Pesawat Terbang di Jalur Aneh, Pilot Malaysia Airlines Bingung

News | Minggu, 27 Desember 2015 14:30
Pesawat Terbang di Jalur Aneh, Pilot Malaysia Airlines Bingung

Reporter : Eko Huda S

Pesawat Malaysia Airlines MH132 itu baru saja lepas landas dari Bandara Auckland. Namun, pilot mendadak kebingungan karena jalur yang dilewati sangat aneh. Tak sesuai rencana penerbangan.

Dream - Keanehan terjadi pada pesawat Malaysia Airlines sesaat setelah lepas landas dari Bandara Auckland, Selandia Baru, pada 25 Desember yang lalu. Pesawat MH132 itu tak terbang pada jalur yang semestinya.

Dikutip Dream dari New Zealand Herald, Minggu 27 Desember 2015, pesawat itu hendak menuju ke Kuala Lumpur, Malaysia. Dan sudah lepas landas pada dinihari waktu Selandia Baru.

Tapi, delapan menit setelah pesawat lepas landas pukul 2.23 dinihari, pilot mengontak menara pengawas udara Auckland. Pilot yang terkejut itu melaporkan –sekaligus bertanya– mengapa pesawatnya tak terbang menuju Malaysia.

Pesawat Airbus A330 tersebut malah mengarah ke selatan. Atau menuju ke Melbourne, Australia. Aneh!

Saat berkomunikasi dengan petugas pengatur lalu lintas udara Auckland itu, pilot MH132 mengatakan rencana penerbangan maskapainya telah diberikan kepada Airways, yang mengelola kontrol lalu lintas udara untuk Selandia Baru dan Pasifik Selatan.

Juru Bicara Airways Corporation, penyedia layanan navigasi Selandia Baru, mengatakan kasus ini tengah diselidiki. “ Kami punya tim keselamatan internal yang akan menyelidiki kasus ini,” kata Juru Bicara itu.

“ Rencana penerbangan maskapai yang disampaikan kepada kami akan menuju ke Kuala Lumpur tapi melalui rute yang sedikit berbeda dari jalur yang diharapkan pilot,” tambah juru bicara itu. Hingga kini, belum diketahui hasil penyelidikannya.

2 dari 4 halaman

Bangkai Malaysia Airlines MH370 Ditemukan di Filipina?

Dream - Kepolisian Malaysia menerima laporan tentang penemuan puing pesawat yang diduga bagian dari MH370 yang raib pada 8 Maret 2014. Laporan itu menyebut ada bendera Malaysia yang ditemukan pada puing-puing pesawat tersebut.

Dikutip Dream dari laman Asia One, Senin 12 Oktober 2015, laporan itu dibuat oleh keluarga pencari burung di Sugbay, Tawi Tawi, wilayah selatan Filipina. Lelaki itu mengklaim bahwa keluarganya, yang menjadi bagian dari para pencari burung itu, melihat puing itu beberapa hari lalu. Lelaki itu baru melapor ke Kantor Polisi Sandakan, Filipina, pada Sabtu yang lalu.

Dalam laporan tersebut, lelaki yang merupakan teknisi audio visual berusia 40-an tahun, itu mengaku keponakannya dan sejumlah orang lainnya yang sedang berburu burung melihat puing-puing di pulau. Mereka kemudian mendekati reruntuhan itu dan menemukan tulang belulang.

Tak hanya itu, pelapor itu mengklaim bahwa para pemburu burung itu juga menemukan kerangka di kusri pilot dengan sabuk yang dikencangkan. Sebelum meninggalkan lokasi penemuan puing itu, para pencari burung itu mengambil bendera yang ditemukan di antara puing-puing tersebut.

Pria yang melapor ini menduga puing-puing itu merupakan pesawat Malaysia Airlines yang hilang tahun lalu. Atas laporan itu, Kepolisian Malaysia telah mengontak rekan mereka, Kepolisian Filipina. Mereka ingin memastikan kebenaran laporan penemuan puing pesawat di dalam hutan di wilayah terpencil Filipina itu.

“ Tak ada foto untuk mendukung klaim itu sehingga meminta rekan kami melakukan pengecekan,” kata pejabat Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Tan Sri Khalid Abu Bakar. Sementara, pejabat senior Kepolisian Filipina di Wilayah Otonomi Muslim Mindanao, mengatakan tak ada laporan adanya pesawat jatuh di wilayah tersebut.

Sedangkan, pejabat di Magindanao, Rodoleo Jacson, yang wilayah kerjanya meliputi Provinsi Tawi Tawi, mengaku bingung dengan klaim ini. Entah benar atau tidak klaim penemuan ini. Yang jelas, tim dari Malaysia dan Filipina tengah mengecek kebenaran laporan etrsebut.

Pada Juli silam, otoritas Prancis telah menyatakan bahwa puing-puing yang ditemukan di sekitar Pulau Reunion, dekat dengan Madagaskar, teridentifikasi sebagai bagian dari MH370 yang raib. Pemerintah Malaysia juga telah memastikan puing-puing yang ditemukan di Pulau Reunion itu sebagai bagian dari pesawat MH370.

Pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines itu hilang saat terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China. Pesawat tersebut mengangkut 239 orang. (Ism) 

3 dari 4 halaman

Sebelum Raib, Pesawat Malaysia Airlines MH370 Dipenuhi Racun?

