PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Lagi, Masuk Tempat Umum Harus Sudah Divaksin dan Berstatus Hijau

News | Selasa, 18 Januari 2022 11:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Perpanjangan ini untuk mengantisipasi dampak varian Omicron.

Dream - Untuk mengantisipasi dampak infeksi varian Omicron, Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali pada 18-24 Januari 2022. Di aturan terbaru yang dimuat dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2022, terdapat perubahan aturan dalam memasuki ruang publik.

Dalam Inmendagri tersebut, aturan masuk tempat umum seperti mall, hotel, supermarket, hingga fasilitas olahraga harus berstatus Hijau dalam aplikasi PeduliLindungi. Aturan baru ini berlaku untuk seluruh level PPKM baik level 1, level 2, maupun level 3.

" Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi terhadap semua pengunjung dan pegawai serta hanya dengan kategori Hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk kecuali tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan," demikian bunyi ketentuan tersebut.

Pengunjung anak di bawah usia 12 tahun boleh masuk. Syaratnya harus dalam pendampingan orangtua.

" Tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/ mall/pusat perdagangan dibuka dengan syarat orang tua harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing," lanjut ketentuan itu.

 

 

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Lagi, Masuk Tempat Umum Harus Sudah Divaksin dan Berstatus Hijau
Ilustrasi
2 dari 5 halaman

Masuk bioskop juga berlaku ketentuan yang sama yaitu dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Baik untuk pengunjung maupun karyawan.

Selain itu, kapasitas dibatasi maksimal 70 persen. Pengunjung anak usia di bawah 12 tahun boleh masuk selama dalam pendampingan orangtua.

" Restoran/rumah makan dan kafe di dalam area bioskop diizinkan menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50 persen dan waktu makan maksimal 60 menit," demikian ketentuannnya.

3 dari 5 halaman

Camkan! Menkes Peringatkan Kasus Omicron Bisa Naik Tinggi 35-65 Hari ke Depan!

Dream - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, memperingatkan masyarakat untuk waspada dan tak lengah dengan perkembangan kasus Covid-19. Dalam beberapa hari ke depan, Menkes memperkirakan puncak kasus Omicron akan terjadi.

" Antara 35-65 hari ke depan akan terjadi kenaikan cukup cepat dan tinggi, itu yang memang harus dipersiapkan," ujar Budi, disiarkan Sekretariat Presiden.

Prediksi ini didasarkan pada kasus yang terjadi di sejumlah negara, khususnya Afrika Selatan. Menurut dia, sejumlah negara mengalami lonjakan tinggi dalam kurun waktu 35-65 hari.

Budi menyatakan telah menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Beberapa negara yang sempat mengalami lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron kini mulai melandai.

" Beberapa negara sudah mengalami puncak kasus Omicron dan puncak tersebut dicapai secara cepat dan tinggi, waktunya berkisar 35-65 hari," kata Budi.

4 dari 5 halaman

Waspada Dua Bulan ke Depan

Kasus Omicron pertama kali terkonfirmasi di Indonesia pada pertengahan Desember 2021. Awal Januari 2022 mulai muncul kenaikan kasus Covid-19 bersamaan dengan bertambahnya kasus varian Omicron.

Karena itu, Budi meminta masyarakat untuk waspada dalam satu dua bulan ke depan.

" Jadi tergantung kita melihatnya dari mana, Indonesia pertama kali kita terindentifikasi pertengahan Desember tapi kasus kita mulai naik awal Januari," kata Budi.

 

5 dari 5 halaman

Beberapa Negara Sudah Alami Puncak

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan puncak kasus Covid-19 diprediksi terjadi mulai pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Ini didasarkan pada hasil kajian kasus yang terjadi di sejumlah negara.

" Dari hasil trajectory dari kasus Covid-19 di Afrika Selatan, puncak gelombang Omicron (di Indonesia) diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini," kata Luhut.

Luhut mengungkapkan beberapa negara sudah melewati puncak kasus Omicron. Seperti di Inggrik, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Prancis.

Tetapi di beberapa negara lain mulai terjadi lonjakan. Seperti di India, Thailand, dan Filipina.

" Pemerintah akan melakukan berbagai langkah mitigasi agar peningkatan kasus Omicron yang terjadi lebih landai dibandingkan negara lain," kata Luhut.

Join Dream.co.id