Peringati Aksi Teror Christchruch, Nama-nama Korban Dibacakan

News | Sabtu, 30 Maret 2019 06:02
Peringati Aksi Teror Christchruch, Nama-nama Korban Dibacakan

Reporter : Maulana Kautsar

Sejumlah petinggi hadir untuk memperingati serangan mengerikan tersebut.

Dream - Warga Selandia Baru mengingat kembali aksi teror di dua masjid di Christchruch dua pekan lalu. Dalam Hari Peringatan Nasional yang digelar di Hagley Park, Jumat, 29 Maret 2019, nama para korban penembakan dibacakan.

Acara peringatan ini dihadiri para petinggi negara sahabat, tokoh agama, hingga para korban selamat.

Dilaporkan New Zealand Herald, tokoh agama Islam, Shaggaf Khan dan Mustafa Farouk, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, Gubernur General Dame, Patsy Reddy, dan Wali Kota Christchruch, Lianne Dalziel dijadwalkan akan menjadi pembicara.

Sementara itu, Farid Ahmad, suami dari korban meninggal Husna Ahmad, juga akan berbicara pada acara ini.

Peringatan itu juga dihadiri penyanyi Cat Steven. Semenjak menjadi mualaf, Cat Steven berganti nama menjadi Yusuf Islam.

Dalam pidato yang disampaikan, Ardern berjaji, akan acara ini harus tetap berfokus untuk komunitas Islam.

Dianzel berdoa, semoga para korban dapat meninggal dalam damai. Dia berharap, orang-orang yang datang dalam perayaan itu untuk terus peduli dan memiliki belas kasihan.

Dia menyebut, tidak ada tempat bagi kebencian di bumi Selandia Baru. " Assalamualaikum. Damai sejahtera bersamamu," kata dia.

2 dari 6 halaman

Suami Korban Teroris Selandia Baru: Aku Maafkan Dia

Dream - Serangan teroris Breton Tarrant melukai puluhan orang di Masjid Al Noor, Christchruch, Selandia Baru. Salah satu korbannya seorang perempuan bernama Husna Ahmed.

Husna menjadi korban ketika ingin menyelamatkan sang suami, Farid Ahmed yang lumpuh dan berada di atas kursi roda. Dia kembali masuk ke dalam masjid setelah mengevakuasi sejumlah orang.

" Pegang anak-anak, ayo ke sini," kata Husna berteriak, dilaporkan New Zealand Herald, Senin, 18 Maret 2019.

Setelah membantu para korban, Husna pergi mencari Farid. Sang suami memang dalam kondisi lumpuh usai ditabrak pengemudi mabuk enam tahun lalu. Kondisi itu menyebabkannya berada di atas kursi roda hingga kini.

 Husna meninggal dunia usai membantu sekelompok orang keluar dari masjid (Foto: New Zealand Herald)

Husna meninggal dunia usai membantu sekelompok orang keluar dari masjid (Foto: New Zealand Herald)

Tapi, nahas terjadi. Belum melangkah masuk, Husna ditembak Breton dari belakang. Dia terbunuh.

Farid tak mengetahui tragedi itu, mulanya. Yang dia tahu, ada penembakan yang mengerikan.

" Peristiwa itu mengerikan. Aku lihat darah, orang-orang terluka, aku lihat jenazah, orang-orang dalam kepanikan," ujar Farid.

3 dari 6 halaman

Mengawasi Perempuan dan Anak

Farid berada di ruangan sebelah. Teroris itu tak dapat melihatnya. Farid hanya mendengar teriakan dan desing peluru menghujam.

Jendala kaca dihantam pecah. Orang-orang memanjat keluar. Farid melihat celah diantara keramaian yang mengerikan. Dia memutuskan menggerakkan kursi roda dan keluar.

" Aku mengambil kesempatan dan aku keluar perlahan dan aku menduga kepalaku akan ditembak dari belakang," ujar dia.

