Salju Terakhir di Papua

News | Senin, 20 September 2021 19:00

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

"Jadi kepala dewa akan segera menghilang," kata Lonnie Thompson, pemimpin kelompok peneliti inti es Papua.

Dream - Indonesia memiliki beragam wisata alam yang indah dengan pemandangan menakjubkan, salah satunya gunung. Namun tak bisa dipungkiri, banyak masyarakat yang kurang peduli dalam pengelolaan tempat wisata tersebut.

Belakangan beredar sebuah video, yang diunggah kanal YouTube Penjelajah Nusantara, menunjukkan momen saat dirinya tengah berada di daerah saljur di Papua.

" Sekarang saya lagi di sini, nih. Ini ada salju terakhir di Papua. Masih bisa lihat salju di negeri sendiri!," ucap pria yang diketahui bernama Mahir sambil terengah-engah.

Salju Terakhir di Papua
Mahir (Foto: YouTube Penjelajah Nusantara)
2 dari 4 halaman

Beri Pesan Menohok

Dalam video itu, ia juga sempat menunjukkan posisi salju tersebut. Suaranya bergetar, ia menyebutkan bahwa Indonesia begitu kaya.

" Ya Allah, betapa kayanya negeri ini. Tapi dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang serakah, rakus, hingga lupa kekayaan alam," sambungnya.

 Salju terakhir di Papua© YouTube

Masih dalam unggahan yang sama, Mahir menegaskan bahwa manusia akan sadar ketika pohon terakhir sudah ditebang, mata air telah hilang, ikan terakhir ditangkap, mereka tidak akan bisa hidup dengan uang. Dalam video itu, posisi Mahir diyakini berada di Puncak Jayawijaya, Papua.

Gunung tertinggi di Indonesia itu memang terdapat salju. Seiring berkembangnya zaman dan efek pemanasan global, keberadaan salju di sini tak seperti dulu lagi dan bahkan diprediksi akan mencair pada 2026.

 

3 dari 4 halaman

Kepala Dewa Akan Hilang

 Salju terakhir di Papua© YouTube

Salju di Puncak Jaya, Papua, atau juga biasa dikenal sebagai 'Kepala Dewa' tengah mengalami penyusutan karena dipercepat oleh fenomenan El Nino yang membawa udara hangat dan memangkas curah hujan.

" Mengurangi emisi gas rumah kaca dan menanam lebih banyak pohon mungkin bisa memperlambat laju penyusutan es di Papua. Tapi kami yakin akan sangat slit untuk menyelamatkannya dari kepunahan," kata Glasiologis Indonesia, Donaldi Permana, seperti dikutip dari Liputan6.com, Senin 20 September 2021.

Kepunahan gletser ini juga bukan hanya menjadi dampak lingkungan, ini juga diratapi sejumlah suku Papua yang meyakini bentangan es tersebut sebagai lokasi sakral.

" Pegunungan dan lembah-lembah adalah kaki dan tangan dewa mereka dan gletser adalah kepalanya," kata Lonnie Thompson, pemimpin kelompok peneliti inti es Papua dikutip dari Merdeka.com, Senin 20 September 2021.

" Jadi kepala dewa akan segera menghilang.

4 dari 4 halaman

Berikut Videonya

Join Dream.co.id