Mahathir Mohamad Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Malaysia

News | Senin, 24 Februari 2020 14:09

Reporter : Maulana Kautsar

Alasannya?

Dream - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Kabar pengunduran diri perdana menteri tertua di dunia ini telah dibenarkan Kantor Perdana Menteri.

Dilaporkan Malaysia Kini, Kantor Perdana Menteri menyatakan surat pengunduran diri Mahathir sudah dikirim ke Yang di-Pertuan Agong pukul 13.00 waktu Malaysia.

Spekulasi ini membenarkan laporan sebelumnya yang menyebut bahwa perdana menteri dan Ketua Partai Bersatu akan mengundurkan diri.

Dilaporkan Channel News Asia, alasan pengunduran diri Mahathir diduga karena terbentuknya koalisi baru antara partai politik Malaysia.

Koalisi baru itu di antaranya terdiri dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Partai Islam Se-Malaysia (PAS) dan lainnya.

Mahathir adalah perdana menteri keempat Malaysia dari 1981 hingga 2003, ketika ia memimpin UMNO. Dia keluar dari UMNO pada 2016 dan membentuk Bersatu di tahun yang sama dan mengambil peran sebagai ketuanya.

Dia memimpin Pakatan Harapan (PH) hingga kemenangan yang mengejutkan dalam pemilihan pada Mei 2018 Mei.

Mahathir Mohamad Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Malaysia
PM Malaysia Mahathir Mohamad (Foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

PM Mahathir Mohamad Mau Jual Tanah untuk Bayar Utang Malaysia

Dream – Utang Malaysia yang menumpuk hingga mencapai 1 triliun ringgit, setara Rp3.659,63 triliun, memaksa Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk memutar otak.

Perdana menteri tertua di dunia itu berencana menjual sejumlah aset negara sebagai salah satu cara agar tumpukan utang itu bisa dilunasi.

“ Aset tanah salah satunya. Kami bisa menjual beberapa aset yang berharga demi menggalang dana untuk bayar utang,” kata Mahathir, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis 10 Oktober 2018.

Tetapi, Mahathir belum memberikan penjelasan secara rinci aset mana saja yang akan dilepas. 

Selain jual aset, langkah lain yang bakal ditempuh adalah menerapkan pajak baru. Menurut Mahathir, pajak baru diperlukan setelah dihapusnya jenis pajak untuk barang tidak populer. 

“ Kami harus membuat pajak baru untuk mendapatkan uang demi bisa bayar utang,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Salahkan Najib Razak

Terkait beban utang ini, Mahathir terpaksa menyalahkan rezim pemerintahan Najib Razak. Sebab, Najiblah yang membuat catatan utang Malaysia menggunung.

Parahnya, pembiayaan pemerintah yang ditampung lewat 1Malaysia Development Berhad (1MBD) menjadi ladang korupsi dan sarana tempat pencucian uang.

Dilansir dari ABC News, Mahathir mengatakan masalah utang ini mengubah Malaysia dari “ macan” menjadi “ anak kucing kecil”.

“ Ini akan menjadi sulit bagi pemerintah karena mewarisi negara yang benar-benar kehilangan arah,” kata dia.(Sah)

4 dari 5 halaman

Mahathir Mohamad Tak Mau Cuma Tonton Dampak Tsunami di Sulteng

Dream - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad prihatin atas peristiwa gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Mahathir mengatakan, tak ingin sekadar menonton peristiwa memilukan itu.

" Tragedi itu menyayat hati, sebagai tetangga, kita tidak ingin duduk dan menonton dari pinggir," ujar Mahathir, dikutip dari The Straits Times, Kamis, 4 Oktober 2018.

Mahathir meminta Asean Committee on Disaster Management (ACDM) memainkan peran besarnya membantu koordinasi dan asistensi untuk mendukung bantuan gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara. Dia mendesak ACDM memainkan peran besarnya untuk mengoordinasi bantuan ke Palu, Sigi, dan Donggala.

Desakan ke ACDM lantaran Malaysia tak ingin menimbulkan kekacauan dalam proses evakuasi yang masih berjalan.

" Alih-alih membantu, kami mungkin akan mengganggu penyelamat lainnya. Jelas bahwa dalam keadaan seperti itu, ACDM memiliki peran besar untuk dimainkan," kata Mahathir saat pembukaan pertemuan ke-33 ACDM dan Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN ke-6 Manajemen Bencana (AMMDM), selain pertemuan terkait, di Putrajaya, Malaysia.

 

5 dari 5 halaman

Bantuan

Mahathir menyatakan keyakinannya setiap negara anggota ACDM akan memberikan bantuan kepada Indonesia melalui badan penanganan bencana mereka sendiri. " Bersama-sama, saya yakin kami dapat membantu tetangga kami untuk meringankan bebannya," kata dia.

Dia mengatakan, National Disaster Management Agency of Malaysia (NADMA) telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan siap untuk menyebarkan tim pencarian dan penyelamatan serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada pemerintah Indonesia.

Saat acara pertemuan tingkat menteri itu, Mahathir juga menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan senilai 1 juta ringgit, setara Rp3,6 miliar, untuk Dana Bantuan Sulawesi. Dana itu diserahkan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Wan Azizah kepada perwakilan Indonesia.

Mahathir mengatakan, risiko bencana harus ditanggapi dengan serius. Sebab, tingkat keparahan bencana akan berdampak terhadap kehidupan dan mata pencaharian, serta perkembangan bangsa-bangsa.

Mengutip data global, Mahathir menyebut sejak 2010 hingga 2017, wilayah Asia-Pasifik menyumbang 45 persen jumlah bencana global, 60 persen jumlah kematian akibat bencana global, dan 85 persen jumlah orang terdampak bencana global.(Sah)

Join Dream.co.id