Kelebihan Speaker Peringatan Banjir Rp4 M yang Diajukan Pemprov DKI

News | Sabtu, 18 Januari 2020 06:01
Kelebihan Speaker Peringatan Banjir Rp4 M yang Diajukan Pemprov DKI

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Usulan anggaran itu sudah masuk e-budgeting

Dream - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan anggaran seilai Rp4 miliar untuk pengadaan speaker peringatan dini banjir. Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Muhammad Insyaf mengatakan, speaker tersebut bernama disaster warning system (DWS).

DWS atau sistem peringatan dini bencana yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta saat ini menggunakan teknologi VHF digital radio dengan frekuensi 60 MHz.

" Anggaran sesuai dengan yang ada di e-budgeting (Rp4 miliar)," ujar Insyaf dikutip dari Liputan6.com, Jumat 17 Januari 2020.

Saat ini, baru 14 wilayah di Jakarta yang memiliki DWS yakni Kelurahan Ulujami, Petogogan, Cipulir, Pengadegan, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Untuk Jakarta Timur berada di Kampung Melayu, Bicara Cina, Cawang, Cipinang Melayu dan Kebon Pala dan Jakarta Barat ada di Kelurahan Rawa Buaya, Kapuk dan Kembangan Utara.

Sementara, anggaran DWS senilai Rp4 miliar untuk ditempatkan di wilayah Jakarta Utara yakni Kelurahan Bukit Duri, Kebon Baru, Kedaung Kali Angke, Cengkareng Barat, Rawa Terate dan Marunda.

2 dari 6 halaman

Ini Fungsinya

Insyaf menjelaskan, DWS ini dapat mengeluarkan himbauan apabila terjadi bencana, khususnya banjir yang berada di Jakarta.

" Bentuk suara mengimbau masyarakat dan ada bunyi sirine juga," ucap dia.

DWS tersebut bisa ditempatkan 500 meter dari bibir sungai dan suaranya dapat menjangkau sejauh 300 meter. Sehingga, dengan adanya speaker peringatan dini, warga diharapkan lebih cepat melakukan evakuasi.

(Sumber: Liputan6.com/ Ika Defianti)

3 dari 6 halaman

Ahok: Anies Baswedan Lebih Pintar Atasi Banjir

Dream - Ahok angkat bicara soal penanganan banjir yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Pria bernama asli Basuki Tjahaja Purnama itu menilai sosok Anies mampu menyelesaikan masalah banjir di Ibu Kota.

" Kita harus percaya, Pak Anies itu lebih pintar ngatasinya," kata Ahok, Selasa 14 Januari 2020.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu enggan memberi masukan terhadap program penanganan banjir yang dilakukan Anies. Menurut dia, Anies sudah mendapat banyak masukan dari beberapa pihak untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Jakarta.

" Udah banyak yang kasih masukan kok," ujar pria yang menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina tersebut.

Sebelumnya, hujan deras sejak 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020 mengakibatkan banjir di wilayah Jabodetabek. Ribuan orang mengungsi.

Jumlah korban meninggal dunia, berdasarkan BNPB, mencapai 60 orang. Rumah rusak berat tercatat 1.317 unit, rusak sedang 7 unit, dan rusak ringan 544 unit.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

4 dari 6 halaman

Gubernur Anies Baswedan Digugat Korban Banjir Jakarta, Ini Alasannya

Dream - Ratusan korban banjir Jakarta mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Tim advokasi banjir, Azas Tigor Nainggolan menuding musibah banjir Jakarta pada 1 Januari 2020 terjadi karena indikasi pelanggaran hukum Anies. Warga menyebut, Anies tidak melakukan peringatan dini banjir kepada warga.

Akibat tidak adanya peringatan dini tersebut warga kelimpungan mengevakuasi harta bendanya.

" Dasar gugatannya, Gubernur DKI Jakarta lalai dalam menjalankan kewajiban hukumnya. Kewajiban hukumnya harus melindungi warga Jakarta atau orang yang ada di Jakarta ketika itu supaya tidak berdampak buruk sekali dari banjir yang terjadi," kata Azas, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 13 Januari 2020.

