Pria Ini Rekam Aksi Penipu Kuras Uang Jemaah Haji Indonesia di Masjid Nabawi

News | Selasa, 16 Juli 2019 07:01
Pria Ini Rekam Aksi Penipu Kuras Uang Jemaah Haji Indonesia di Masjid Nabawi

Reporter : Idho Rahaldi

Hati-hati bagi para calon Jemaah Haji

Dream - Kriminal tak kenal tempat dan waktu. Dimana ada kesempatan, tanpa malu apalagi merasa berdosa, mereka akan langsung beroperasi dan main libas.

Termasuk di Tanah Suci Mekah dan Madinah yang saat ini mulai banyak kedatangan jemaah haji. Kota Mekkah, Madinah, dan Jeddah memang semakin sesak oleh jamaah yang datang membeludak dari berbagai negara.

Dan seorang penipu memanfaatkan kepolosan para jemaaah haji. Aksi penipuan di Tanah Suci memang bukan hal baru.

Untuk antisipasi calon jemaah yang akan berangkat Haji, seorang pria asal Malaysia menceritakan pengalamanya saat bertemu dengan seroang penipu atau yang dikenal dengan Scammer.

Begini ceritanya:

2 dari 9 halaman

Malaikat Utusan Tuhan?

" Saya keluar dari hotel sedikit terlambat untuk sholat Jum'at, ruang sholat di dalam sudah penuh. Jadi, saya hanya salat di alun-alun Masjid Nabawi.

Setelah selesai menjalani sholat Jum'at dan membaca Quran, saya pun bangkit untuk kembali ke pondok. Namun tiba-tiba saya disambut oleh pria berjanggut yang mengenakan jubah putih.

Seraya tersenyum dia memeluk saya dan bertanya:

" Malizi?"
" Naam," jawabku.

Cerita-cerita sedihnya pun mengalir di telinga saya. Sesaat bahkan saya berfikir, apakah dia malaikat utusan Tuhan di tempat dan hari yang mulia ini?"

3 dari 9 halaman

Cari Mangsa Baru

" Namun fikiran itu terhenti saat pria itu mulai memengang-megang kantung jubah saya.

Rupanya Ia ingin mengambil uang di kantong saya dengan mengalihkan perhatian lewat cerita-cerita sedihnya.

Saya yang sudah mengetahui niat jahat pria itu kemudian berteriak dan mendorongnya. " Kenapa kamu" .

Saat melihat saya marah Pria itu pun pergi begitu saja dan mencoba untuk mencari korban baru.

Saya perhatikan dari jauh, pria itu kembali menghampiri orang Melayu atau yang terlihat serumpun dengan saya.

Saya rasa Ia tahu jika orang Melayu baik hati. Jika ia melakukannya kepada orang Arab mungkin akan dimaki.

Sesudah saya, pria tadi mendekati Jemaah Indonesia.

 Haji

Lelaki itu juga dipeluk dan disambut dengan senyuman hangat sama seperti saya tadi."

4 dari 9 halaman

Habiskan Uang Jemaah

Saya masih memerhatikannya dari jauh, Mulanya jemaah Indonesia mengeluarkan uang 1 Riyal.

Tak lama Jamaah mengeluarkan lagi 5 Riyal. Selepas itu Scammer ini terus mengambil semua uang di tanggah Jemaah itu tanpa rasa bersalah dan pergi begitu saja.

Jemaah itu semacam terhipnotis dan terpukau hingga rela memberikan semua uangnya untuk pria berjubah tadi.

Mungkin apa yang Jemaah itu rasa bahwa dirinya telah membantu orang soleh atau sheikh.

Bayangkan kalau pria berjubah itu berhasil mengumpulkan 10 mangsa setiap harinya. Berapa banyak uang yang bisa Ia dapat.

Padahal tak semua Jemaah haji yang datang memiliki banyak uang atau orang kaya. Banyak yang menabung hingga bertahun-tahun demi bisa tunaikan fardhu haji."

(Sah, The Vocket)

5 dari 9 halaman

Menabung Sejak 1965, Kakek Haki Akhirnya Berhaji Tahun Ini

Dream - Keceriaan tampak jelas di wajah Haki. Kakek asal Kota Malang, Jawa Timur, ini memang sedang dilanda kebahagiaan.

