Sedang Jadi Perbincangan, Ini Perjalanan Baha'i Masuk Indonesia

News | Jumat, 30 Juli 2021 16:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Agama ini dibawa Jamal Effendi bersama Sayyid Mustafa Rumi.

Dream - Baha'i tengah menjadi bahan perbincangan setelah viral video ucapan Selamat Hari Raya Naw Ruz dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Video itu diunggah saluran YouTube Bahai Indonesia.

Baha'i sebenarnya bukan agama baru di Indonesia. Hanya saja, keberadaan agama ini tidak diakui secara tegas dalam peraturan perundang-undangan.

Dalam situs resminya, Bahai.id, agama ini masuk ke Indonesia dibawa oleh Jamal Effendi, seseorang yang diutus oleh pendiri Baha'i, Baha'ullah. Jamal bersama Sayyid Mustafa Rumi melakukan perjalanan darat dari India menuju ke kawasan timur meliputi Sri Langka, Burma (sekarang Myanmar), dan Penang.

Sekitar 1884-1885, keduanya meninggalkan usaha dagang di Burma untuk kembali ke India. Beberapa tahun kemudian, mereka bepergian ke Dacca (saat ini Dhaka, Bangladesh) lalu ke Bombay dan tinggal di sana selama tiga pekan.

Kemudian, mereka menuju Madras lalu berlayar ke Singapura. Sesampai di Singapura, keduanya meminta izin menuju Jawa lalu melanjutkan perjalanan hingga tiba di Batavia (sekarang Jakarta) dan tinggal di Kampung Arab Pakhojan.

Sedang Jadi Perbincangan, Ini Perjalanan Bahai Masuk Indonesia
Kuil Bab Dan Taman Bahai Di Haifa, Israel (Shutterstock.com)
2 dari 3 halaman

Pemerintah Kolonial Hindia Belanda waktu itu hanya mengizinkan keduanya bepergian ke kota-kota pelabuhan. Mereka pun mengikuti ketentuan tersebut lalu bepergian ke Surabaya.

Perjalanan mereka berlanjut ke Bali dan Lombok. Keduanya sempat bertemu dengan Raja setempat melalui perantara Kepala Bea Cukai Hindia Belanda.

Perjalanan mereka berlanjut ke Makassar, lalu menuju Parepare. Di tempat ini, keduanya disambut Raja Fatta Arongmatua Aron Rafan dan putrinya, Fatta Sima Tana.

Dari Parepare, mereka melanjutkan perjalanan menuju Sedendring, Padalia, dan Fammana. Hingga akhirnya berlabuh di Bone.

 

3 dari 3 halaman

Selama di Bone, keduanya sempat diminta bantuan oleh Raja untuk menyiapkan buku panduan administrasi kerajaan. Ketika buku selesai disusun, Sayyid Mustafa Rumi mengatakan kepada Raja buku tersebut ditulis sejalan dengan ajaran-ajaran Baha'i.

Karena waktu berkunjung yang diberikan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda selama 4 bulan hampir habis, keduanya meninggalkan Sulawesi menuju Surabaya. Setelah itu, mereka ke Batavia dan berlanjut ke Singapura.

Melalui jalan darat, mereka kembali menuju India. Melewati rute yang dulu pernah dilewati saat menuju Indonesia.

Terkait
Join Dream.co.id