Putra Mahkota Saudi Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia Jeff Bezos?

News | Jumat, 24 Januari 2020 07:00
Putra Mahkota Saudi Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia Jeff Bezos?

Reporter : Maulana Kautsar

Diduga terkait penyidikan kematian jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi.

Dream - Tanggal 8 November 2018, sebulan setelah kematian jurnalis Washington Post, Jamal Khasoggi, ponsel miliarder Jeff Bezos menerima pesan dari akun WhatsApp Mohammed bin Salman (MBS), Putra Mahkota Arab Saudi.

Berdasarkan informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pesan dari akun WhatsApp Mohammed bin Salman itu berisi foto perempuan yang memiliki kedekatan dengan Jeff.

Pesan itu juga memuat sindiran sinis yang berbunyi: " Berdebat dengan seorang perempuan seperti membaca Lisensi Persetujuan Piranti Lunak. Akhirnya kamu menafikkan semuanya dan klik saya setuju."

Investigator PBB yang menyelidiki kasus pembunuhan Khashoggi, Agnes Callamard, mengatakan, pesan itu diduga menjadi bentuk `intimidasi` Mohammed bin Salman kepada Jeff Bezos.

" Ini menunjukkan, selama periode tersebut, ada upaya meretas sistem milik seseorang yang dianggap menjadi ancaman bagi MBS atau pemerintah Arab Saudi. Itu tidak berarti bertujuan untuk mengambil informasi tertentu. Pesan itu bisa digunakan untuk mendapat informasi tertentu di masa depan," kata Callamard, dikutip dari The Guardian, diakses Kamis, 22 Januari 2020.

2 dari 8 halaman

Arab Saudi Membantah

Informasi yang beredar menyebut " sangat mungkin" bahwa intrusi ke telepon dipicu file yang terinfeksi pemilik Washington Post tersebut.

Jeff Bezos dan Mohammed melakukan pertukaran nomor WhatsApp pada 1 Mei 2018. Diduga,menurut seseorang yang mengetahui masalah ini, sejumlah besar data dikeluarkan dari telepon Bezos dalam beberapa jam.

Kepala keamanan Jeff Bezos, Gavin de Becker, menulis di Daily Beast mengenai rincian penyelidikan ke penegak hukum. Tapi, dia tidak mengungkapkan secara detail bagaimana Arab Saudi mengakses telepon Jeff Bezos.

Arab Saudi telah membantah bahwa pihaknya menargetkan telepon Jeff Bezos, dan bersikeras pembunuhan Khashoggi adalah hasil " operasi jahat" . Arab Saudi juga membantah terlibat dalam penerbitan kisah perselingkuhan Jeff.

3 dari 8 halaman

Pemilik Louis Vuitton `Ancam` Gusur Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya Sejagat

Dream - Miliarder Perancis, Bernard Arnault, berpotensi menggusur Jeff Bezos dan Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia nomor wahid. Peluang itu muncul setelah Arnault mengumumkan akusisi perusahaan perhiasan mewah Tiffany&Co pada 2020. 

Dikutip dari Fox Business, Jumat 29 November 2019, pria berusia 70 tahun ini adalah pendiri dan pimpinan LVMH (LVMH Moet Hennessy). Perusahaannya dikenal sebagai produsen barang-barang mewah terbesar di dunia dengan brand Louis Vuitton. Arnaudi memiliki harta kekayaan US$103 miliar (Rp1.450,21 triliun).

Berdasarkan data Bloomberg Billionaire Index, Bezos mengantongi kekayaan senilai US$111 miliar (Rp1.562,85 triliun) dan Gates US$110 miliar (Rp1.548,77 triliun).

 Louis Vuitton
© Foto: Shutterstock

Sekadar informasi, LVMH akan membeli saham Tiffany&Co senilai US$16,2 miliar (Rp228,09 triliun). Pembelian saham ini diperkirakan terjadi pada pertengahan 2020.

Nantinya, perusahaan ini akan melengkapi jajaran merek mewah LVMH, seperti Celine, Louis Vuitton, dan Givenchy. 

Arnault sendiri bergabung ke “ grup” miliarder berharta US$100 miliar pada Juni 2019. Ini terjadi saham LVMH menyentuh angka US$406,27 (Rp5,72 juta) per lembar.

Ditambah lagi LVMH baru mencetak pendapatan senilai US$55,3 miliar (Rp778,61 triliun) pada 2018.

4 dari 8 halaman

Taipan Properti Hilang Uang Rp90 Triliun dalam Sehari

Dream – Hilangnya kekayaan tak selamanya akibat bisnis bangkrut. Kebijakan pemerintah juga bisa membuat seorang miliarder kehilangan harta mencapai triliunan. Nasib apes inilah yang dialami seorang bos perusahana properti, Hui Ka Yan. 

Kekayaan Hui Ka Yan mendadak berkurang 21 persen atau Rp 45 miliar yuan (Rp90,20 triliun). Meski berkurang, Hui masih orang tajir. Kekayaannya saat ini masih mencapai 170 miliar yuan (Rp340,75 triliun).