Impiannya berangkat haji akhirnya terwujud, meski usianya sudah senja.

Haki akan berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Satuni, 70 tahun. Kakek 92 tahun ini menjadi jemaah haji tertua dalam rombongan Kota Malang.

Sejumlah persiapan sudah dijalankan Haki sebelum berangkat. Terutama soal kesiapan fisik mengingat usianya yang sudah tidak lagi muda.

" Olahraga jalan kaki, minum vitamin dan madu, bawa obat-obatan dan minyak angin," kata Haki, dikutip dari Merdeka.com.

6 dari 9 halaman

Masih Kuat Berjalan Jauh

Meski sudah renta, ternyata Haki masih gesit. Dia masih sanggup berjalan kaki sejauh empat kilometer, dari rumahnya di Jodipan Wetan Gang I menuju Pasar Besar.

Meski banyak angkutan umum, Haki mengaku lebih senang berjalan kaki setiap pergi ke pasar. Sekalian untuk berolahraga.

" Kalau istri sejak dua bulan lalu rutin jalan-jalan sampai ke Alun-alun," kata dia.

Haki berprofesi sebagai pedagang pakaian keliling dari pasar ke pasar. Dia sudah berdagang sejak muda dan terus menjalani profesi tersebut hingga saat ini.

7 dari 9 halaman

Berdagang Hingga Luar Kota dengan Jalan Kaki

Dulu, Haki berdagang dengan berpindah dari satu pasar ke pasar lain, sesuai hari pasaran. Berangkat dari rumah Subuh dan pulang Maghrib dengan jalan kaki.

Area jualannya sangat luas. Haki sampai jualan hingga Pasar Nongkojajar di Pasuruan, Pasar Pakis di Kabupaten Malang, dan Pasar Kesamben di Blitar. Semua ditempuh dengan berjalan kaki sembari menggendong barang dagangan.

Kini, dia tidak lagi jalan kaki menuju tempat dagang yang jauh. Haki menitipkan dagangannya di dekat pasar dan dia akan menuju lokasi dengan kendaraan umum.

" Cuma anak-anak minta istirahat. Kalau dulu, bahkan kadang tidak pulang, pindah lagi-pindah lagi," kata dia.

8 dari 9 halaman

Menabung di Tas, Sampai Ada Uang Tak Laku

Haki mengaku sudah lama punya niat berhaji. Dia bahkan sudah menyimpan uang di kamarnya sejak 1965.

Meski tidak besar, Haki selalu berusaha menyisihkan sebagian pendapatan. Besarannya bergantung pada hasil yang didapat tiap harinya.

" Terkadang Rp10 ribu, kan hasil dagang tidak mesti laku," kata dia.

Haki tidak menabung di bank, cukup dimasukkan dalam tas yang disimpan di kamar. Haki mengatakan sejak muda dia tidak mengenal bank.

Uang yang disimpan Haki pun sampai lusuh, berjamur, dan berbau apek, bahkan ada uang yang sudah tidak berlaku lagi karena sudah ditarik dari peredaran.

Uang tabungan itu baru dia setorkan untuk daftar haji pada 2013 dengan jumlah Rp60 juta. " Setelah setor ke bank baru enam tahun kemudian bisa berangkat," kata Haki.

9 dari 9 halaman

Bersiap Berangkat Haji

Haki lahir di Madura, namun sejak kecil tinggal di Kota Malang. Dia diajak keluarganya yang lain pindah karena yatim piatu.

Menikah dengan Satuni, Haki dikaruniai 12 anak namun dua di antaranya sudah meninggal. Hingga saat ini, Haki dan istrinya tinggal di rumah sederhana bersebelahan dengan mushola di Jodipan.

Anak bungsu Haki, Frida Affani, bersyukur akhirnya orangtuanya bisa berangkat haji. Meski begitu, sempat ada kekhawatiran mengingat ayah dan ibunya sudah tidak muda lagi.

" Cuma setiap hari diberi kegiatan untuk persiapan. Jalan-jalan dari rumah ke Alun-alun sejak sekitar 2 bulan terakhir," kata Frida.

Haki dan Satuni tergabung dalam kloter 16 embarkasi SUB. Pasangan ini dijadwalkan berangkat hari ini bersama 1.232 jemaah haji lainnya dari Kota Malang.

Sumber: /Darmadi Sasongko

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id