LaporCovid-19: 23 Pasien Ditolak RS karena Penuh

News | Senin, 18 Januari 2021 19:03
LaporCovid-19: 23 Pasien Ditolak RS karena Penuh

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Temuan kasus pasien Covid-19 ditolak rumah sakit rujukan Covid-19 karena penuh semakin banyak.

Dream - Tim LaporCovid-19 bersama Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) melaporkan, temuan kasus pasien Covid-19 ditolak rumah sakit rujukan Covid-19 karena penuh. Temuan ini tercatat sejak akhir Desember 2020 hingga awal Januari 2021.

" LaporCovid19 mendapatkan total 23 laporan kasus pasien yang ditolak rumah sakit karena penuh, pasien yang meninggal di perjalanan serta meninggal di rumah karena ditolak rumah sakit," kata relawan tim BantuWargaLaporCovid19, Tri Maharani melalui keterangan tertulis, Senin 18 Januari 2021.

Khusus kasus pasien Covid-19 meninggal di perjalanan karena ditolak rumah sakit terjadi di Depok, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi pada 3 Januari 2021.

" Salah seorang keluarga pasien di Depok melaporkan, pada 3 Januari 2021, anggota keluarganya meninggal di taksi daring setelah ditolak di 10 rumah sakit rujukan Covid-19," jelasnya.

Tak hanya di Depok, kasus pasien Covid-19 meninggal di perjalanan karena ditolak rumah sakit juga datang dari wilayah Jakarta, Tangerang, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

LaporCovid19 merupakan Koalisi Warga untuk melaporkan kasus Covid-19. Dibentuk oleh sekelompok individu yang memiliki perhatian terhadap hak asasi warga dan masalah kesehatan masyarakat, terkait pandemi Covid-19. Koalisi ini dibentuk di awal Maret 2020, ketika kasus Covid-19 merebak dan ditemukan secara resmi.

2 dari 5 halaman

Sebagai informasi, data 17 Januari 2020, kasus positif Covid-19 mencapai 907.929 orang. Bertambah 11.287 dari data Sabtu 16 Januari 2021 yang masih 896.642 orang.

Selain kasus positif, pasien yang meninggal karena Covid-19 juga bertambah, yakni 220 dari data sebelumnya yang masih 25.767 orang. Total kasus meninggal akibat terinfeksi virus asal Wuhan, China itu menembus 25.987 orang.

Pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah, yakni sebanyak 9.102 dari data sebelumnya yang masih 727.358 orang. Total kumulatif pasien sembuh dari Covid-19 mencapai 736.460 orang.

Sumber: merdeka.com

3 dari 5 halaman

Warga Depok Meninggal di Taksi Online Usai Ditolak 10 RS, Diduga Covid-19

Dream - Seorang warga Depok, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia di dalam taksi online. Diduga, warga tersebut tertular Covid-19.

Kabar ini diungkapkan relawan BantuWargaLaporCovid19, Tri Maharini. Dia mengungkapkan warga yang bersangkutan sempat ditolak 10 rumah sakit.

Tetapi, Tri tidak menyebutkan waktu kejadian serta domisili warga tersebut untuk melindungi privasi. Sedangkan kabar tersebut didapatnya dari chatbox LaporCovid serta keterangan dari pihak keluarga.

" Jadi ada namanya, tapi karena kami harus merahasiakan identitas sebagai komitmen kami melindungi pelapor ya, tapi kejadian ini nyata adanya," ujar Tri, dikutip dari Liputan6.com.

4 dari 5 halaman

Korban Sesak Napas

Menurut Tri, sebelum meninggal korban membutuhkan alat bantu napas. Dia menduga korban sudah terinfeksi Covid-19 selama lebih dari delapan hari.

Dia sempat berusaha mencarikan rumah sakit mengingat kondisi korban yang mengalami sesak napas. Tetapi, tidak ada satupun rumah sakit yang menerima korban akibat ruang ICU penuh.

" Kita mencari dan 10 rumah sakit menolak lantaran ICU penuh dan korban memang membutuhkan ventilator," ucap dia.

Dari gejala yang dialami korban, kuat dugaan yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 dalam waktu lebih dari delapan hari. Menurut Tri, korban tidak akan mengalami sesak napas akut jika baru hari pertama masa inkubasi.

" Akhirnya korban meninggal di taksi daring (online) karena pada saat itu memang kondisi rumah sakit untuk ICU sudah penuh," kata dia.

5 dari 5 halaman

Keterangan Gugas Covid-19 dan Dinkes Kota Depok

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, menyatakan pihaknya tengah menelusuri identitas korban. Dia mengaku baru mendapat informasi ada korban meninggal usai ditolak 10 rumah sakit dari pemberitaan media.

" Kami sedang telusuri, mohon dibantu untuk data pasien dan rumah sakitnya mana saja," kata Dadang.

Keterangan serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita. Menurut dia, informasi mengenai warga yang meninggal di taksi online terkesan tertutup.

" Sumbernya sudah ada nama dokternya namun diberikan lagi kepada orang lain. Kayaknya tertutup banget datanya," ucap Novarita.

Sumber: Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto

Join Dream.co.id