PPKM Diperpanjang Hingga 2 Agustus dengan Penyesuaian

News | Minggu, 25 Juli 2021 19:24

Reporter : Mutia Nugraheni

Warung kaki lima diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat.

Dream - Sejak 3 Juli 2021 lalu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diberlakukan. Awalnya berlangsung hingga 20 Juli namun diperpanjang 25 Juli 2021. Pada malam ini, 25 Juli 2021 Presiden Jokowi mengumumkan untuk memperpanjang penerapan PPKM dengan sedikit penyesuaian

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah untuk menurunkan ksus penularan secara signifikan. Keputusan tersebut langsung diumumkan oleh Presiden malam secara live di YouTube channel Sekretariat Presiden.

" Saya memutuskan untuk meneruskan dari tanggal 26 juli sampai 2 Agustus 2021, namun kita akan melakukan penyesuaian dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati," ungkap Jokowi.

Presiden juga memaparkan sedikit evaluasi penerapan PPKM sejak 3 Juli lalu. Antara lain berdampak pada penurunan kasus, begitu juga pada angka keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 (bed occupancy rate/BOR).

 

 

PPKM Diperpanjang Hingga 2 Agustus dengan Penyesuaian
Presiden Jokowi
2 dari 7 halaman

Penerapan PPKM yang diperpanjang ini terdapat sedikit relaksasi. Untuk pasar rakyat diperbolehkan dengan protokol kesehatan ketat dan kapasitas maksimal 50 persen.

" Pedagang kaki lima, kelontong, laundry, bengkel kecil, dan usaha kecil yang sejenis, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 21.00. Warung makan pedagang kaki lima yang memiliki tempat usaha diizinkan dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 20.00. Maksimum waktu makan 20 menit. Hal-hal teknis akan dijelaskan oleh Menko," ungkap Jokowi.

Ia juga meminta para menteri untuk melakukan langkah maksimal dalam penanganan Covid-19. Terutama dalam hal menekan angka kematian dan ketersediaan oksigen.

 

3 dari 7 halaman

Pembatasan di Daerah PPKM Level 3 Lebih Longgar, Boleh Dine-in dan Mall Dibuka

Dream - Pemerintah tidak lagi menggunakan istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan menggantinya dengan sebutan PPKM Level 3-4.

Secara esensinya, PPKM baru ini tidak jauh berbeda dengan Darurat namun untuk daerah dengan nilai asessment level 4. Sementara daerah yang digolongkan level 3, aturannya lebih longgar.

Ketentuan PPKM Level 3 tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2021. Aturan yang diterapkan tidak seketat level 4.

Aturan ini dituangkan pada poin Kesebelas. Pada daerah level 3, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring atau online. Tetapi, aktivitas di tempat kerja diberlakukan Work From Home (WFH) 75 persen dan Work From Office (WFO) 25 persen dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan di sektor esensial dibolehkan bekerja dari kantor dengan jumlah maksimal pegawai bisa mencapai 100 persen. Sektor ini dirinci seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, proyek vital nasional dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional serta objek tertentu.

Demikian halnya tempat yang menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat meliputi pasar, toko, swalayan dan supermarket juga boleh beroperasi dengan 100 persen pekerja. Baik yang berada di lokasi tersendiri maupun di dalam pusat perbelanjaan dan mall dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

4 dari 7 halaman

Aturan di Tempat Makan dan Mall

Kegiatan makan dan minum di tempat makan dibolehkan dengan persyaratan pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas restoran, warung makan, rumah makan, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan. Layanan ini boleh diadakan hingga pukul 17.00.

Tempat makan yang menyediakan makan di tempat dibolehkan melayani pesan-antar atau bawa pulang hingga pukul 20.00. Sedangkan tempat makan yang hanya menyediakan layanan pesan antar dan bawa pulang boleh beroperasi 24 jam dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk pusat perbelanjaan, mall, pusat perdagangan, pemerintah mengizinkan boleh beroperasi hingga pukul 17.00. Jumlah pengunjung dibatasi 25 persen dari total kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Tempat ibadah tetap belum mengadakan kegiatan keagamaan selama PPKM Level 3. Pengelola tempat ibadah diminta lebih mengoptimalkan ibadah di rumah.

Kegiatan resepsi pernikahan ditiadakan sementara. Sedangkan hajatan kemasyarakatan dibatasi paling banyak 25 persen dan tidak menerapkan makan di tempat.

5 dari 7 halaman

Ini Aturan PPKM Level 3-4, Apa Bedanya dengan PPKM Darurat?

Dream - Pemerintah tidak lagi menerapkan PPKM Darurat untuk wilayah Jawa-Bali mulai 21 Juli 2021. Untuk menekan angka penyebaran Covid-19, pengetatan diganti dengan PPKM Level 3-4.

Keputusan ini dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Secara umum, prosedur PPKM Level 3-4 tidak jauh berbeda dengan PPKM Darurat. Hanya, penerapannya didasarkan pada hasil asessment terkait penanganan Covid-19 di masing-masing daerah.

Beberapa ketentuan itu seperti pembelajaran baik di sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikkan atau pelatihan diterapkan secara daring/online. Kemudian, kegiatan sektor non-esensial masih diberlakukan Work From Home (WFH) 100 persen.

 

6 dari 7 halaman

Mekanisme WFH dan WFO

Sektor esensial diizinkan menerapkan Work From Office (WFO) maksimum 50 persen untuk bidang layanan masyarakat dan maksimum 25 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

Untuk pasar modal, teknologi informasi, dan perhotelan non-penanganan Covid-19 diizinkan beroperasi dengan 50 persen staf. Sedangkan untuk industri ekspor diizinkan WFO 50 persen di fasilitas produksi dan 10 persen untuk pelayanan.

Sementara sektor esensial pada pemerintahan untuk memberikan layanan publik yang tidak bisa ditunda diizinkan WFO maksimum 25 persen. Sedangkan sektor kritikal boleh 100 persen WFO.

 

7 dari 7 halaman

Sektor Penyedia Kebutuhan Sehari-hari Beroperasi Hingga 20.00

Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Sedangkan apotek dan toko obat dapat buka selama 24 (dua puluh empat) jam.

Layanan makan di tempat pada warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan tetap ditiadakan dan hanya delivery atau take away. Pusat perbelanjaan, mall, dan pusat perdagangan tetap ditutup sementara kecuali akses ke swalayan, restoran, dan supermarket.

Sedangkan tempat ibadah baik masjid, mushola, gereja, pura. vihara, dan klenteng tidak mengadakan kegiatan peribadatan secara berjemaah selama PPKM. Ibadah dioptimalkan dilaksanakan di rumah.

Terkait
Join Dream.co.id