Polri Kejar Penyebar Video Pemicu Demonstrasi di Manokwari

News | Senin, 19 Agustus 2019 14:30
Polri Kejar Penyebar Video Pemicu Demonstrasi di Manokwari

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Demonstrasi di Manokwari merupakan buntut dari peristiwa yang terjadi di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Dream - Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, diduga dipicu oleh video peristiwa penangkapan mahasiswa di Malang dan Surabaya, Jawa Timur. Video itu membuat masyarakat Manokwari terprovokasi.

" Mereka boleh dikatakan cukup terprovokasi dengan konten yang disebarkan akun di media sosial terkait peristiwa di Surabaya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Jakarta, Senin 29 Agustus 2019.

 

Menurut Dedi, Direktorat Tindak Pidana Siber Polri segera melacak akun-akun media sosial yang menyebarkan video bernada provokatif tersebut. Polisi telah mengantongi daftar akun tersebut.

" Dari hasil koordinasi saya dengan Direktorat Siber bersama dengan jajaran siber langsung melakukan profiling terhadap konten-konten yang disebarkan oleh akun-akun yang sifatnya anonymous," ucap Dedi.

Jika ditemukan indikasi penyebaran konten provokatif, akun-akun tersebut dapat dijerat hukum pidana.

" Apabila memang ada unsur melawan hukum terhadap akun yang menyebarkan konten-konten yang bersifat provokatif, tentunya akan dilakukan penegakan hukum," kata dia.

2 dari 6 halaman

Demo Manokwari, Kapolri Ungkap Pemicu Warga Papua Terusik

Dream - Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, mengatakan, kerusuhan yang terjadi di Papua terlecut karena kesalahpahaman. Dia mengatakan, ada kata-kata yang membuat warga Papua tak nyaman.

" Sehingga saudara kita di Papua merasa terusik," kata Tito, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 19 Agustus 2019.

Tito menyebut, peristiwa di Malang dan Surabaya merupakan insiden kecil. Kasus ini telah diselesaikan oleh pejabat pemerintah setempat.

Tito meminta masyarakat agar menjaga kedamaian Tanah Papua. " Tolong jaga perdamaian Manokwari dan cinta kasih di Papua," kata Tito.

Kapolri menegaskan situasi keamanan di Papua saat ini berangsur kondusif. Dia akan mengirim pasukan tambahan untuk mendukung situasi kondusif di Papua.

 

3 dari 6 halaman

Di Jayapura

Kerusuhan di Manokwari dan unjukrasa di Jayapura menjadi rentetan aksi berantai di Papua. Hal itu menyusul insiden pengepungan asrama disertai kekerasan terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya beberapa waktu lalu.

" Efek Surabaya, Malang itu," Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Eko Daryanto.

Menurut Eko, untuk di Jayapura sendiri tidak terjadi kerusuhan. Hanya saja, massa memblokir jalan utama menuju Bandara Sentani.

" Sementara tidak ada aksi (pengerusakan), tapi sudah aksi penutupan jalan ke bandara," jelas dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Muhammad Ali)

4 dari 6 halaman

Kondisi Terkini Manokwari Setelah Terjadi Kerusuhan

Dream - Polri masih mampu mengendalikan situasi keamanan di Manokwari, Papua Barat, setelah terjadi kerusuhan pada Senin pagi, 19 Agustus 2019. Polri pun belum menetapkan status siaga satu.

" Namun demikian aparat keamanan tetap waspada, tetap memonitor setiap perkembangan yang terjadi di lingkungan," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta.

Polisi hingga kini terus melakuan sejumlah cara untuk meredam aksi yang melebar. Salah satu caranya yakni bernegosiasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Akibat kerusuhan ini, ada beberapa fasilitas publik yang dirusak massa seperti pembakaran Gedung DPRD Manokwari.

" Ada juga bangunan eks kantor gubernur (yang dirusak) dan ada beberapa fasilitas publik lainnya," ucap dia.

Selain fasilitas publik, ada juga beberapa anggota polisi yang mengalami luka-luka dalam peristiwa ini.

" Saat ini (korban) baru dari aparat kepolisian ada tiga orang korban, satu Karo Ops kemudian ada dua anggota yang pada saat proses negosiasi antara Pak Wagub, Pangdam, dan Kapolda, ada provokasi lemparan batu," kata Dedi.

5 dari 6 halaman

Tiga Polisi Terluka Akibat Kerusuhan di Manokwari

Dream - Tiga polisi terluka akibat kerusuhan di Manokwari, Papua Barat. Para polisi itu terkena lemparan batu saat bernegoisasi dengan tokoh masyarakat setempat.

" Saat ini, korban tiga anggota. Satu Kaorops, dua anggota (polisi)," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, di Jakarta, Senin 19 Agustus 2019.

Dedi mengatakan, kerusuhan di Manokwari terjadi sebagai respon pengepungan asrama dan kekerasan terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.

Polisi menduga, aksi demonstrasi juga muncul karena konten rasisme dan diskriminatif terhadap warga Papua yang beredar di media sosial.

" Diduga mereka terprovokasi dengan konten yang disebar di sosmed. Konten ini membakar mereka yang dianggap aksi mereka diskriminasi," ucap dia.

Dedi menambahkan, tim siber Bareskrim Polri saat ini sedang memburu akun penyebar konten provokatif tersebut.

6 dari 6 halaman

Tindakan Persuasif

Akibat provokasi ini, warga dan mahasiswa di Papua Barat memblokir sejumlah jalan di Manokwari. Mereka juga membakar sejumlah fasilitas publik. Dua di antaranya adalah Gedung DPRD Papua Barat dan eks kantor Gubernur Papua Barat.

Polri saat ini terus berupaya meredam kerusuhan di Manokwari, Papua Barat. Langkah-langkah komunikasi terhadap tokoh masyarakat setempat terus dilakukan.

" Kami lakukan tindakan persuasif, komunikasi antara Polri dengan seluruh tokoh. Diharapkan ini mampu meredam aksi masyarakat dan semoga tidak meluas," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

Terkait
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id