Foto Langka, Tim Medis Corona Muslim dan Yahudi Ibadah Bersama

News | Senin, 20 April 2020 07:02
Foto Langka, Tim Medis Corona Muslim dan Yahudi Ibadah Bersama

Reporter : Sugiono

Beda keyakinan tak menghalangi mereka bekerja sama dalam menghadapi wabah Covid-19.

Dream - Mereka yang pernah bekerja di garis depan, pasti akan bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda.

Namun, meski berbeda agama, dua petugas kesehatan di garis depan ini tetap bekerja sama dalam menghadapi wabah virus corona.

Menurut laporan Daily Mail, dua orang petugas kesehatan Muslim dan Yahudi tampak menjalankan ibadah agama mereka masing-masing setelah merawat pasien Covid-19.

Koran Inggris itu menyebut ini adalah penampakan yang sangat jarang terjadi. Namun bisa terwujud di tengah wabah Covid-19 yang menjadi pandemi global hingga sekarang.

Kedua petugas kesehatan itu baru saja selesai menangani pasien Covid-19 yang mengalami masalah pernapasan di kota Be'er Sheva, Israel.

2 dari 8 halaman

Ibadah Bersama, Beda Arah

Dalam foto itu, tampak Avraham Mintz yang beragama Yahudi beribadah dengan menghadap ke arah Yerusalem.

 Mintz menghadap Yerusalem, Abu Jama ke Kabah.© Lobak Merah

Sedangkan rekannya, Zoher Abu Jama yang beragama Islam, sedang duduk di antara dua sujud menghadap Kabah di Mekah.

Foto kedua orang berbeda agama tapi punya tanggung jawab yang sama itu diambil rekan mereka dan menjadi viral setelah dibagikan di media sosial.

3 dari 8 halaman

Lepas Pekerjaan Demi Jadi Sukarelawan

Mintz adalah ayah dari sembilan anak. Dia seorang petugas kesehatan darurat nasional (MDA) yang melatih para sukarelawan dalam menghadapi Covid-19.

Sementara Abu Jama adalah ayah dari tujuh anak dan merupakan sukarelawan yang dilatih oleh Mintz.

Abu Jama rela melepas pekerjaannya sebagai instruktur mengemudi demi membantu korban Covid-19.

Kedua petugas kesehatan itu beribadah sekitar 15 menit sebelum kembali ke ambulans untuk mulai bekerja lagi menangani pasien Covid-19.

4 dari 8 halaman

Mendapat Dukungan dan Pujian Netizen

Melihat dua orang dengan latar belakang berbeda itu bertugas membuat netizen terharu.

Mereka mendoakan keduanya tetap sehat agar bisa menjalankan tugas dengan lancar di tengah wabah Covid-19.

" Saya bangga dengan kerja para petugas kesehatan ini, tidak peduli dari komunitas atau agama apa mereka," kata seorang netizen.

" Berjuang bersama! Raih kemenangan bersama! Marilah kita bersatu," timpal netizen lainnya.

Sejauh ini, sebanyaki 3.035 orang Israel telah dites positif terkena virus corona, dengan sebagian besar kasus ringan. Sepuluh pasien telah meninggal dan 49 dalam kondisi serius.

(Sumber: Lobak Merah)

5 dari 8 halaman

Kota di Israel Dikuasai Babi Hutan karena Corona, Cek Faktanya!

Dream - Pandemi virus corona penyebab Covid-19 telah meluas hingga ke wilayah Timur Tengah. Tak terkecuali di Israel.

Seperti di negara-negara lainnya, warga Israel juga menjalankan aturan social distancing dengan berdiam di rumah mereka.

6 dari 8 halaman

Kota di Israel 'Dikuasai' Babi Hutan

 Babi hutan menyerbu Kota Haifa di Israel Utara.© Hareetz.com/Ohad Zwigenberg

Namun rupanya, pandemi Covid-19 ini tidak berlaku bagi hewan liar seperti babi hutan di Kota Haifa, Israel Utara.

 Babi hutan mencari makan di permukiman penduduk.© Hareetz.com/Ohad Zwigenberg

Baru-baru ini Kota Haifa 'dikuasai' oleh ratusan babi hutan yang mencari makan hingga ke permukiman penduduk.

 

7 dari 8 halaman

Babi Hutan 'Jalan-jalan' di Dalam Kota

 Sepinya Kota Haifa akibat lockdown membuat babi hutan leluasa bergerak.© Hareetz.com/Ohad Zwigenberg

Sepinya kota akibat lockdown membuat para babi hutan ini dengan leluasa 'jalan-jalan' bersama keluarga mereka di dalam Kota Haifa.

 Warga Haifa hanya bisa melihat serbuan babi hutan dari dalam rumah.© Hareetz.com/Ohad Zwigenberg

Sementara para penduduk kota itu tampak hanya bisa menyaksikan keluarga babi hutan itu dengan santainya keluar masuk pekarangan rumah.

8 dari 8 halaman

Cari Makan di Tempat Sampah

 Babi hutan 'jalan-jalan' di antara rumah penduduk di Haifa, Israel Utara.© Hareetz.com/Ohad Zwigenberg

Selama lockdown di Kota Haifa, babi hutan tidak bisa lagi mencari makanan dari tempat sampah restoran karena banyak yang tutup.

 Babi hutan cari makan di tempat sampah milik warga Kota Haifa, Israel Utara© Hareetz.com/Ohad Zwigenberg

Namun mereka tidak kehilangan akal. Bersama dengan anak-anaknya, induk babi hutan sekarang mengais tempat sampah milik warga.

Pemerintah kota sebenarnya sudah mengadakan pertemuan secara virtual untuk mengatasi 'serangan' babi hutan selama lockdown.

Pejabat kota menduga masih ada warga memberi makan babi hutan dengan sengaja. Meski berbagai usaha dilakukan untuk melarang warga tersebut.

Sumber: Haaretz.com

Join Dream.co.id