karhutla.

" Jadi ke mananya yang menentukan adalah BNPB. Per tadi informasinya malah diarahkan ke Kalimantan Tengah. Karena di sana kondisinya sedang berat," ujar dia.

" Kami mengirimkan tim untuk membantu, lokasi di mana, diatur antara Kementerian Dalam Negeri dan BNPB. Malah yang berharap datang (bantuan) Jambi. Jambi meminta, kita siapkan. Kita siap mengikuti arahan dari Kemendagri dan BNPB," ujar dia.

Anies mengatakan Pemprov DKI Jakarta selalu untuk memberikan bantuan bila diminta. " Kita kirimnya (bantuan) ke Pemerintah Pusat. Nanti, Pemerintah Pusat yang kirim ke sana (tempat yang butuh bantuan). Jadi memang koordinasinya dengan Kemendagri," ucap dia.

3 dari 6 halaman

Anies Baswedan Kirim 65 Anak Buah untuk Padamkan Kebakaran Hutan Riau

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengirim 65 orang yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) terpadu untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Tim pertama terdiri dari 65 petugas, terdiri dari 25 orang dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, sepuluh dari Dinas Kesehatan, lima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebanyak 5 orang, serta lima orang sebagai tim pendukung.

" Keseluruhan tim gelombang pertama ini akan difokuskan penanggulangannya ke daerah Riau, dan nantinya jika diperlukan akan menyusul tim gelombang selanjutnya ke daerah lain, tergantung kebutuhan penanggulangan karhutla," tulis Anies di laman media sosialnya, Selasa 17 September 2019.

Anies berpesan, agar anggota satgas ini menjalankan penugasan ini penuh tanggung jawab. Sebab, 65 orang itu mewakili ibu kota, dan semua warga Jakarta, untuk ikut membantu memadamkan api.

" Dan ikut membantu menyelamatkan saudara sebangsa dari bencana asap," kata dia.

Anies berharap, penugasan ini membawa pesan bahwa masyarakat Jakarta turun tangan dalam penanganan karhutla. " Pastikan Anda semua datang dengan sepenuh hati agar mereka menyambut Anda juga dengan hati dan bisa bekerja sama dengan baik," ujar dia.

" Pastikan selama bertugas untuk tetap mengikuti koordinasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kita tahu kondisi di sana tidak mudah, paparan asap ada di mana-mana. Karena itu jaga kesehatan teman-teman dengan baik, pastikan selalu fit, sehingga saat nanti kondisi di sana teratasi dan kembali ke Jakarta tetap sehat," kata dia.

4 dari 6 halaman

Jokowi Sholat Istisqa Sebelum Tinjau Kebakaran Hutan di Riau

Dream - Jokowi melaksanakan sholat minta hujan (istisqo) di Masjid Amrulloh, Kompleks TNI Angkatan udara, Lanud RSN, Pekanbaru, Riau, Selasa 17 September 2019. Pelaksanaan sholat tersebut menjadi salah satu upaya untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sisi religi.

Menurut Pelaksana Tugas. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, Jokowi dan rombongan tiba di masjid pukul 07.30 WIB.

Agus menyebut, khatib sholat tersebut, Muhammad Fahri, mengajak kepada seluruh jemaah yang hadir agar bersama-sama intropeksi diri seperti yang sudah dijalankan sebagaimana fungsi khalifah dalam pemeliharaan tumbuhan dan hewan.

 Peserta sholat menggunakan masker

Peserta sholat menggunakan masker

Dalam khotbah singkat tersebut, Fahri menjelaskan kisah Umar Bin Khatab saat meminta hujan. Catatan sejarah itu dapat dijadikan inspirasi dan contoh yang baik agar hujan dapat segera turun.

Usai melaksanakan sholat, kata Agus, Jokowi bersama rombongan segera menuju pangkalan udara TNI AU untuk meninjau karhutla di Kabupaten Pelalawan menggunakan helikopter kepresidenan.

5 dari 6 halaman

Kebakaran Hutan di Kalimanan Dipicu Kebakaran di Australia?

Dream - Kebakaran hutan dan asap tebal di Kalimantan kemungkinan dipicu kebakaran hutan di Australia.

Direktur Jenderal Pengendalian perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, kondisi El Nino saat ini normal. Tapi, karena kebakaran di Australia, anginnya sekarang dari tenggara ke barat laut.

" Nah, sehingga udara kering dari Malaysia itu menambah potensi terjadinya kebakaran," ujar Ruandha, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 16 September 2019.

Ruandha menjelaskan, udara di Indonesia saat ini sedang kering. Walhasil, kondisi hutan rentan dengan api.

Yang menjadi kendala, kata Ruandha, biomassa rentan terbakar yaitu hutan-hutan gambut.

Kondisi inilah yang menyebabkan asap di Kalimantan semakin tebal. Sebab partikel-partikel gambut mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

6 dari 6 halaman

Kebakaran Hutan di luar Wilayah Sawit

Meski begitu, kebakaran hutan yang terjadi saat ini dinilainya tak lebih parah dibanding tahun lalu.

" Kalau menurut catatan kami masih hampir sama ya, tapi mudah-mudahan tidak melebihi tahun lalu," tutur Ruandha.

" Sekarang yang cukup besar kebakarannya itu di Riau, di Kalbar sudah mulai menurun, yang masih tinggi ini di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu kita perlu waspada di sana," lanjut dia.

 Sebaran kebakaran hutan  Kebakaran hutan

Sementara itu, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima kepolisian, kebakaran di Provinsi Riau, memiliki kejanggalan.

Salah satu kejanggalan yang terlihat yaitu, area yang kebakar hanya hutan saja. Sedangkan area kebun sawit dan tanaman lainnya tidak terbakar.

Berdasarkan data hasil analisis dari situs Global Forest Watch, sejak 1 Agustus hingga 14 September 2019, titik api terjadi di luar konsesi hutan industri. " 85 persen areal kebakaran diluar konsesi sawit," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo.

Perjuangan Ria Irawan, Pantang Menyerah Lawan Kanker
Join Dream.co.id