Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Soal 4 Orang Tewas Saat Rusuh 22 Mei

News | Jumat, 5 Juli 2019 17:53
Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Soal 4 Orang Tewas Saat Rusuh 22 Mei

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Dua korban, kata polisi, ditembak dari jarak dekat.

Dream - Polisi memastikan empat orang meninggal dunia akibat tertembak dalam kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019. Polisi menemukan pola tembakan pada dua dari empat korban tembak tersebut.

Dua korban yang sudah diperiksa pola tembakannya adalah Harun Al Rasyid yang tertembak di kawasan Slipi dan Abdul Aziz di dekat Asrama Brimob, Petamburan, Jakarta Barat.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Setio, berdasarkan pemeriksaaan Polres Jakarta Barat, Harun tertembak dari sisi kanan dengan jarak 11 meter.

" Di mana anggota polri yang melakukan penanganan unjuk rasa dengan jarak perusuh 100 meter," tambah Suyudi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Berdasarkan keterangan saksi, Harun diduga ditembak menggunakan pistol dengan arah tembakan miring ke arah massa. " Arah miring jarak 11 meter arahnya lurus mendatar. Pelaku agak tinggi kecil berambut panjang," ucap dia.

Dari hasil autopsi, terdapat proyektil 9,17 mm yang bersarang di tubuh Harun.

2 dari 6 halaman

Abdul Aziz

Sementara, Abdul Aziz yang ditemukan di dekat Asrama Brimob diduga ditembak dari jarak 30 meter.

" Penembakan dari jarak 30 meter dari arah belakang, terkena punggung sebelah kiri. Proyektil ada di dada sebelah kiri, 5,56 meter," kata dia.

Saat ini, polisi masih memburu pelaku penembakan dengan berbagai metode. Salah satunya menggunakan face recognition yang diambil dari CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

3 dari 6 halaman

Ini Pemicu Brimob Aniaya Pria di Kampung Bali

Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan, pemicu beberapa anggota Brimob menganiaya seorang pria di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada kerusuhan 23 Mei 2019, dipicu karena sang komandan terkena panah beracun.

Mengetahui komandannya terkena panah beracun, 10 anggota Brimob mengejar pelaku.

" Kampung Bali tindakan spontanitas oleh anggota Polri dari Brimob Nusantara, dipicu dari ada komandan kompinya dipanah, terkena panah beracun," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019.

Dedi menuturkan, 10 anggota Brimob itu kini sudah diketahui identitasnya. Nantinya, mereka akan diberi sanksi selepas kembali ke Polda masing-masing.

4 dari 6 halaman

Berasal Dari Sejumlah Polda

Seperti diketahui, anggota Brimob yang berjaga di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Mahakamah Konstitusi (MK) tidak hanya berasal dari Jakarta saja.

" Akan menjalani hukuman setelah kembali ke Polda setempat. Apabila ada anggota terbukti melanggar disiplin akan ditindak tegas," kata dia.

Sebelumnya, beredar video ada beberapa anggota Brimob yang sedang menganiaya seorang pria. Dalam video itu, terlihat anggota Brimob membabi buta memukul, menendang bahkan memukul pria itu menggunakan senjata.

Meski terlihat sudah tidak berdaya, si pria tetap dipukuli oleh beberapa anggota Brimob itu. Kasus ini butuh dari kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019.

5 dari 6 halaman

Halau Demo 22 Mei, Polri Tak Dibekali Peluru Tajam

Dream - Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal, secara tegas menyatakan dalam pengamanan unjuk rasa 22 Mei aparat tidak menggunakan peluru tajam. Baik itu unsur polisi maupun TNI.

" Petugas pengamanan, personel pengamanan dalam kegiatan penyampaian unjuk rasa demo sejak kemarin hingga hari ini tidak dibekali dengan peluru tajam," ujar Iqbal dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 22 Mei 2019.

Iqbal mengatakan hal itu dijalankan berdasarkan instruksi dari Kapolri dan Panglima TNI. Dia juga menegaskan aparat keamanan juga tidak dibekali senjata api.

" Kami yakinkan, kalau ada yang menggunakan peluru tajam bahwa itu bukan personel pengamanan TNI dan Polri dalam konteks unjuk rasa ini," kata dia.

Sejumlah massa berbuat kerusuhan di Petamburan sejak kemarin malam hingga tadi pagi. Polisi bersama tokoh masyarakat dan ulama FPI berusaha menghalau massa.

Massa sempat dipukul mundur. Tetapi massa justru menyerang asrama Brimob Petamburan dan merusak sejumlah mobil yang terparkir di sana.

6 dari 6 halaman

Polri: Tak Ada Brimob Negeri Seberang yang Ikut Amankan Demo

Dream - Polisi menyebut bahwa informasi di media sosial yang menyebut adanya pasukan asing dalam pengamanan pemilu sebagai kabar hoaks. Polisi memastikan polisi dalam foto yang menjadi viral itu sebagai anggota mereka.

" Banyak foto-foto, kebetulan Brimob yang di-framing, bahwa itu pasukan dari negeri seberang yang sipit-sipit," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M. Iqbal, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu 22 Mei 2019.

Menurut Iqbal, tidak ada pasukan asing. Dia menegaskan bahwa polisi dalam foto yang menjadi viral di media sosial itu sebagai anggota mereka.

" Tidak ada, kami bantah, murni itu personel Brimob, warga negara Indonesia," tegas Iqbal.

Dia menambahkan, memang ada beberapa akun yang terindikasi terkait kelompok tertentu. Polisi, kata Iqbal, sudah mengidentifikasi sejumlah akun yang diduga sengaja menyebarkan informasi tidak benar.

" Kami sudah tahu, kami punya ahli siber, patroli siber kita 24 jam. Kami tahu akun-akun yang viralkan terkonek," tambah Iqbal.

Terkait
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id