Polisi Buru Veronica Koman ke Luar Negeri

News | Kamis, 5 September 2019 13:00
Polisi Buru Veronica Koman ke Luar Negeri

Reporter : Maulana Kautsar

Polisi akan melayangkan `red notice`.

Dream - Polisi menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) dan Interpol untuk menangkap aktivis sekaligus advikat, Veronica Koman, yang dituding menjadi provokator kerusuhan Papua.

" Yang bersangkutan sekarang berada di luar negeri, keluarganya ada di luar negeri," kata Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, diakses dari, Kamis, 5 September 2019.

Luki mengatakan, ada tahapan-tahapan yang akan dia layangkan untuk menangkap Veronica. " Kalau perlu ada red notice," ujar dia.

Polisi, tambah dia, mendalami aktivitas Veronica di media sosial. Menurut Luki, Veronica aktif membuat hoaks di dalam dan luar negeri untuk provokasi.

Luki mengatakan, Veronica menyebarkan hoaks terkait isu Papua melalui akun Twitter @VeronicaKoman. Tak tanggung-tanggung, Veronica menuliskan kabar seperti polisi menembak asrama Papua, hingga 43 mahasiswa Papua yang ditangkap tanpa alasan yang jelas.

Ada tulisan mengenai aksi polisi yang mulai tembak ke dalam asrama Papua, total 23 tembakan termasuk gas air mata. Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung, disuruh keluar ke lautan massa.

" Semua kalimat diinikan ke dalam bahasa Inggris," ujar dia.

2 dari 4 halaman

Sosok Veronica Koman, Tersangka Kasus Provokasi Asrama Papua di Medsos

 Alasan Polisi Buat Aktivis Veronica Koman Tersangka

Dream - Aktivis dan advokat, Veronica Koman ditetapkan polisi sebagai tersangka insiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Polisi menganggap, kicauan Veronika di akun Twitter pribadinya @VeronicaKoman, sebagai berita bohong atau hoaks.

" Dari hasil gelar semalam, ada seseorang yang kami sebut VK sudah kami kirimi dua kali surat panggilan, yang bersangkutan tidak hadir," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, dilaporkan  Rabu, 4 September 2019.

Luki mengatakan, cuitan Veronica dianggap bermasalah karena sosoknya tak berada di lokasi kejadian. " Yang bersangkutan tidak ada di tempat, namun di Twitter sangat aktif, memberitakan, mengajak, memprovokasi, di mana dia mengatakan ada seruan mobilisasi aksi monyet turun ke jalan untuk besok di Jayapura. Ini pada tanggal 18 Agustus," ujar dia.

Ditambahkan Luki, dalam tulisannya, Veronica juga menuliskan tentang polisi mulai menembak ke dalam asrama Papua, total 23 tembakan termasuk gas air mata. Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung, disuruh keluar ke lautan massa.

" Semua kalimat diinikan ke dalam bahasa Inggris," kata dia.

3 dari 4 halaman

Siapa Veronica Koman?

Polisi menjerat Veronica dengan pasal berlapis. Di antaranya, UU ITE, KUHP pasal 160, UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008. " Jadi kita ada empat undang-undang yang kita lapis," ucap dia.

Saat ini, kata Luki, Veronika masih memiliki KTP Indonesia.

Siapa Veronica Koman?

Veronica merupakan aktivis yang meraih gelar sarjana hukum dari kampus swasta di Jakarta. Veronica merupakan pengacara publik dan kerap berhubungan dengan isu-isu Papua, pengungsian internasional, dan pencari suka.

Dia kerap memberikan bantuan hukum ke warga miskin dan buta hukum secara cuma-cuma.

4 dari 4 halaman

Mengejek Jokowi

Veronica pernah muncul sebagai sosok yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2017. Saat demo pemidanaan Ahok, Veronica menyebut rezim Jokowi lebih kejam dibanding era Susilo Bambang Yudhoyono.

Ucapan ini menyeretnya ke pelaporan polisi. Pelapor diketahui bernama Kan Hiung aliar Mr Kan. Laporan dilayangkan Kan tercatat dalam Nomor: TBL/2314/V/2017/PMJ/Dit.Reskrimum.

Sementara Mendagri, Tjahjo Kumolo pernah meminta klarifikasi ucapan Veronica yang menjelekkan Jokowi.

" Kalau dia mau datang, saya terima. Sesama warga negara boleh-boleh saja (berbincang). Dia harus menjelaskan apa maksudnya saat menyampaikan orasi itu," ucap dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id