Setelah keluar, Farid menuju ke mobilnya di tempat parkir belakang masjid. Dia memutuskan untuk bersembunyi di sana.

Dari tempatnya bersembunyi Farid tetap waspada ke arah pintu. Dia melihat anak-anak dan perempuan keluar.

4 dari 6 halaman

Percaya istrinya selamat

Dia percaya istrinya, Husna, telah lari keluar dan aman. Tak terpikirkan Husna tertembak di sisi lain masjid.

" Aku tak dapat melihat teroris, namun aku mendengarnya. Aku dapat mendengar tembakan berhenti beberapa detik dan mulai terdengar lagi. Aku menduga dia mengganti isi peluru sekitar tujuh kali," kata dia.

Setelah 10 menit peristiwa berlangsung, teror itu berhenti. Dia memutuskan untuk mengecek kondisi para perempuan, termasuk istrinya.

Jemaah masjid yang dia kenal tergeletak. Beberapa orang meninggal, lainnya terluka. Selongsong peluru terserak.

" Aku melihat seorang lelaki merangkul anaknya, mengerikan. Aku lihat lelaki berteriak `mohon tolong aku` dan aku lihat dua tubuh tergeletak di atasnya. Dia memintaku menyingkirkan dua jenazah itu dan aku berkata,`Aku tak dapat melakukannya."

Peristiwa itu terus terulang. Hingga akhirnya polisi datang dan membantunya keluar dari masjid.

Farid terus meminta sang polisi mencari sang istri, Husna. Tak berapa lama, seorang polisi memanggilnya.

" Aku punya berita buruk untukmu kawan, aku pulang. Aku harus memberi tahumu," ujar polisi itu.

Sesampai di rumah, Farid bertemu anak perempuannya, Shifa. Ternyata, Shifa juga sempat mencari orangtuanya.

Farid kemudian menceritakan kondisi Husna. " Sekarang aku, ibumu. Bersama-sama kita akan hadapi ini," kata Farid.

5 dari 6 halaman

Tak Akan Biarkan Anaknya Bersedih

Farid mengatakan, tak akan membiarkan anaknya menangis atau sedih sehingga merusak kejiwaannya. " Dia memberikan hidupnya untuk orang lain dan itulah yang dia lakukan," ujar dia.

Dari peristiwa ini, Farid mengatakan, tak membenci si teroris. Farid justru memaafkan Breton.

" Aku akan berkata,`Aku cinta pria itu karena dia manusia, saudaraku`," kata dia.

Farid tak bermaksud mendukung tindakan teror itu. Farid hanya ingin berprasangka baik mengenai luka yang dialami pria itu.

" Mungkin sesuatu terjadi pada hidupnya," ujar dia.

6 dari 6 halaman

Kamu masih hidup

Farid yakin, maaf yang dia berikan juga akan muncul dari bibir sang istri, seandainya masih hidup.

" Aku tidak menyimpan dendam," kata dia.

Farid mengatakan tadi malam ketika dia tidak bisa tidur, pikirannya beralih ke pria bersenjata itu.

" Aku sedang berusaha bersedih dan terlintas di benakku kalau aku berharap bisa memeluknya, kuharap aku bisa bertemu ibunya dan memeluknya dan berkata 'kamu adalah bibiku'. Aku berharap jika dia punya saudara perempuan aku bisa memeluknya dan berkata 'kamu tidak berbeda dari saudara perempuanku'. Beberapa orang mungkin memanggilku gila tapi aku berbicara dari hatiku, aku tidak berpura-pura - jika aku mendapat kesempatan aku akan memeluknya."

Farid berharap pria bersenjata itu - dan yang lainnya yang memiliki kepercayaan yang sama - akan merefleksikan apa yang telah terjadi dan mengubah hidupnya.

" Kamu masih hidup, kamu punya kesempatan," kata dia. (ism)

Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival
Join Dream.co.id