Cerita Ari Selamat dari Tsunami Selat Sunda, Terdampar di Pulau Panjang

News | Selasa, 1 Januari 2019 18:57
Cerita Ari Selamat dari Tsunami Selat Sunda, Terdampar di Pulau Panjang

Reporter : Nur Ulfa

Selama sepekan bisa bertahan, Ari mengaku memakan apa saja yang berada di sekitarnya.

Dream - Sudah sepekan terjadinya tsunami selat sunda yang menghancurkan sebagian wilayah Lampung dan Banten, ternyata masih ada korban yang ditemukan dalam kondisi hidup pada Minggu, 30 Desember 2018.

Ia adalah Ari Agus Arman, seorang nelayan yang terdampar di Pulau Panjang. Ari terdampar karena terhempas gelombang tsunami saat ia tengah mancing di sekitar Gunung Anak Krakatau.

" Saya nyelamatkan diri dengan memegang bekas perahu. Saya waktu itu lagi mancing ikan dekat Anak Krakatau," kata Ari di Pelabuhan Indah Kiyat,Cilegon, Banten, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 1 Januari 2018.

Nelayan asal Lampung tersebut ditemui oleh KTI Rigel 933 yang dikomandoi oleh Letkol Laut (P) Agus Triyana, pada Minggu malam 30 Desember 2018, saat KTI Rigel 933 tengah menyusuri pulau-pulai di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Selama sepekan bisa bertahan, Ari mengaku memakan apa saja yang berada di sekitarnya, termasuk biji ketapang.

“ Di sana (Pulau Panjang) makan apa aja yang bisa dimakan. Baju ini juga (yang dipakai Ari) dapet dikasih bapak (personel TNI AL) di kapal," tuturnya.

Untuk memastikan kondisi ARi dalam kedaan baik, Ari segera dibawa ke puskesmas Mekarsari Kota Cilegon. Karena selama sepekan Ari kekurangan makan dan minum.

" TNI AL sedang evakuasi dan pertolongan korban tsunami, dengan mengerahkan personel dan unsur Kapal Patroli serta mendirikan Posko Kesehatan," kata Dan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki di tempat yang sama.

Sumber: Yandhi Deslatama/Liputan6.com

2 dari 3 halaman

Korban Meninggal Tsunami Anyer Jadi 429 Jiwa

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mencatat perkembangan data lapangan terkait bencana tsunami Anyer. Jumlah korban meninggal dan luka serta hilang mengalami peningkatan hingga Selasa siang, 25 Desember 2018.

" Data terbaru hingga pukul 13.00 WIB ada 429 orang meninggal, 1.485 luka-luka, 154 hilang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dikutip dari Merdeka.com.

Selain itu, kata Sutopo, ada 16.082 orang mengungsi. Dampak bencana ini meluas hingga Lampung. Korban meninggal terdapat di wilayah Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.

Sementara jumlah kerusakan mencapai 882 unit rumah, 73 unit penginapan, 60 unit warung. Kerusakan juga terjadi pada 434 perahu dan kapal, 24 unit kendaraan roda empat dan roda dua, dermaga serta shelter.

Jumlah korban bertambah seiring tim SAR gabungan bersama relawan mampu menembus beberapa titik yang sebelumnya terisolir. Akses jalan menuju titik-titik tersebut terputus akibat tsunami.

Sumber: Merdeka.com/Yunita Amalia

3 dari 3 halaman

Merinding, Penampakan dari Dekat Erupsi Gunung Anak Krakatau saat Tsunami Anyer

Dream - Tsunami Anyer yang dipicu erupsi Gunung Anak Krakatau telah menewaskan 222 orang hingga data terakhir pukul 17.30 WIB kemarin, Minggu, 23 Desember 2018. Banyaknya korban meninggal dikarenakan banyak wisatawan dan warga lokal memanfaatkan libur panjang Hari Natal.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Sutopo menjelaskan pantauan tim di lapangan menangkap adanya letusan dan kegempaan Gunung Anak Krakatau selama tiga bulan terakhir.

" Hampir setiap hari Gunung Anak Krakatau meletus. Status tetap Waspada,"

Menurut Sutopo radius berbahaya adalah 2 Kilometer dari puncak kawah. Sampai saat ini Gunung Anak Krakatau masih dalam tahap pertumbuhan. Diperkirakan setiap tahun gunung ini bertambah tinggi antara 4-6 meter.

Pada kejadian letusan kemarin, Sutopo juga sempat mengunggah dua buah foto erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penampakan mengerikan erupsi Gunung Anak Krakatau

Dalam foto tersebut terlihat lemparan abu vulkanis yang keluar dari perut gunung tersebut. Foto tersebut diunggah ulang dari akun Instagram @didikh017. Dream telah memperoleh izin untuk mengunggah ulang foto tersebut. 

Pada foto pertama dari kolase foto dan video tersebut, terlihat kondisi Gunung Anak Krakatau yang tengah memuntahkan abu vulkanis. 

 Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sementara di unggahan kedua, terlihat kondisi dari sisi berbeda Gunung Anak Krakatau.

 Erupsi Gunung Anak Krakatau

Dikatakan Sutopo, Gunung Anak Krakatau memang telah mengalami erupsi sejak Juni 2018 hingga saat ini.

" Erupsi kemarin bukan yang terbesar," ujar Sutopo.

Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi terbesarnya pada periode Oktober-November 2018. Kala itu ditetapkan Gunung Anak Krakatau berstatus waspada(Level 2).

Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival
Join Dream.co.id