Alasan PPKM Level 3 Serentak Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru Dibatalkan

News | Selasa, 7 Desember 2021 19:01

Reporter : Arini Saadah

Sebagai ganti status PPKM Level 3, pemerintah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat selama Nataru

Dream - Pemerintah resmi membatalkan kebijakan pemberlakuan PPKM level 3 di seluruh Indonesia pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan perubahan kebijakan ini bukan sesuatu yang aneh.

Tito menjelaskan pemerintah senantiasa memperbarui kebijakan PPKM yang diambil dengan mengikuti kondisi yang dinamis di masyarakat.

" Ini bukan sesuatu yang aneh menurut saya, karena selama ini juga tiap minggu kita buat perubahan-perubahan kok, level saja berubah, jadi sangat dinamis," ucap Tito di Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Desember 2021.

Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan keputusan untuk membatalkan penerapan ketentuan PPKM Level 3 diputuskan dalam rapat di Istana Negara pada Senin, 6 Desember 2021. Meski dibatalkan, pemerintah menggunakan istilah pembatasan khusus untuk mengatur secara spesifik aktivitas masyaraka selama Nataru.

Sebagai contoh ketentuan kapasitas pusat perbelanjaan yang ditetapkan maksimal 50 persen pada PPKM Level 3 tidak diberlakukan. Sebagian gantinya, pembatasan khusus menetapkan kapasitas maksimal sebesar 75 persen dengan kewajiban akses aplikasi PeduliLindungi.

" Presiden menyampaikan tidak perlu ada penyekatan-penyekatan, tapi diperkuat di tempat ruang-ruang publik itu menggunakan PeduliLindungi. Yang vaksin dua kali boleh jalan," ungkap Tito.

Alasan PPKM Level 3 Serentak Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru Dibatalkan
Ilustrasi Mobilitas Masyarakat. (Foto: Merdeka.com)
2 dari 5 halaman

Istilah Lebih Spesifik

Tito menambahkan alasan dibatalkannya pemberlakuan PPKM Level 3 juga didasarkan dari hasil survei serologi yang menunjukkan antibodi masyarakat terpantau relatif cukup tinggi dari berbagai indikator. Dengan pertimbangan tersebut, penerapan PPKM level 3 dianggap tidak perlu dilakukan di semua wilayah.

Ia menambahkan istilah aturan pembatasan dibuat lebih spesifik yaitu membatasi kegiatan masyarakat di masa Nataru terhitung 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

" Sehingga judulnya diganti dengan pembatasan kegiatan masyarakat di masa Nataru, 24 Desember sampai dengan 2 Januari. Nah itu spesifik," tutupnya.

3 dari 5 halaman

Tetap Dilakuakan Pengetatan

Diketahui sebelumnya, pemerintah batal menerapkan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan menerapkan kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan aturan di seluruh wilayah.

Namun demikian, pemerintah masih tetap memberlakukan beberapa pengetatan di beberapa wilayah dan terus mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini.

" Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan," ujar Luhut, Selasa 7 Desember 2021.

4 dari 5 halaman

Vaksinasi Dosis Pertama Capai 76 Persen

Ia juga menambahkan keputusan pemerintah tersebut didasarkan pada capaian vaksinasi dosis pertama di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis kedua yang mendekati 56 persen.

Hingga kini pemerintah masih terus gencar melakukan vaksinasi lansia yang mana kini sudah mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis pertama dan kedua di Jawa-Bali.

" Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu. Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19 yang tinggi," imbuh Luhut.

5 dari 5 halaman

Belum Vaksin Dilarang Traveling

Menurutnya, syarat perjalanan jarak jauh dalam negeri selama Nataru adalah wajib vaksinasi lengkap dan menunjukkan hasil antigen negatif maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Dengan demikian, orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap ataupun tidak bisa divaksin karena alasan medis, tidak diizinkan untuk bepergian jarak jauh.

" Tetapi anak-anak dapat melakukan perjalanan, dengan syarat PCR yang berlaku 3x24 jam untuk perjalanan udara atau antigen 1x24 jam untuk perjalanan darat atau laut," pungkasnya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id