Pernikahan Haru di Palembang, Ijab di Dekat Jenazah Ibunda

News | Minggu, 25 Agustus 2019 12:00
Pernikahan Haru di Palembang, Ijab di Dekat Jenazah Ibunda

Reporter : Maulana Kautsar

Para tamu bingung harus mengucapkan selamat atau ucapan belasungkawa.

Dream - Pernikahan Marinus Gempa Suwijo, 29 tahun, dan Eli Kesuma Endang, 39 tahun, berlangsung mendadak. Suasana haru juga meliputi pernikahan ini.

Eli harus menikah dengan Marinus di samping jenazah ibunda, Rohayati, pada Rabu 21 Agustus 2019.

Padahal, mereka berencana menikah pada 15 September 2019. Undangan pernikahan itu bahkan telah mereka cetak.

Marinus mengatakan, pernikahan dadakan itu diputuskan karena teringat permintaan terakhir almarhumah calon ibu mertuanya. Pernikahan itu dihadiri warga sekitar, yang juga melayat.

" Rencana awal tanggal 15 bulan depan, karena mami meninggal dunia, akhirnya kami menikah lebih cepat, samping jenazahnya, biar almarhumah bisa melihat, istilahnya begitu," ujar Martinus, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 23 Agustus 2019.

 

2 dari 6 halaman

Bingung Beri Ucapan

Setelah proses pernikahan berlangsung, jenazah segera dimakamkan tak jauh dari kediamannya, di Lorong Ikhlas, Sekojo, Kalidoni, Palembang.

" Teman-teman, orang-orang, bingung kasih ucapan selamat menikah atau berbelasungkawa karena kejadian seperti itu," ucap dia.

Martinus mengatakan, Rohayati sempat mengeluh pegal, nyeri, dan kedinginan, beberapa hari sebelum meninggal. Pada hari itu, Rohayati sempat beristirahat di teras rumah, sebelum akhirnya memilih masuk ke kamar tidur. Siangnya, Rohayati meninggal dunia.

Meski sudah menikah, Martnius belum berencana menggelar resepsi. Keluarga masih berduka dan lebih fokus menggelar doa atas kematian almarhumah.

" Belum ada rencana resepsi, kalau mau ngikutin tanggal, ya habis 40 hari meninggal almarhumah. Tapi kami belum kepikiran," kata dia.

3 dari 6 halaman

Cerita Haru Melanie Subono Bertemu Anak Panti yang Ditolongnya 23 Tahun Lalu

Dream - Artis yang kini banyak terjun sebagai aktivis, Melanie Subono mengunggah cerita mengharukan ke akun Instagramnya. Cerita itu bermula ketika Melanie menggunakan jasa ojek online (Ojol).

"Pernah gak naik Ojol, pas turun lo dan abangnya sama sama BERKACA2 ? Gue barusan," tulis Melanie dalam unggahanya seperti diakses Dream, Jumat 16 Agustus 2019.

Melani tak menyangka jika driver Ojol yang ditumpanginya adalah orang yang pernah bertemu dengannya 23 tahun silam.

Yang membuat hati pilu, si pria mengaku sebagi anak yatim yang pernah diajak Melanie tamasya ke Dufan dan ditolongnya. 

"'23 tahun lalu saya anak panti yatim pernah kakak ajak ke DUFAN, sampe sana sandal saya putus dan saya nangis, terus kakak datengin saya beliin sandal baru'," tulis Melanie dalam ceritanya.

      View this post on Instagram

Pernah gak naik Ojol , pas turun lo DAN abangnya sama sama BERKACA2 ? Gue barusan ... - Pas jemput gw, mas ini Emosional ... Dengan sederhananya dia cerita : - Kak , kaka lupa ? 23 tahun lalu saya anak panti yatim pernah kakak ajak ke DUFAN, sampe sana SENDAL SAYA putus dan saya NANGIS trus Kakak datengin saya Beliin SENDAL BARU ....... Saya GAK AKAN lupa kak, sejak itu saya berusaha baik dngan SEMUA ORANG ... - Hari ini dia kerja halal, nikah , punya anak dua , dan sibuk Nerusin kebaikan yang GUE AJA LUPA tapu ternyata merubah hidup dia .... sekecil DUFAN , PERHATIAN dan SENDAL JEPIT - Berbuat baiklah sahabat ... karna itu baik ... Kecil untuk kita, bisa berarti segalanya untuk orang - Dia MENDOAKAN gue sebelum gue turun - #katamel #diarymel #melaniesubono #malaikatbrengsek #generasipenerusbangsat #berbagibumi #pesansahabat

A post shared by Melanie Subono (@melaniesubono) on

Pengalaman tersebut ternyata berbekas di hati driver Ojol tersebut. Dalam obrolannya dengan Melanie, si Driver telah berjanji untuk terus berbuat baik kepada siapapun sejak mengalami kejadian itu. 