Dream - Sejak Maret tahun lalu, keberadaan pesawat Malaysia Airline MH 370 masih menjadi misteri. Pencarian terus dilakukan. Berbagai teori juga sudah dikemukakan. Namun hasilnya tetap nihil.

Teori terbaru dikeluarkan oleh pilot sekaligus mekanik penerbangan Amerika Serikat, Bruce Robertson. Teori tersebut dipaparkan secara panjang lebar dalam website MH370,www.mh370site.com.

Dalam paparan itu, Robertson menuding baterai lithium ion sebagai biang keladi raibnya pesawat berisi 239 manusia itu. Teori yang menyebut baterai lithium ion ini memang sudah disebut-sebut sebelumnya.

Tapi, dalam teori ini, Robertson memaparkan lebih detail bagaimana baterai menjadi awal hilangnya Boeing 777-200ER itu. Berdasarkan ringkasan teori, dia menyebut baterai lithium ion di dalam kargo bereaksi. Terbakar. Kemudian menyebarkan gas monoksida yang mematikan ke sekujur kabin.

Pilot Zaharie Ahmad Shah menyerah. Racun gas karbon monoksida merenggut kesadaran. Tapi Kopilot Fariq Abdul Hamid mampu bertahan. Dia ambil alih kendali. Memutar arah ke barat. Namun akhirnya Fariq tak tahan juga dengan gas mematikan itu.

“ Sistim otomatis pesawat mengambil alih kendali selama berjam-jam kemudian,” tulis Robertson sebagaimana dikutip Dream dari www.mh370site.com, Senin 29 Juni 2015.

Pesawat itu kemudian belok ke kiri. Dan terus mengudara tanpa kendali. Terbang secara auto pilot. Sebelum akhirnya jatuh ke Samudera Hindia Selatan.

Menurut Robertson, pesawat it jatuh di Samudera Hindia Selatan, di sebelah barat Pateau Zenith, barat Exmouth, Australia. Atau 21 derajat Lintang Selatan dan 103 derajat Bujur Timur.

Wilayah di Plateau Zenith merupakan lokasi pencariaan pada Maret dan April 2014. Karena ping locator mendeteksi sinyal di sekitarnya. Ping itu sangat penting untuk mendapatkan di mana lokasi pesawat itu.

Namun sayang, lokasi itu diabaikan karena tantangan yang besar dalam hitung-hitungan matematis. “ Terlalu banyak uang dan waktu yang terbuang dalam pencarian yang tak membuahkan hasil di area yang jauh ke barat daya, barat Perth,” tulis Robertson.

Menurut dia, penjelasannya ini sekaligus menepis dugaan adanya konspirasi maupun kejahatan terkait hilangnya pesawat yang tengah terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China, itu.

“ Hanya kecelakaan industrial sederhana yang memerlukan waktu bagi sistim otomaris untuk menyelamatkan situasi. Burung yang terluka itu telah melakukan yang terbaik untuk bertahan, namun tidak bisa,” tambah Robertson. 

Baca juga
4 dari 4 halaman

Malaysia Airlines Pastikan Sayap di Madagaskar dari Boeing 777

Dream - Wakil Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Abdul Aziz Kaprawi, mengatakan bagian sayap yang ditemukan di Pulau Reunion, dipastikan merupakan bagian dari sayap pesawat Boeing 777. Namun belum diketahui apakah bagian yang disebut flaperon itu merupakan milik pesawat malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014.

" Ya, MAS (Malaysia Airlines) mengatakan kepada saya bahwa bagian flaperon itu merupakan bagian Boeing 777, tapi ini bukan berarti milik MH370," tutur Kaprawi sebagaimana dikutipDream dari The Star, Jumat 31 Juli 2015.

" Ini terkonfirmasi bahwa flaperon itu milik [Boeing] 777." [Baca juga: Puing Diduga Bagian Sayap MH370 Ditemukan]

Flaperon itu ditemukan di Pulau Reunion, wilayah Samudera Hindia, yang berdekatan dengan Madagaskar. Setelah flaperon, dua jam kemudian ditemukan tas yang diduga berasal dari pesawat MH370, pesawat berisi 239 orang yang raib saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, lebih dari setahun lalu.

Dan hari ini, benda-benda lain yang juga diduga berasal dari MH370 kembali ditemukan. Yaitu botol minuman produksi China dan botol bahan pembersih produksi Indonesia. Kedua botol itu ditemukan di sekitar lokasi penemuan flaperon dan tas. [Baca juga: Ditemukan Tas, Diduga dari MH370]

Temuan botol-botol itu semakin memperkuat dugaan bahwa flaperon yang ditemukan sebelumnya merupakan bagian Boeing 777 MH370. Namun, meskipun di atas pesawat itu terdapat penumpang dari Indonesia dan China, belum bisa dipastikan apakah benda-benda itu benar-benar dari MH370. [Baca juga: Botol So Klim Pemutih di Dekat Penemuan Bagian Sayap]

Pemerintah Malaysia meminta semua pihak tak cepat membuat kesimpulan. Sebab bisa saja benda itu bukan berasal dari MH370, sehingga tidak memberikan " harapan palsu" bagi keluarga penumpang. 

Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna
Join Dream.co.id