Polisi Beberkan Bukti Pembunuhan Angeline

News | Senin, 27 Juli 2015 18:42
Polisi Beberkan Bukti Pembunuhan Angeline

Reporter : Ahmad Baiquni

Bukti-bukti tersebut dibeberkan saat sidang gugatan praperadilan tersangka Margriet Christina Megawe yang merupakan ibu angkat Angeline.

Dream - Polda Bali membeberkan sejumlah bukti kasus pembunuhan bocah delapan tahun di Denpasar, Angeline (Engeline). Bukti itu didapat saat tim penyidik melakukan penggeledahan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali.

Bukti itu diungkap dalam persidangan gugatan praperadilan yang diajukan tersangka Margriet Christina Megawe.

" Tali oren, gulungan tali warna biru yang telah disulut korek api, serta gulungan tali warna cokelat. Terakhir pisau dengan gagang cokelat dilakban," ujar kuasa hukum Polda Bali, Parwata, Senin, 27 Juli 2015.

Di samping itu, terang Parwata, tim penyidik Polda Bali telah melakukan olah TKP dan menemukan bercak darah di lokasi. Hasil olah TKP tersebut dipadu dengan hasil pemeriksaan tim forensik RSUP Sanglah.

" Pencarian barang bukti berupa hasil otopsi yang telah dilakukan tim forensik RSUP Sanglah Denpasar berupa sutas tali plastik warna merah dengan ukuran panjang 40 cm dalam keadaan rangkap dengan ujungnya tersimpul dan tercerabut," kata dia.

Tidak hanya itu, tim juga menemukan barang bukti lain berupa tali plastik warna biru sepanjang ikat pinggang dan boneka Barbie, juga celana dalam warna oren, baju daster tanpa lengan warna putih dengan motif bunga yang kesemuanya mengarah pada Margriet.

" Dari hasil kesimpulan pemeriksaan pendahuluan barang bukti tersebut dapat disimpulkan barang bukti di kamar Margriet, di dapur, baju daster adalah benar terdapat noda darah yang tengah dianalisis untuk mendapatkan profil DNA-nya," ungkap Parwata.

Dari sekian banyak bukti tersebut, Parwata menjelaskan tim penyidik menemukan adanya keterkaitan satu dengan lainnya. Pada salah satu tali berwarna merah yang ditemukan, ada kesamaan tanda berupa potongan yang berserabut.

" Lubang tempat korban dikuburkan dalam keadaan basar dan berair," kata dia.

Selain itu, Parwata juga memaparkan beberapa penyebab kematian Angeline. Jasad bocah tersebut mengalami sejumlah luka.

" Luka-luka terdapat pada dahi samping kanan, 6 cm pada garis ukuran 5x5 cm pada pangkal dan seluruh hidung depan terdapat luka memar kehitaman ukuran 5x2 cm, pada pipi kiri 4 cm dari garis pertengahan depan, di bawah sudut mata terdapat luka memar 2x3 cm," kata dia.

Luka lain terdapat luka memar pada pipi kiri sejarak 6 cm dari garis pertengahan depan sejajar lubang telinga dengan lebar luka 5x4 cm. Juga pada bibir atas sejajar garis pertengahan ada luka memar kehitaman ukuran 1x1,5 cm, dan pada leher kanan ada luka ukuran 8x3 cm. Sementara di perut terdapat 8 cm.

" Tali plastik empat lilitan warna cokelat, ujungnya diikat mati disambung dengan tali warna biru yang ujungnya juga diikat mati. Pada luka kepala bagian dalam dahi, pelipis, terdapat luka kehitaman. Pada bagian tengkorak serta dahi terdapat resapan darah, selaput otak sudah membubur warna kehijauan dan terjadi penyabunan. Ada luka dan pendarahan pada otak akibat kekerasan benda tumpul," ungkap Parwata.

Sementara hasil pemeriksaan DNA menunjukkan kesesuaian antara DNA Angeline dengan Hamidah dan Achmad Rosidik. Hasil ini menunjukkan Angeline merupakan keturunan dua nama tersebut.

" Selanjutnya, dari keterangan Dokter Dudut, ahli kedokteran forensik berdasarkan Bareskrim Polri menyebut jika korban mengenakan daster putih motif batik bunga-bunga warna hijau terdapat pendarahan di otak," terang Parwata.

Untuk memperkuat fakta, Parwata pun mengutip keterangan Kombes Lukas Budi Santoso, ahli poligraf Polri. Menurut dia, Agus mengaku diperintah Margriet mengambil tali saat Angeline tergeletak di lantai dengan jari tengah dan jari manisnya bergerak.

" Agus mengambil tali berwarna cokelat dan biru mengikat korban. Kemudian tali dikalungkan ke leher korban dan tali ditarik dengan keras dan kepala Angeline terangkat. Agus melakukan hal itu atas inisiatif sendiri karena diiming-imingi uang," kata Parwata.

Lebih lanjut, dia mengatakan keterangan yang disampaikan sejumlah saksi seperti Fancky A Marinka, Rahmat Handono, dan Susiani memiliki kesesuaian dengan kondisi Angeline saat ditemukan.

(Ism, Laporan: Berry Putra)

Join Dream.co.id