Pengelolaan Hotel Buat Fasilitas Isoman Covid-19 Kini di Tangan Pemda

News | Rabu, 16 Juni 2021 07:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Satgas Covid-19 tidak lagi berwenang mengelola fasilitas isolasi mandiri di hotel atau penginapan lain.

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak lagi menangani pengelolaan hotel sebagai fasilitas isolasi mandiri pasien Covid-19. Wewenang tersebut dialihkan ke pemerintah daerah dengan alasan efektivitas dan efisiensi.

" Pengelolaan di pemda akan lebih efisien dan efektif karena langsung bersinggungan dengan akar masalah isolasi warga yang positif Covid-19," ujar Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Brigjen (Purn) Alexander K Ginting, dikutip dari Merdeka.com.

Alexander menjelaskan pembiayaan fasilitas isolasi mandiri di penginapan seperti hotel atau wisma tetap ditanggung Pemerintah Pusat. Hanya pengendalian dan pengelolaan saja dijalankan pemda.

Pengalihan tersebut akan dijalankan secara bertahap. DKI Jakarta akan menjadi daerah pertama alih kelola tersebut.

Saat ini, Alexander mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan 29 lokasi isoman untuk pasien Covid-19. Juga enam fasilitas khusus tenaga keseharan di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

Pengelolaan Hotel Buat Fasilitas Isoman Covid-19 Kini di Tangan Pemda
Ilustrasi Hotel Isolasi Mandiri
2 dari 5 halaman

Daerah Sudah Mampu Kelola Sendiri

Jawa Timur juga telah menyiapkan enam rumah sakit rujukan. RS ini akan menerima pasien Covid-19 dari Bangkalan yang diketahui saat ini mengalami lonjakan kasus.

Pemkab Kudus di Jawa Tengah dan Pemkot Medan di Sumatera Utara turut mempersiapkan fasilitas kesehatan dan tempat karantina untuk menangani lonjakan kasus Covid-19. Alexander mengatakan hampir semua daerah telah menunjukkan kemampuan dalam menangani Covid-19.

" Secara perlahan-lahan, pemda akan mengurus dirinya masing-masing, bila perlu dukungan pusat tentu akan ada koordinasi," kata dia.

Meski begitu, Alexander menekankan pengelolaan fasilitas isoman oleh pemda tetap harus mengacu pada ketentuan Pemerintah Pusat.

3 dari 5 halaman

Anies Peringatkan Jakarta Akan Masuk Fase Genting Covid-19

Dream - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus menunjukkan kenaikan cukup tinggi sehingga membuat banyak pihak khawatir.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memeringatkan seluruh sektor untuk patuh pada aturan. Terutama disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

" Saya memperingatkan semua yang berkegiatan di DKI Jakarta, ekonomi, agama, budaya, wajib mematuhi aturan. Jika tidak, Jakarta akan memasuki fase genting," ujar Anies, dikutip dari Merdeka.com.

Anies menegaskan jika fase genting sampai terjadi, dia akan melakukan pengetatan ekstra. Dia juga meminta petugas lapangan terus mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

" Harap ini dilaksanakan sebaik-baiknya, jalankan dengan sepenuh hati, jalankan dengan komitmen tinggi," kata dia.

 

 

4 dari 5 halaman

"Kita Lelah Tapi Virusnya Enggak Lelah"

Anies pun menyampaikan apresiasi kepada para petugas yang non-stop bekerja mengingatkan masyarakat. Dia juga memahami perjuangan melawan Covid-19 sangat panjang.

" Kita lelah tapi virusnya enggak lelah," ucap Anies.

Selanjutnya, Anies menyebut terjadi kenaikan kasus cukup tinggi. Dalam periode 6-13 Juni 2021, terdapat kenaikan kasus baru sebanyak 7 ribu.

" Kasus aktif naik dari 11.500 jadi 17.400, naik 50 persen dalam satu minggu," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Jakarta Hadapi Gelombang Baru Covid-19

Selain itu, Anies tegas menyatakan tidak akan kompromi terhadap pelanggaran prokes. Sebab, dia menilai para pelanggar sudah tidak bertanggung jawab.

" Kita tidak akan kompromi terhadap pelanggar-pelanggar yang mengambil sikap tidak bertanggung jawab di masa pandemi ini," ucap dia.

Kondisi Ibu Kota saat ini mulai mengkhawatirkan. Anies menyebut Jakarta akan menghadapi gelombang baru Covid-19.

" Kita menghadapi gelombang baru peningkatan kasus Covid-19 setelah musim libur lebaran bulan lalu," terang Anies.

Join Dream.co.id