" 'Saya nggak akan lupa kak, sejak saat itu saya berusaha baik dengan semua orang," tulis Melanie menirukan ucapan driver tersebut.

Melania menuturkan, kini driver Ojol yang pernah ditolongnya 23 tahun solam itu sudah menikah dan memiliki dua orang anak.

"Berbuat baiklah sahabat, karena itu baik. Kecil untuk kita, bisa berarti segalanya untuk orang," ujar Melanie.

4 dari 6 halaman

Bikin Pangling, Melanie Subono Anggun Berkerudung

Dream - Penyanyi dan presenter Melanie Subono menjadi sorotan dunia maya setelah mengunggah foto penampilannya mengenakan kerudung. Melihat tampilan putri promotor ternama Adrian Subono itu, netizen melayangkan pujian untuknya.

" Selamat siang dari Pidie Jaya, Aceh,"  kata Melanie melengkapi unggahan fotonya itu di akun twitter dan instagram miliknya, Rabu 21 Desember 2016.

Foto Melanie langsung menyedot perhatian lebih dari 2500 akun netizen, banyak yang penasaran dengan penampilan Melanie itu. Tak jarang yang menduga Melanie telah memutuskan berpindah agama.

" Non cantik banget pakai kerudung begitu,"  ujar akun Ani.

 Melanie Subono

" Jadi mualaf ya? semoga,"  kata akun Zans.

" Masya Allah cantik banget, anggun"  ujar akun Puta.

" Pangling euy. Sampai terkejut lihat timeline,"  ujar akun Eceniah.

" Toleransinya tinggi banget, salut,"  ujar akun Rena.

Melihat banyaknya komentar tersebut, wanita kelahiran Jerman, 20 Oktober 1976 pun langsung menanggapinya.

 Kicauan Melanie

" Enggak (mualaf). Saya hanya menghargai dan mengikuti aturan dan budaya area yang saya kunjungi,"  ujar Melanie.(Sah)

[crosslink_1]

5 dari 6 halaman

Haru! Balita di Jember Peluk Ayah yang Ternyata Sudah 3 Hari Meninggal

Dream - Jasad Aan Junaidi alias Fauzi, 40 tahun, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kediamannya, Perumahan Kaliwining Asri Blok C6, Dusun Bedadung Kulon, Kaliwining, Rambipuji, Jember, Jawa Timur. Tapi, kisah kematian ini menyisakan kisah haru.

Di samping jasad Fauzi, sang anak yang baru berusia 14 bulan terlihat menangis dan memeluk ayahnya.

Dilaporkan Liputan6.com, evakuasi jasad Fauzi diwarnai kesedihan warga. Warga menemukan balita perempuan itu terus memanggil lirih nama sang ayah.

" Haru campur sedih, sewaktu korban ditemukan. Bahkan pak polisi yang menggendong sampai menangis. Kondisi anak lemas, karena tiga hari tidak makan dan minum. Untungnya masih hidup," kata tetangga korban, Umi Kulsum.

Umi, yang berprofesi sebagai bidan, segera memberi pertolongan pertama ke balita tersebut. Dia memberi balita itu air gula agar tak dehidrasi.

" Sempat tadi muntah dan langsung dimandikan bersih oleh suami saya. Setelah itu diminumkan susu," ujar dia.

6 dari 6 halaman

Terakhir kali terlihat Idul Adha

Umi mengatakan, korban selama ini hanya tinggal berdua dengan sang putri. Sang istri, bekerja sebagai tenaga kerja perempuan di luar negeri.

Sementara itu, Kapolsek Rambipuji, Resort Jember, AKP Sutarjo, mengatakan, diduga korban meninggal karena sakit. Penemuan jasad itu terjadi ketika warga mencium aroma kurang sedap.

" Atas laporan itu kami langsung membuka paksa pintu rumah korban disaksikan waga setempat. Ternyata korban bernama Fauzi sudah meninggal dunia dengan badan membusuk dan di samping jasad itu ada balita perempuan," ujar Sutarjo.

Sutarjo menyebut, sesuai keterangan saksi dan petugas medis, korban diperkirakan sudah meninggal sejak tiga hari yang lalu. Sebab, warga sempat melihat Fauzi sekitar Minggu pagi.

" Sebab, waktu itu warga sekitar masih mengirimi nasi berkatan (Nasi plus berbagai jenis kue, dari perayaan tasyakuran hari raya Idul Adha) ke rumahnya. Namun sejak Minggu sore, korban sudah tidak terlihat. Baru Rabu siang, korban ditemukan sudah meninggal dunia," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/ Dian Kurniawan)

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id