Penggunaan 448.480 Dosis Vaksin AstraZeneca di Indonesia Dihentikan

News | Minggu, 16 Mei 2021 17:39
Penggunaan 448.480 Dosis Vaksin AstraZeneca di Indonesia Dihentikan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Keputusan penghentian penggunaan dan distribusi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547, merupakan bentuk kehati-hatian akan efek samping yang terjadi.

Dream - Kementerian Kesehatan memutuskan menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547. Keputusan ini diambil untuk kepentingan pengujian sterilitas dan toksisitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pengujian dilakukan setelah seorang warga DKI Jakarta usia 22 tahun, Trio Fauqi Firdaus meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi sehari setelah Trio menerima vaksin Covid-19 batch tersebut.

" Tidak semua batch dihentikan distribusi dan penggunaannya. Hanya batch CTMAV547 saja yang dihentikan, sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari BPOM yang kemungkinan memerlukan waktu satu hingga dua minggu," kata Nadia dikutip dari Merdeka.com, Minggu 16 Mei 2021.

 

 

2 dari 5 halaman

11,64 Persen dari Total Dosis Pasokan Vaksin AstraZeneca

Nadia mengatakan keputusan ini merupakan bentuk kehati-hatian akan efek samping yang terjadi.

" Penghentian sementara batch tersebut merupakan upaya kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini," katanya.

Pemerintah menerima 3.852.000 dosis AstraZeneca pada 26 April 2021 lalu melalui skema Covax Facility. Dari jumlah tersebut, ada 448.480 dosis vaksin AstraZeneca batch CTMAV547.

Sehingga, hanya 448.480 atau 11,64 persen vaksin yang dihentikan sementara distribusi dan penggunaannya. Sedangkan batch lainnya tetap digunakan.

" Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara," kata Nadia.

“ Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi Covid-19 membawa manfaat lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, terkait laporan KIPI serius yang diduga disebabkan oleh AstraZeneca Batch CTMAV547, Komnas KIPI merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap Kelompok tersebut.

" Karena kata Komnas KIPI, tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud," katanya.

Sumber: merdeka.com

3 dari 5 halaman

Pria di Jakarta Meninggal Usai Vaksin AstraZeneca, Cek Faktanya!

Dream - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mendapatkan laporan seorang anak muda asal Jakarta, Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia sehari setelah menerima vaksinasi Covid-19 merk AstraZeneca. Hingga kini, penyebab meninggalnya Trio masih didalami.

Komnas KIPI sedang melakukan pengkajian atas kasus meninggalnya Trio. Hasil kajian sementara, belum cukup bukti bahwa Trio meninggal karena vaksin AstraZeneca.

" Internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi," kata Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari, Senin 10 Mei 2021.

Lantaran belum cukup bukti, Komnas KIPI melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kasus meninggalnya pemuda asal Buaran, Jakarta itu. Investigasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Komda KIPI DKI Jakarta.

" Masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Kronologi

Hindra menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk, Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia pada Kamis, 6 Mei 2021. Pria berusia 22 tahun itu meninggal setelah disuntik vaksin AstraZeneca pada Rabu, 5 Mei 2021.

Usai mendapatkan vaksin AstraZeneca, Trio Fauqi Virdaus merasa demam. Kondisinya kemudian melemah dan masih mengalami demam hingga Kamis.

" Almarhum dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB," jelasnya.

5 dari 5 halaman

Masih Menunggu Hasil Investigasi

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengaku turut berduka atas meninggalnya Trio Fauqi Virdaus. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Widyawati mengatakan, pihaknya menunggu hasil akhir dari investigasi yang dilakukan Komnas KIPI.

Dia memastikan, Komnas KIPI adalah lembaga kredibel dan independen yang memiliki fungsi dalam mengawasi pelaksanaan vaksinasi khusus untuk kejadian ikutan pasca imunisasi.

" Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi Covid-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya," kata Widyawati.

Sumber: merdeka.com

   

Join Dream.co.id