Polri: Sakit Ustaz Maaher Sensitif, Bisa Coreng Keluarga Jika Diumumkan

News | Selasa, 9 Februari 2021 13:33
Polri: Sakit Ustaz Maaher Sensitif, Bisa Coreng Keluarga Jika Diumumkan

Reporter : Eko Huda S

"Ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum," kata Argo.

Dream - Polri menyatakan Ustaz Maaher At-Thuwailibi, alias Soni Eranata, meninggal dunia karena sakit. Namun, polisi enggan menjelaskan penyakit yang diderita tersangka kasus ujaran kebencian tersebut.

" Kemudian yang jadi petanyaan, kenapa saudara Soni Eranata itu meninggal? karena sakit meninggalnya," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Selasa 9 Februari 2021.

Argo tak mau membongkar penyakit Maaher. Dia beralasan, penyakit yang diidap Maaher sangat sensitif dan bisa berdampak pada keluarga bila diumumkan.

" Saya enggak bisa menyampaikan sakitnya apa karena ini sakit yang sensitif, ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum," kata Argo.

2 dari 5 halaman

Yang jelas, tegas dia, para dokter menyebut bahwa sakit yang diderita Maaher sangat sensitif. " Yang bisa membuat nama baik keluarga bisa tercoreng kalau kami sampaikan di sini," tambah dia.

Maaher ditahan akhir tahun lalu, setelah dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan penghinaan kepada ulama Nahdlatul Ulama, Habib Lutfi bin Yahya. Dia ditahan di Rutan salemba cabang Bareskrim.

" Itu yang bersangkutan dikenakan UU ITE. Jadi yang bersangkutan pada tanggal 4 Desember kita lakukan penahanan, ini surat penahanannya. Kemudian dalam proses penahanan yang bersangkutab merasa sakit," papar Argo.

3 dari 5 halaman

Karena Maaher sakit, dokter dan penjaga tahanan mengirim surat ke Rumah Sakit Polri. Polisi membantarkan penahanan Maher dengan alasan sakit tersebut. " Sudah kita lakukan, ada surat (pembantaran) kita untuk dilakukan perawatan," tutur Argo.

Sejak pembantaran itu, Maaher menjalani perawatan. Tak hanya di rumah sakit, Maaher juga menjalani pemeriksaan di sejumlah laboratorium. Argo menunjukkan bukti rekam medis Maaher, baik dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri maupun laboratorium swasta.

" Semuanya ini adalah rekam medis, artinya ini keterangan dari dokter yang menyatakan yang bersangkutan sakit. Laboratorium juga ada," kata Argo.

Setelah menjalani perawatan, Polri mengirim Maaher ke Kejaksaan. Prosedur itu dilakukan karena Kejaksaan menyatakan berkas kasus Maaher telah lengkap. " Makanya langsung kirimkan ke Kejaksaan tahap ke duanya," tutur Argo.

4 dari 5 halaman

      View this post on Instagram

A post shared by DIVISI HUMAS POLRI (@divisihumaspolri)

5 dari 5 halaman

Pada Jumat 22 Januari 2021, tim penasihat hukum Maaher bersama keluarga sempat mendatangi Bareskrim Polri. Dalam kunjungan itu, pihak penasihat hukum dan keluarga mengajukan permohonan agar Maaher diantarkan ke RS Ummi Kota Bogor Jawa Barat, lantaran tengah menderita penyakit lambung.

" Siang ini kami usahakan ke penyidik agar bisa merujuk (Maaher) ke RS Ummi, Bogor. Karena ada rekam medis, sejak awal sakitnya sebelum (Maaher) ditahan," kata Kuasa hukum Ustadz Maaher, Djudju Purwantoro dilansir dari Liputan6.com.

Terkait
Join Dream.co.id