Ramadan Segera Tiba, Kemenag Keluarkan Panduan Beribadah

News | Minggu, 11 April 2021 18:14

Reporter : Mutia Nugraheni

Berikut isi panduan pentingnya yang harus diperhatikan Sahabat Dream.

Dream - Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Seperti tahun sebelumnya, Ramadan kali ini pandemi masih berlangsung. Umat Islam tak bisa bebas beribadan seperti sebelum pandemi karena risiko penularan Covid-19 masih sangat tinggi.

Terutama di tempat ibadan yang dihadiri banyak orang dan berkerumun. Salah tarawih yang biasanya dilakukan secara bersama-sama dan dipenuhi dengan jamaah, belum bisa dilakukan. Begitu pun buka puasa bersama tak bisa dilakukan beramai-ramai dengan mengumpulkan banyak orang.

Untuk mencegah penularan Covid-19 selama Ramadan, Kementerian Agama baru saja menerbitkan Surat edaran No 3/ 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/ 2021 M yang diterbitkan pada 5 April 2021. Berikut isi panduan pentingnya yang harus diperhatikan Sahabat Dream.

- Anjuran sahur dan buka puasa dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti

- Buka puasa bersama harus patuhi jumlah kehadiran maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dan hindari kerumunan

- Persyaratan penyelenggaraan kegiatan ibadah oleh pengurus masjid/ musala, misal terkait penerapan protokol kesehatan, jumlah kehadiran, jarak antar jamaah atau pun durasi pelaksaan

- Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/ 2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Sumber: LawanCovid-19

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Ramadan Segera Tiba, Kemenag Keluarkan Panduan Beribadah
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Kemenag Buat Kajian Manasik Haji di Masa Pandemi Pertengahan Ramadan

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) terus menyiapkan langkah mitigasi penyelenggaraan haji di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah soal pelaksanaan manasik haji yang biasa dilakukan calon jemaah hai sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kemenag menjadwalkan agenda Bahtsul Masail membahas manasik haji. Seluruh aspek akan dikaji dalam forum yang melibatkan para ulama dan ahli fikih.

" Insya Allah, forum Bahtsul Masail ini akan kita gelar pada pertengahan Ramadan 1442H," ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi melalui keterangan tertulis.

 Kemenag Buat Kajian Manasik Haji di Masa Pandemi Pertengahan Ramadan
© Dream

Khoirizi menjelaskan akan ada banyak penyesuaian dalam pelaksanaan ibadah haji jika pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk membukanya. Salah satunya adalah kewajiban penerapan protokol kesehatan.

" Ada berbagai hal yang sebelumnya dapat dilakukan di musim normal, tidak dapat dilakukan atau disesuaikan di masa pandemi. Masalah-masalah keagamaan yang terjadi sebagai dampak pandemi ini perlu dikaji," kata Khoirizi.

 

 

3 dari 5 halaman

Panduan Untuk Jemaah

Dia melanjutkan salah satu tujuan syariat agama adalah menjaga jiwa (hifdz an-fas). Oleh sebab itu, perlu dicari satu formula agar pelaksanaan ajaran agama (hifz ad din) sejalan dengan tujuan menjaga jiwa (hifdz an-fas).

Kasubdit Bimbingan Jemaah, Arsyad Hidayat, mengatakan Bahtsul Masail akan mengkaji dampak kebijakan penanganan Covid-19 terhadap aspek-aspek ibadah dalam pelaksanaan haji dan umroh. Forum ini juga akan mengkaji solusi hukum yang memberikan jaminan keabsahan pelaksanaan ibadah dan memberikan kemudahan dan ketenangan kepada jemaah haji

" Hasil Bahtsul Masail ini akan kami susun menjadi buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh Masa Pandemi untuk didistribusikan kepada jemaah haji," kata Arsyad.

Bahstul Masail ini akan diikuti oleh akademisi, perwakilan ormas Islam, forum komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, asosiasi penyelenggara umrah dan haji khusus, serta para pemerhati dan praktisi haji.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Menag Yaqut Akan Tiadakan Dana Talangan Haji

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, akan mengambil kebijakan terkait antrean haji yang semakin panjang. Dia menyatakan dana talangan haji masuk dalam opsi untuk ditiadakan.

" Kementerian Agama mencoba mencari jalan keluar dari antrean panjang ini. Salah satunya yang kita ambil adalah bagaimana mengambil kebijakan tidak akan ada lagi dana talangan," ujar Gus Yaqut, dikutip dari Kemenag.

Gus Yaqut menilai antrean haji yang sangat panjang di Indonesia, salah satunya disebabkan dana talangan. Keberadaan dana talangan memungkinan orang mendapatkan nomor porsi pendaftaran haji padahal belum memiliki biaya yang cukup.

" Sehingga orang berlomba-lomba dan kita tahu sekarang antreannya sudah sedemikian panjang," kata Gus Yaqut.

5 dari 5 halaman

Sulsel, Provinsi dengan Masa Tunggu Haji Terlama

Gus Yaqut berharap tahun ini Indonesia dapat memberangkatkan jemaah haji meski belum ada keputusan resmi dari Arab Saudi. Sembari menunggu, persiapan terus dijalankan dengan menyiapkan sejumlah skenario mulai kuota hingga vaksinasi calon jemaah.

Daftar antrean haji di Indonesia semakin lama. Bahkan ada yang mencapai lebih dari 40 tahun.

Seperti di Sulawesi Selatan, seorang yang ingin berangkat haji terpaksa menunggu hingga 44 tahun lamanya. Provinsi ini bahkan menempati urutan pertama dengan waktu tunggu haji terlama.

" Sulsel saat ini dalam hal waiting list (daftar tunggu) masih menempati urutan pertama di Indonesia, yakni rata-rata 31 tahun. Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten yang memiliki daftar tunggu terlama, yakni 44 tahun," kata Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Khaeroni.

Join Dream.co.id