Profil Danlanud Merauke Herdy Arief, Dicopot Imbas Anak Buah Injak Kepala Warga

News | Kamis, 29 Juli 2021 14:00

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Ini sepak terjang karir Danlanud Merauke Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto.

Dream - Ulah dua oknum anggota TNI AU yang menginjak kepala warga Merauke, Papua, berbuntut panjang. Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, langsung meminta pencopotan Komandan Lanud (Danlanud) JA Dimara, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto, pada Rabu 28 Juli 2021.

Menurut laman tni-au.mil.id, Herdy Arief Budiyantik dilantik menjadi Danlanud Johannes Abraham Dimara pada 7 Juli 2020. Itu artinya dia baru setahun lebih memegang jabatannya.

Herdy Arief Budiyanto lahir di Bogor, Jawa Barat, 17 Desember 1973. Menurut informasi resmi TNI AU, dia diterima menjadi Calon Prajurit Taruna dan dilantik menjadi letnan dua pada tahun 1996.

Profil Danlanud Merauke Herdy Arief, Dicopot Imbas Anak Buah Injak Kepala Warga
Danlanud JA Dimara Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto (Foto: TNI AU)
2 dari 11 halaman

Sepak Terjang Karir Kolonel Herdy Arief Budiyanto

Selanjutnya Herdy mengikuti Pendidikan Sekolah Penerbangan (Sekbang) pada tahun 1998. Dia lulus dari Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) pada 2005 dan melanjutkan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) selesai pada tahun 2010.

Sebelum menjabat sebagai Danlanud JA Dimara, Herdy juga pernah menjadi Asisten Operasi Kosekhanudnas I. Namun di tahun 2018, ia digantikan oleh Kolonel Pnb Vincentius Endy Hadi Putra.

3 dari 11 halaman

Meminta Maaf

 Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto meminta maaf© Merdeka.com

Sebelumnya, Kolonel Herdy telah meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan anggotanya kepada korban. Tak hanya itu, ia akan bertanggung jawab atas seluruh pengobatan korban terluka.

" Kami akan bertanggung jawab apabila ada cedera, luka atau kerugian lainnya. Tentunya kita akan obati, kita akan rawat. Sekali lagi, saya sampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas peristiwa tersebut. Kami akan jadikan hal ini evaluasi," terang Kolonel Herdy Arief Budiyanto dalam konferensi pers.

 

4 dari 11 halaman

Kasau Angkat Bicara, Begini Nasib 2 Anggota TNI AU yang Injak Kepala Warga

Dream - Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, meminta maaf atas perisitiwa pengadiayaan yang dilakukan salah satu anak buahnya di Papua. Dia menyebut peristiwa itu tidak mewakili institusi.

" Saya selaku Kepala Staf Angkatan Udara, ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara-saudara kita di Papua, khususnya warga di Merauke, terkhusus lagi kepada korban dan keluarganya," ungkap Marsekal TNI Fadjar Prasetyo lewat unggahan Twitter TNI AU.

Video penganiayaan yang dilakukan anggota TNI AU kepada seorang pria di sebuah warung tersebut sebelumnya viral di media sosial. Awalnya, tentara tersebut melakukan pengamanan namun malah berujung menginjak kepala pria tersebut menggunakan sepatu.

Menurut Fadjar, kejadian tersebut murni kesalahan anggotanya dan bukan perintah dari kesatuannya. " Hal ini terjadi semata-mata memang kesalahan dari anggota kami dan tidak ada niatan apapun juga apalagi dari berupa perintah kedinasan," lanjutnya.

5 dari 11 halaman

Permohonan Maaf

Lebih jauh Fadjar menyebut, pihaknya akan mengevaluasi seluruh anggota TNI AU serta meninda tegas pelaku.

" Kami akan mengevaluasi seluruh anggota kami dan juga akan menindak secara tegas terhadap pelaku yang berbuat kesalahan. Sekali lagi, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya. Mohon dibuka pintu maaf. Hanya itu saja yang ingin saya sampaikan, terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera," pungkasnya.

6 dari 11 halaman

Pelaku Sudah Ditahan

Terpisah, Kepala Dinas Penerangan AU (Kadispenau), Marma Indan Gilang Buldansyah, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin, 26 Juli 2021 sekitar pukul 10.00 WIT di Jalan Raha Mandala, Merauke, Papua.

