Presiden Turki: Penggunaan Kontrasepsi, Khianati Negara

News | Selasa, 23 Desember 2014 17:16
Presiden Turki: Penggunaan Kontrasepsi, Khianati Negara

Reporter : Eko Huda S

"Di negara ini, mereka [musuh] telah terlibat dalam pengkhianatan mengontrol kelahiran selama bertahun-tahun dan ingin menghabiskan generasi kita," kata Erdogan.

Dream - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan, upaya mengontrol kelahiran merupakan pengkhianatan terhadap negara. Penggunaan alat kontrasepsi berarti mengkhianati ambisi Turki yang ingin membangun sebuah negara dengan generasi muda yang maju.

“ Satu atau dua anak tidak cukup. Untuk membuat bangsa kita lebih kuat, kita perlu populasi yang lebih dinamis dan muda. Kita perlu ini untuk membawa Turki di atas level peradaban modern,” tutur Erdogan dikutip Dream dari Al Arabiya, Selasa 23 Desember 2014.

“ Di negara ini, mereka [musuh] telah terlibat dalam pengkhianatan mengontrol kelahiran selama bertahun-tahun dan ingin menghabiskan generasi kita,” tambah dia.

Pernyataan itu dilontarkan Erdogan saat menghadiri pernikahan anak seorang saudagar di negaranya pada Senin waktu setempat. Dia menyampaikan pesan-pesan kehidupan kepada mempelai yang menikah.

 Presiden Turki: Penggunaan Kontrasepsi, Khianati Negara© Dream

“ Pernikahan adalah perjalanan panjang. Ada hari yang bahagia dan menyedihkan. Hari menggembirakan akan sering datang jika kita membaginya dan hari sedih akan berakhir bahagia jika bersabar,” Erdogan menasihati mempelai dalam acara itu.

Erdogan pun membuat perumpamaan dengan jumlah anak dalam sebuah negara. “ Satu [anak] berarti kesendirian, dua berarti pertentangan, tiga berarti keseimbangan, empat artinya melimpah. Dan Tuhan mengurus sisanya,” kata bapak empat anak ini.

Para kritikus menilai pemerintahan Erdogan sangat berakar pada ajaran Islam. Kritikus, yang mendukung paham sekularisme, itu menilai Erdogan memaksakan nilai-nilai Islam pada kehidupan warga.

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id