Putuskan Haji 2020 Batal Tanpa Libatkan DPR, Menag Minta Maaf

News | Jumat, 19 Juni 2020 11:01
Putuskan Haji 2020 Batal Tanpa Libatkan DPR, Menag Minta Maaf

Reporter : Ahmad Baiquni

Fachrul menyatakan apa yang terjadi murni kesalahan pribadinya.

Dream - Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota Komisi VIII DPR. Sebabnya, Fachrul bersama Kemenag memutuskan sendiri pembatalan haji 2020 tanpa melibatkan DPR.

" Pada kesempatan yang baik ini saya atas nama pribadi menghaturkan permohonan maaf kepada yang mulia pimpinan dan seluruh anggota Komisi VIII DPR," ujar Fachrul, dikutip dari Merdeka.com.

Fachrul beralasan pihaknya perlu segera mengambil keputusan mengingat masa tenggat yang memungkinkan untuk persiapan haji pada 1 Juni sudah terlewat. Sehingga, jemaah tidak terlalu lama menunggu.

" Kami perlu memberikan kepastian kepada jemaah haji sudah menunggu-nunggu pengumuman," kata dia.

Fachrul memahami kekecewaan Komisi VIII yang tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Sesuai amanat pada rapat 11 Mei, seharusnya penyelenggaraan haji diputuskan dalam rapat kerja antara Kemenag dengan DPR.

" Sekali lagi saya minta minta dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Kesalahan yang terjadi bukan dari Kementerian Agama tapi dari saya Menteri Agama Republik Indonesia," kata dia.

2 dari 5 halaman

DPR Kecewa

Saat membuka rapat kerja virtual dengan Kemenag, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto menyampaikan kekecewaannya secara langsung kepada Fachrul. Kekecewaan tidak hanya dia alami secara pribadi namun seluruh anggota Komisi VIII.

" Kalau kecewa, kami kecewa, Pak Menteri, atas pengumuman secara sepihak dari Kemenag karena semua anggota marah, termasuk lembaga ini, karena DPR dianggap tidak ada oleh Kemenag karena tidak diajak bicara," kata Yandri.

Dia pun meminta agar Fachrul tidak mengulangi hal yang sama di masa depan. Yandri juga mengingatkan Fachrul untuk membaca UU MD3 terkait rapat kerja dan dampaknya dalam pengambilan keputusan.

" Ini adalah modal kita untuk menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini," ucap dia.

Sumber: /Ahda Bayhaqi

3 dari 5 halaman

278 Jemaah Ajukan Pengembalian Dana Pelunasan Ongkos Haji

Dream - Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama, Muhajirin Yanis, mengatakan dalam dua pekan setelah pengumuman pembatalan haji oleh Menteri Agama Fachrul Razi, sudah ada sejumlah jemaah yang memohon pengembalian dana setoran pelunasan.

" Dua pekan dari pembatalan keberangkatan, tercatat 278 jemaah haji ajukan pengembalian setoran pelunasan," ujar Muhajirin, Selasa 16 Juni 2020.

Layanan pengembalian dana pelunasan ongkos haji 1441 H/2020 dibuka mulai 3 Juni. Jemaah mengajukan permohonan ke kantor Kemenag Kabupaten/Kota tempat mendaftar, untuk diproses ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag.

Selanjutnya, permohonan jemaah disampaikan Ditjen PHU kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kemudian, BPKH menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Bank Penerima Setoran (BPS) yang kemudian mentransfer dana tersebut ke rekening setiap jemaah.

" Permohonan 278 jemaah sudah kami kirim ke BPKH. Sebanyak 206 permohonan sudah diterbitkan SPM nya oleh BPKH dan sudah diterima BPS Bipih," kata Muhajirin.

 

4 dari 5 halaman

Asal Jemaah

Para jemaah yang mengajukan permohonan pengembalian berasal dari 26 provinsi. Sedangkan provinsi dengan jumlah jemaah mengajukan permohonan pengembalian terbanyak yaitu Jawa Tengah 51 jemaah, Jawa Timur 46 jemaah, Jawa Barat 41 jemaah, Sumatera Utara 30 jemaah, dan Lampung 15 jemaah.

Muhajirin juga mengatakan saat ini ada delapan provinsi yang jemaahnya belum mengajukan permohonan pengembalian dana pelunasan. Provinsi yang dimaksud yaitu Sumatera Barat, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

" Pengajuan permohonan pengembalian setoran pelunasan ini dibuka sepanjang tahun sampai keberangkatan haji tahun 1442 H/2021," terang Muhajirin.

 

5 dari 5 halaman

Besaran Dana Pengembalian Bisa Ditarik Lagi

Besaran dana pelunasan, kata Muhajirin, ditetapkan berdasarkan 13 embarkasi. Dana pelunasan sendiri merupakan salah satu dari dua instrumen Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) selain setoran awal sebesar Rp25 juta.

" Artinya, setoran pelunasan adalah selisih dari Bipih per embarkasi dengan setoran awalnya," ujar dia.

Secara rinci, besaran dana pelunasan per embarkasi sebagai berikut.

1. Embarkasi Aceh Rp6.454.602,
2. Embarkasi Medan Rp7.172.602,
3. Embarkasi Batam Rp8.083.602, 
4. Embarkasi Padang Rp8.172.602, 
5. Embarkasi Palembang Rp8.073.602, 
6. Embarkasi Jakarta Rp9.772.602,
7. Embarkasi Kertajati Rp11.113.002, 
8. Embarkasi Solo Rp10.972.602,
9. Embarkasi Surabaya Rp12.577.602, 
10. Embarkasi Banjarmasin Rp11.927.602, 
11. Embarkasi Balikpapan Rp12.052.602, 
12. Embarkasi Lombok Rp12.332.602, dan 
13. Embarkasi Makassar Rp13.352.602.

Join Dream.co.id