Cerita Haris Azhar Ungkap `Cerita Busuk Seorang Bandit`

News | Jumat, 5 Agustus 2016 06:20
Cerita Haris Azhar Ungkap `Cerita Busuk Seorang Bandit`

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Haris mengatakan keterangannya terkait aliran dana dari Fredi Budiman ke sejumlah pejabat TNI, Polri, dan BNN bukan hal baru.

Dream - Koordinator LSM Kontras, Haris Azhar menegaskan kicauannya soal aliran dana narkoba dari Freddy Budiman kepada anggota TNI, Polri serta Badan Narkotika Nasional (BNN) beberapa hari lalu bukan yang pertam kali dilakukannya.

Haris mengatakan dirinya selama ini berupaya untuk memverifikasi informasi yang diperolehnya tersebut. Namun semuanya tak membuahkan hasil karena beragam alasan. 

" Sebetulnya saya bukan baru mengungkap sekarang, tapi saya pernah cari pleidoinya untuk memverifikasi omongan Freddy Budiman, tapi pleidoi yang kami cari tidak diberikan oleh pihak Pengadilan Negeri Jakarta Barat," kata Haris di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta Pusat, Kamis, 4 Agustus 2016.

Haris menambahkan dia juga berusaha mencari pengacara Fredi Budiman. Dia ingin mengkonfirmasi keterangan Fredi yang menyebut ada pihak-pihak yang membantunya dalam memuluskan bisnis haram narkoba.

Website Pengadilan Negeri Jakarta Barat serta Mahkamah Agung (MA) juga ditesurinya. Namun hasilnya, Freddy tidak pernah mendapatkan hasil dari putusan yang dijatuhkan kepada Fredi Budiman.

" Sebetulnya kalau saya bisa dapatkan pleidoinya pada waktu itu, saya bisa mendapatkan putusannya waktu itu, ini bisa berubah," ucap dia.

Terkait munculnya pledoi yang menyatakan tidak ada nama-nama yang terlibat itu, Freddy menduga pihak terkait baru menunggahnya belakangan ini. Freddy sendiri berupaya mencari bukti secara forensik digital melalui engine searching sekitar tahun 2012, atau sesuai dengan putusan pengadilan." Itu tidak didapat," kata Haris.

Sementara, kata dia, jika pemilihan waktunya di tahun 2016, baru bisa didapat. Artinya, putusan itu baru diupload pada tahun 2016.

" Saya curiga itu baru diupload ketika tulisan saya sudah naik, tersebar di media sosial," kata Haris.

Haris berujar ini menunjukkan administrasi pengadilan sepertinya berpartisipasi secara pasif untuk tidak menyediakan informasi yang cukup kepada masyarakat yang ingin memantau kasus Fredi.

Lebih jauh, Haris menilai kasus Freddy Budiman menunjukan adanya masalah terkait keterbukaan informasi di pengadilan. " Jadi apabila ada masyarakat yang ingin memantau hasil persidangan, itu tidak tersedia," ujar dia. (Sah)

 

Terkait
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna
Join Dream.co.id