Dikutip dari South China Morning Post, Kamis 7 November 2019, kekayaan Hui Ka Yan itu hilang setelah harga saham perusahaan, Evergrande, babak belur di bursa saham setempat. Saham Evergrande anjlok sampai 22 persen tahun ini.

Ekspansi besar-besaran yang dilakukan perusahaan sebelumnya telah menggerus aset perusahaan properti ketiga terbesar di Negeri Tirai Bambu itu.

Alhasil, kini Evergrand harus mengurangi asetnya untuk meringankan beban utang perusahaan.

Tak hanya dari faktor internal, kinerja Evergrande juga terpukul oleh kebijakan pemerintah yang melarang pembiayaan langsung kepada pengembang yang belum mendapat persetujuan untuk memulai konstruksi. Pembiayaan ini mencakup pasar ekuitas dan surat utang.

Belum lagi pemicu dari kebijakan Partai Komunis China kepada pemerintah yang mendesak untuk tidak lagi menggenjot properti sebagai sarana pendorong pertumbuhan ekonomi.

5 dari 8 halaman

Dulu Tukang Sayur, Kini Jadi Miliarder Berharta Belasan Triliun

Dream – Tak pernah terbayang dari benak Masaru Wasami bahwa dia akan menjadi miliarder. Kini, dia menjadi orang kaya-raya di Jepang dengan harta belasan triliun rupiah.

Dikutip dari Bloomberg, Senin 14 Oktober 2019, cerita ini bermula dari Masaru yang menjadi karyawan paruh waktu saat berusia 12 tahun. Dia ingin membantu mencari uang untuk pengobatan sang ibu yang mengidap tuberkulosis (TBC). Tiga tahun kemudian, Masaru berhenti sekolah dan berbisnis full time.

 

 Dulu Tukang Sayur, Kini Jadi Miliarder Berharta Belasan Triliun
© Dream

 

Pada 1970, Masaru merintis bisnis truk di bawah bendera Maruwa Unya Kikan Co. Bisnisnya bergerak di bidang pengiriman produk. Awalnya, dia hanya punya satu truk. Beberapa tahun kemudian, jumlah truk yang dimilikinya sampai 100 truk.

Semula dia berbisnis pengiriman produk, kini bisnisnya berkembang menjadi pengiriman obat-obatan dan logistik supermarket di seluruh Jepang.

Kini, Masaru menjadi orang kaya-raya di Jepang dan keberhasilannya tak lepas dari peran Amazon Inc.

6 dari 8 halaman

Tak Ada Ide

Saat berkisah pertama kalinya memantapkan hati untuk berbisnis, Masaru mengaku tak ada ide. Saking tak ada pikiran, pria ini tak bisa tidur.

Lalu, pagi harinya, Masaru menemani temannya untuk mengambil paket dari pabrik benang. Tapi, dia tidak mampu menangani pengiriman parsel. Inlah yang menjadi alasan Masaru untuk berbisnis pengiriman paket.

Pemilik 60 persen ini tak keberatan menggandeng Amazon dan Rakuten—online retailer di Jepang—untuk mengembangkan bisnisnya. Masaru menawarkan jasa pengiriman “ same day delivery” kepada dua e-commerce raksasa itu.

Selain kerja sama dengan dua e-commerce, kenaikan harga saham Maruwa turut mengerek kekayaan Masaru. Bloomberg mencatat kekayaan pria berusia 74 tahun ini senilai US$1 miliar (Rp14,14 triliun).

Masaru juga menggandeng perusahaan parsel terbesar, Yamato Holdings Co. Sama dengan Rakuten dan Amazon, dia menawarkan bisnis pengiriman same day delivery.

7 dari 8 halaman

Tak Mau Melebihi Batas

Pada 2017, bisnis parsel Yamato berkembang tiga kali lipat dan mendorong volume pengapalan dari ritel e-commerce. Kenaikan bisnis ini tentu saja berakibat pada bisnis pengiriman.

 Tak Mau Melebihi Batas
© MEN

Meskipun sedang moncer, Masaru enggan menerima permintaan kelebihan pengiriman. Dia tak mau ngoyo terhadap bisnis pengiriman barang dari perusahaannya dan ogah melebihi kapasitas.

“ Perusahaan kami juga menawarkan gaji yang kompetitif untuk sopir truk,” kata Masaru.

8 dari 8 halaman

Belum Puas

Dia menuturkan, Maruwa bisa menghasilkan uang senilai 7,2 juta yen (Rp939,92 juta) dengan mengirimkan lebih dari 150 paket per hari.

Sekadar informasi, pendapatan Maruwa melesat 15 persen menjadi 85,6 miliar (Rp1,12 triliun) per 31 Maret 2019. Logisitik dan ritel makanan tetap menjadi bisnis terbesar Maruwa. Kini, paket e-commerce juga memberikan sepertiga pendapatan perusahaan Masaru.

Meskipun sudah sukses dan tajir, Masaru tetap tidak puas. Dia mengatakan penjualannya seharusnya beberapa kali lebih besar karena dia menghabiskan waktu hampir 50 tahun untuk berbisnis.

“ Saya belum menghasilkan yang terbaik,” kata dia.

Join Dream.co.id