Begini Teknis Polisi Tindak Pemudik yang Nekat Saat Masa Pelarangan

News | Kamis, 22 April 2021 07:01
Begini Teknis Polisi Tindak Pemudik yang Nekat Saat Masa Pelarangan

Reporter : Ahmad Baiquni

Petugas akan bersiaga di seluruh titik penyekatan.

Dream - Polri menyatakan akan menindak masyarakat yang masih nekat mudik saat larangan berlaku pada 6-17 Mei 2021. Polri siap menegakkan aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomoe 13 Tahun 2021.

" Bagaimana surat edaran dengan instansi terkait, Polri akan menegakkan itu semua," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono.

Untuk sanksi, Rusdi menyatakan akan ditentukan sendiri oleh Polri. Sanksi diberikan dengan melihat kondisi di lapangan.

" Nanti Polri yang menilai di lapangan, apakah cukup diputarbalikkan atau ditambah sanksi-sanksi yang lain ketika didapati pihak-pihak tertentu yang memang sengaja untuk melanggar pada SE tersebut," kata Rusdi.

2 dari 6 halaman

Mobil yang Tidak Peruntukannya Disanksi Tegas

Sedangkan untuk penilaian bentuk pelanggaran akan dijalankan petugas yang sedang berjaga di titik perbatasan. Sanksi tegas terutama akan diterapkan pada kendaraan yang tidak untuk peruntukannya.

" Contohnya dilihat ada angkutan umum, travel gelap itu tidak boleh mengangkut pemudik. Dari awal dikasih tahu tidak boleh, tidak boleh, tidak boleh, tetapi ketika nanti di lapangan ditemukan seperti itu tentunya Polri punya penilaian sendiri," kata dia.

Sementara untuk kemungkinan sanksi bagi pemudik sebelum tanggal 6 Mei 2021, Rusdi kembali meminta kesadaran masyarakat. Dia meminta masyarakat mematuhi kebijakan Pemerintah dengan tidak mudik.

" Karena untuk kepentingan bersama, dilihat sekarang pandemi masih ada dan belajar dari kasus 2020," kata dia.

Sumber: Merdeka.com

3 dari 6 halaman

Larang Mudik Tapi Buka Tempat Wisata, Ini Kata Satgas Covid-19

Dream - Pemerintah melarang mudik Lebaran mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Tetapi, Pemerintah tetap mengizinkan objek wisata buka selama periode tersebut.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengingatkan, objek wisata harus menerapkan prinsip kehati-hatian. Protokol kesehatan harus ditegakkan.

" Meskipun objek wisata dibuka di masa pandemi, prinsip kehati-hatian dan menghindari terjadinya kepadatan dan kerumunan harus menjadi prioritas," ujar Wiku, disiarkan kanal YouTube BNPB.

Penyelenggara objek wisata harus menjalankan pengawasan secara ketat mengenai penerapan protokol kesehatan. Seluruh pihak baik pengunjung maupun pengelola wajib mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan.

" Penyelenggara objek wisata selalu mengingatkan pengunjung untuk memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama berada dalam area objek wisata tersebut," kata dia.

Pada dasarnya, tambah Wiku, Satgas Covid-19 tidak membolehkan wisata jarak jauh. Larangan untuk ini sudah tercantum dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

" Ini diharapkan dapat mengurangi jumlah wisatawan di lokasi pariwisata agar tidak menimbulkan kerumunan dan mencegah masuknya kasus dari daerah lain yang berpotensi membawa varian baru yang mungkin lebih menular dan membahayakan keselamatan masyarakat," kata Wiku.

4 dari 6 halaman

Menkes Ingatkan Lonjakan Kasus Covid-19

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap situasi di tengah pandemi Covid-19. Ini menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 sangat tinggi di sejumlah negara.

Budi mengatakan lonjakan kasus di luar negeri disebabkan dua hal. Pertama, kemunculan strain baru dan kedua, peningkatan vaksinasi yang ternyata membuat masyarakatnya abai protokol kesehatan.

" Penyebabnya ada dua, yang pertama adalah mutasi baru, sudah masuk juga di Indonesia, walaupun kita masih sangat sedikit insidennya. Yang kedua, yang paling penting adalah karena mereka sudah vaksinasinya tinggi, jumlah konfirmasi kasusnya menurun, mereka lupa, mereka kurang waspada, mereka mengendurkan protokol kesehatan," ujar Budi, dikutip dari 

Karena itulah, Budi terus mengingatkan masyarakat untuk waspada. Meski saat ini terjadi penurunan kasus Covid-19 sebagai hasil kebijakan Pemerintah dalam memberlakukan pengetatan.

" Tolong kita jaga diri kita, kita tetap waspada, kita tetap hati-hati, kita tetap disiplin menjalankan protokol 3M," kata Budi.

Selain itu, Budi juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Menurut dia, dampak dari kebijakan ini sudah sangat baik bagi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

" Kalau itu bisa kita tetap jalankan, insyaallah di masa Ramadan ini dan Idulfitri, kita tidak usah mengalami seperti yang ada di India," kata Budi.

5 dari 6 halaman

Menkes Budi: Seluruh Dunia Rebutan Vaksin Covid-19

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan kebutuhan vaksin semakin terbatas. Bahkan saat ini banyak negara berupaya keras memperebutkan vaksin untuk mencukupi kebuthan dalam negeri masing-masing.

" Memang sekarang di seluruh dunia rebutan vaksin itu semakin keras," ujar Budi, dalam kanal Sekretariat Presiden.

Meski demikian, Budi memastikan pasokan vaksin untuk Indonesia terjamin. Sebab Indonesia tidak hanya mengandalkan satu pemasok.

" Alhamdulillah, Indonesia itu sumber vaksinnya ada empat," kata dia.

Empat sumber tersebut yaitu China, Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman. Sehingga apabila salah satu pemasok terganggu, Indonesia masih bisa mengandalkan sumber lain.

" Salah satu yang lancar ini dari China, jadi rutin mereka memang setiap dua minggu itu ada pengiriman," ucap Budi.

 

6 dari 6 halaman

Vaksinasi Melambat

Indonesia baru menerima 6 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bulk atau bahan baku pada Minggu, 18 April 2021. Seluruh pesanan vaksin Indonesia ke Sinovac mencapai 140 juta bulk dengan pengiriman bertahap.

Kedatangan vaksin pada Minggu kemarin merupakan pengiriman tahap delapan. Untuk selanjutnya, bulk akan diolah oleh PT Bio Farma menjadi vaksin siap pakai.

" Pengirimannya datang kemarin itu 6 juta bahan baku. Itu akan jadi 80 persennya atau 4,8 juta satu bulan kemudian di bulan Mei," kata Budi.

Karena menunggu vaksin siap, maka vaksinasi terpaksa sedikit melambat. Selain karena proses produksi, juga akibat ada hambatan untuk vaksin AstraZeneca.

" Tapi Alhamdulillah yang China masuk, sehingga April ini insya Allah harusnya terpenuhi dan kita juga sudah menyiapkannya untuk bulan Mei," kata Budi.

Join Dream.co.id