Dia mengatakan, jumlah warga Jakarta yang melakukan gugatan berjumlah 243 orang. Jumlah itu mewakili lima wilayah Jakarta. Nomor gugatan tersebut telah teregister dengan nomor 27/Pdt.GS/Class Action/2020/PN.Jkt.Pst.

" Kurang lebih ini ada 243 warga korban banjir Jakarta. Ya di lima wilayah, kerugiannya ada sekitar Rp42,3 miliar yang menjadi materi gugatan," kata dia

5 dari 6 halaman

Jokowi Panggil Gubernur Anies, Ridwan Kamil, dan Wahidin Bahas Banjir

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Gubernur Banten, Wahidin Halim untuk membahas bencana banjir dan longsor yang terjadi di awal 2020.

Menurut Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, persoalan bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa daerah ini merupakan tanggung jawab bersama.

" Karena penanganan banjir baik di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, yang kemudian juga melibatkan kepala daerah yang ada. Kemarin kan presiden ke Bogor, kemudian ke Lebak, dan dalam waktu dekat juga akan ke Bekasi," kata Pramono, dilaporkan Liputan6.com, Rabu, 8 Januari 2020.

Pramono belum mengetahui apakah rapat tersebut membahas pengalihan penanganan banjir dari pemerintah provinsi ke pusat.

Terkait banjir Jabodetabek, Pramono meminta tidak ada pihak-pihak yang saling menyalahkan terkait bencana banjir yang terjadi di awal 2020.

" Dalam kondisi seperti ini tidak bisa kemudian ego sektoral masing-masing ditonjolkan, harus bersama-sama. Enggak bisa, enggak perlu juga menyalahkan siapapun lah. Ini adalah hal yang kita hadapi secara bersama-sama," ucap dia.

Banjir terjadi di beberapa lokasi di Jabodetabek pada 1 Januari 2020. Berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 60 orang meninggal akibat banjir di tahun ini. Sementara itu, sebanyak 1.317 rumah rusak berat, 17 rumah rusak sedang, dan 544 rumah rusak ringin.

Selain itu, terdapat 5 fasilitas umum rusak berat, 3 fasilitas pendidikan rusak ringan dan 2 rusak sedang, 2 fasilitas peribadatan rusak sedang dan 24 jembatan mengalami rusak berat.

Sumber: Liputan6.com/Lisza Egeham

6 dari 6 halaman

Pakai Tas Tutupi Kepala dari Hujan, Jokowi Mendadak Tinjau Banjir Sukajaya

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 7 Januari 2019. Kunjungan ini di luar agenda Jokowi yang bermaksud ke Kabupaten Lebak, Banten.

Jokowi membagikan kunjungan tersebut di Instagram pribadinya. Jokowi mengatakan, mampir ke Sukajaya untuk memantau pembukaan akses jalan agar permukiman warga tak terisolir.

" Saya menyambangi Desa Harkat Jaya untuk melihat langsung pekerjaan pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor, penanganan warga terdampak bencana, serta proses distribusi bantuan," tulis Jokowi.

Dalam foto yang dia unggah, tampak hujan menyambut kedatangan Jokowi. Dia harus menutupi kepalanya dengan tas.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, mengatakan, Jokowi mengunjungi Kantor Desa Harkat Jaya yang menjadi lokasi pos bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor. Di sana, Jokowi memberikan paket bantuan.

Dalam perjalanan menuju Kantor Desa Harkat Jaya tampak beberapa ruas jalan yang baru dibuka karena tertutup akibat longsor. Dilaporkan Setkab, Jokowi sempat meninjau proses pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor dan berlokasi tidak seberapa jauh dari kantor desa.

Usai meninjau lokasi tersebut, Jokowi melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, untuk memastikan penanganan bagi para warga terdampak banjir di sana juga berjalan dengan baik.

Sehari sebelumnya, dalam sidang kabinet paripurna, Jokowi telah menginstruksikan jajaran terkait untuk turun langsung ke lapangan dalam melakukan penanganan banjir yang terjadi di beberapa wilayah. " Seluruh kementerian yang berkaitan dengan banjir benar-benar terus terjun ke bawah," kata dia.

Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'
Join Dream.co.id