" Betul kejadiannya, kemarin siang di Merauke," kata Gilang dalam keterangannya, Selasa 27 Juli 2021.

Kejadian tersebut diketahui melibatkan Serda D dan Prada V. Menurut keterangan Gilang, keduanya kini sudah ditahan di POM AU Lanud J.A untuk proses penyelidikan.

" TNI AU sangat menyesalkan adanya kejadian tersebut," tuturnya.

7 dari 11 halaman

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat dua anggota TNI AU melihat ada cekcok antara seorang pria dan penjual bubur ayam. Diketahui pria tersebut dalam keadaan mabuk dan hendak melakukan pemerasan kepada sejumlah pedagang di lokasi.

" Dalam keadaan mabuk yang telah melakukan pemerasan kepada penjual bubur ayam dan juga kepada rumah makan padang pariaman serta kepada pelanggannya dengan cara meminta uang dan menarik narik tangan pelanggan," kata Gilang.

Melihat aksi pria tersebut, kedua anggota berinisiatif melerai keributan dan membawa pria tersebut keluar dari warung.

Gilang mengakui tindakan kedua oknum berlebihan pada saat mengamankan warga tersebut, hingga terjadi penginjakkan kepala.

" Kita menyesalkan tindakan berlebihan yang dilakukan oleh dua oknum anggota ini pada saat mengamakan warga, dan sejak kemarin (Senin) keduanya sudah ditahan di Satpom Lanud Dma untuk proses hukum selanjutnya," tandas dia.

8 dari 11 halaman

Oknum TNI AU Injak Kepala Warga, Crazy Rich Priuk Langsung Lapor ke Mabes TNI

Dream - kasus penganiayaan yang dilakukan dua anggota TNI AU kepada seorang pria di Merauke, Papua, menjadi sorotan. Peristiwa itu terjadi pada Senin, 27 Juli 2021, sekitar pukul 10.00 WIT.

Awalnya terlihat sejumlah warga tengah bersitegang di sebuah warung makan dengan seorang pria yang mengenakan kaus hitam dengan celana pendek. Pria tersebut tiba-tiba membuka kausnya, seakan mengajak berkelahi warga lain.

Tak lama setelahnya, dua anggota TNI AU datang ke warung makan tersebut dengan maksud melerai keributan. Namun ternyata berakhir pada aksi penganiayaan. Dalam video terlihat anggota TNI AU menginjak kepala pria tersebut.

 

 

9 dari 11 halaman

Lapor Mabes TNI

Mengetahui kejadian ini, Crazy Rich Tanjuk Priok, Ahmad Sahroni, ikut geram. Dia mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Instagram pribadinya.

" @puspentni tolong di atensi Pak," tulis Ahmad Sahroni.

Ia juga menyebutkan bahwa tindakan penganiayaan tersebut tidak dibenarkan dan meyakini bahwa pihak terkait akan segara dipenjara.

" @militer.udara, tdk di benarkan injak kepala org , apalagi dia bisu...sy yakin bentar lg di penjara Pom nya...," pungkasnya.

10 dari 11 halaman

Netizen Ikut Heboh

Melihat unggahan Crazy Rich Priok tersebut, netizen langsung membanjiri kolom komentarnya.

" Bingung ini harus bela yg mana," kata akun iqbalfarabi.

" Makin GiLa dan se enaknya. HARUS DIPENJARA JANGAN DIKASIH AMPUN. Tp ya namanya berseragam paling pindah tugas doang atau copot jabatan.," tulis akun zackraj.

" ni yg salah yg mana,,, 1. orang yg bikin bapak itu ngamuk, 2. orang yang bikin kacau,, 3. aparat yg mengamankan dengan nginjak kepala,, 4. yang mideoin,, 5. yang ngeshare,,, kok ane bingung," tanya akun danytrikusuma.

" Kasihan Pak bisu dia dan ini kok sepertinya agak SARA ya?Harus diselidiki ini..," ujar akun walter_staa.

" itu kepala bos bukan kelapa jangan asal injak aja," sahut akun lain.

11 dari 11 halaman

Berikut Videonya

      View this post on Instagram      

A post shared by 𝑨𝒉𝒎𝒂𝒅 𝑺𝒂𝒉𝒓𝒐𝒏𝒊 (@ahmadsahroni88)

 

Join Dream.co.id