Video Ketabahan Petugas Damkar Tetap Beraksi Meski Dicaci

News | Selasa, 15 Januari 2019 18:01
Video Ketabahan Petugas Damkar Tetap Beraksi Meski Dicaci

Reporter : Maulana Kautsar

"Baju ini bukan anti api Pak," kata petugas berusaha menjelaskan warga yang sudah tersulut emosi.

Dream - Aksi Tim Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara di Komplek Imigrasi Blok C, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Minggu, 30 Desember 2018 menjadi sorotan warganet.

Dalam video dokumenter proses kebakaran cukup hebat itu, beberapa warga tampat mengeluarkan umpatan dan cacian pad apara petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang tengah bekerja.

Fikri Naufal, petugas Damkar yang merekam video tersebut memperlihatkan seorang warga yang tak sabar melihat api di salah satu rumah warga berkobar.

"Masuk! Takut mati?" kata seorang warga.

Tetapi, seorang petugas damkar menyebut baju yang dia pakai bukan untuk melawan api.

"Ini anti panas Pak, bukan anti api," kata seorang petugas.

 
 
 
View this post on Instagram

Pemadam Kebakaran jasanya abadi dihati... Sungguh mulia dalam karyanya mengabdi sepenuh hati... Sirine meraung dan kobaran api menggila... Maju berjuang ke medan laga untuk selamatkan sesama... Walau cercaan silih berganti pemadam tiada perduli... Tanpa pamrih dalam bekerja mengharap ridho yang kuasa... Ikhlas dalam bertugas mempertaruhkan jiwa raga.. Apabila sukses dalam bertugas bersyukur dan berbagi...

A post shared by ������ �������� �� (@fikri_naufly) on

2 dari 3 halaman

Warga Akhirnya Membantu

Kepada Dream, Naufal menjelaskan baju yang dipakai tim Damkar memang hanya mampu melawan panas api. " Kalau baju tahan api itu berwarna silver (perak)" ujar Naufal, Selasa, 15 Januari 2019.

Meski sudah mendapat penjelasan, komentar pedas terus bermunculan. Dalam video itu terdengar warga menyebut petugas damkar datang terlambat hingga memaki dengan sebutan hanya makan gaji buta.

Berdasarkan keterangan kronologis yang dibagikan Naufal, petugas kebakaran sebetulnya datang pukul 02.50 WIB, tiga menit usai laporan diterima. Dengan sigap petugas menarik selang air untuk pemadam api.

Meski sempat terjadi insiden caci maki, petugas dan warga akhirnya tetap bahu membahu memadamkan api.

 

3 dari 3 halaman

Pemilik Rumah Alami Luka Ringan

Naufal mengatakan, proses pemadaman di pagi buta itu akhirnya selesai pada pukul 03.47. Dari hasil penelusuran tim Damkar, rumah itu diduga terbakar karena hubungan arus pendek listrik.

Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Putut Jantoko mengatakan, pemilik rumah, Sugito menjadi satu-satunya korban dalam insiden kebakaran itu.

" Luka bakar 4 persen, Bapak Sugito dibawa ke Klinik Komplek Imigrasi," ujar Putut.

Kebakaran ini diperkirakan menelan kerugian hingga Rp200 juta.(Sah)

Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting
Join Dream.co.id