PPATK Ungkap Aliran Dana Luar Negeri ke Rekening FPI

News | Minggu, 24 Januari 2021 12:09
PPATK Ungkap Aliran Dana Luar Negeri ke Rekening FPI

Reporter : Eko Huda S

Sebanyak 89 rekening FPI diblokir oleh PPATK.

Dream - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengatakan ada aliran dana lintas negara di rekening Front Pembela Islam (FPI). Meski demikian, PPATK enggan membeberkan secara detil aliran dana tersebut.

" Iya (ada aliran dari luar negeri)," kata Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, dikutip dari Merdeka.com, Minggu 24 Januari 2021.

Menurut Dian, aliran dana lintas negara tersebut belum dapat disimpulkan apa pun. Sebab, transferan uang dari luar negeri juga bisa dilakukan oleh ormas lain.

" Tetapi kan belum berarti bisa disimpulkan apa-apa, transaksi ke luar negeri bisa juga dilakukan ormas lain, biasa saja terjadi di dunia yang semakin global ini," tambah Dian.

2 dari 4 halaman

PPATK, tambah Dian, saat ini sedang melakukan analisis dan pemeriksaan secara komprehensif. Termasuk transaksi dalam dan luar negeri seluruh pihak, salahnya satunya FPI.

" Memang analisis dan pemeriksaan PPATK harus komprehensif, termasuk transaksi dalam dan luar negeri, bukan hanya untuk FPI ya, setiap kasus apapun yang kami tangani. Data detail transaksi belum dapat kami sampaikan," ungkap Dian.

Hingga saat ini, PPATK sudah memblokir 89 rekening FPI. PPATK belum menentukan sampai kapan pembekuan terhadap rekening FPI karena masih dilakukan analisis dan pemeriksaan.

" Mudah-mudahan analisis dan pemeriksaan akan selesai akhir bulan," tutur Dian. Nantinya hasil analisa dan pemeriksaan PPATK akan diserahkan kepada pihak kepolisian.

3 dari 4 halaman

Sebelumnya, Ketua Kelompok Humas PPATK, M Natsir Kongah, menyampaikan, pembekuan sementara atas rekening FPI dilakukan berlandaskan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) dan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

" Masih berproses," tutur Natsir.

Menurut Natsir, penghentian sementara transaksi dan aktivitas rekening FPI berikut afiliasinya tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan fungsi analisis dan pemeriksaan laporan dan informasi transaksi keuangan yang berindikasi tindak pidana pencucian uang dan atau tindak pidana lain.

" Penetapan penghentian seluruh aktivitas atau kegiatan FPI sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri RI, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Jaksa Agung RI, Kepala Kepolisian Negara RI, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme tentang larangan kegiatan, penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan FPI merupakan keputusan yang perlu ditindaklanjuti oleh PPATK sesuai dengan kewenangannya," jelas dia.

4 dari 4 halaman

Natsir menegaskan, PPATK sebagai lembaga intelijen keuangan memiliki beberapa kewenangan utama. Salah satunya untuk meminta Penyedia Jasa Keuangan (PJK) menghentikan sementara seluruh atau sebagian transaksi yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 44 ayat (1) huruf i UU TPPU.

" Tindakan yang dilakukan oleh PPATK dimaksud merupakan tindakan yang diberikan oleh Undang-Undang untuk mencegah adanya upaya pemindahan atau penggunaan dana dari rekening yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana," katanya.

Kini, PPATK tengah melakukan penelusuran terhadap rekening dan transaksi keuangan FPI. Untuk efektivitas proses analisis dan pemeriksaan, PPATK juga melakukan penghentian sementara seluruh aktivitas transaksi keuangan dari FPI, termasuk penghentian sementara seluruh aktivitas transaksi individu yang terafiliasi dengan FPI.

" Upaya penghentian sementara transaksi keuangan yang dilakukan oleh PPATK akan ditindaklanjuti dengan penyampaian hasil analisis atau pemeriksaan kepada penyidik untuk dapat ditindaklanjuti dengan proses penegakan hukum oleh aparat berwenang," Natsir menandaskan.

Terkait
Join Dream.co.id