Anak PAUD dan TK di Jambi Libur 4 Hari karena Kabut Asap

News | Selasa, 15 Oktober 2019 11:36
Anak PAUD dan TK di Jambi Libur 4 Hari karena Kabut Asap

Reporter : Maulana Kautsar

Siswa SD dan SMP tetap masuk dengan jam masuk sekolah diundur.

Dream - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi meliburkan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak, karena kabut asap yang melanda Jambi dan sekitarnya. Kebijakan untuk sekolah swasta dan negeri itu didasarkan pada data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi.

Juru Bicara Pemkot Jambi, Abu Bakar, mengatakan kebijakan itu didasarkan pada maklumat Wali Kota Jambi nomor 180/179/HKU/2019 mengenai antisipasi dampak kabut asap.

Pemkot Jambi meliburkan siswa PAUD dan TK selama empat hari, sejak 15 hingga 18 Oktober 2019.

Sementara, untuk siswa SD dan SMP negeri dan swasta sederajat akan tetap masuk sekolah pada 15 hingga 16 Oktober 2019. Tapi, jam masuk sekolah diundur menjadi pukul 08.30 Wib. Seperti diberitakan .

Selain itu kegiatan olahraga dan kegiatan lainnya di luar sekolah, untuk sementara waktu ditiadakan.

" Sebagai pencegahan dini dampak kabut asap maka kepada siswa, guru dan karyawan Tata Usaha (TU) sekolah diimbau menggunakan masker selama perjalanan dan beraktifitas di sekolah," kata Abu Bakar, dilaporkan Antara.

Selama kabut asap menyelimuti kota itu, pihak sekolah diminta aktif melakukan pemantauan kondisi udara melalui data terbaru AQMS/ DLHD Kota Jambi, yang dirilis Dinas Pendidikan Kota Jambi dan Humas Pemerintah Kota Jambi melalui saluran-saluran komunikasi, seperti sambungan telepon, pesan singkat Whatsapp, media sosial maupun media massa.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Henny Rachma Sari)

2 dari 7 halaman

Kabut Asap, Semua Tingkatan Sekolah di Jambi Libur

Dream - Kabut asap akibat kebakaran hutan masih menyelimuti Provinsi Jambi. Akibat kondisi ini, aktivitas sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA di Jambi kembali diliburkan.

Pemerintah Provinsi Jambi satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Jambi diliburkan pada Jumat dan Sabtu, 20 hingga 21 September 2019.

Dilaporkan Liputan6.com, pemerintah provinsi juga mengimbau agar masyarakat tak membakar sampah atau kegiatan serupa yang memperburuk kondisi udara.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jambi meliburkan sekolah di tingkat pendidikan dini, TK, SD, dan SMP, sederajat, baik negeri maupun swasta. Imbauan libur dimulai hari ini, 20 September 2019, hingga esok hari.

Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambri, kualitas udara mengalami fluktuasi.

Data AQMS menunjukkan, kualitas udara parameter PM2.5 pada 16 hingga 19 September pada pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB terdapat konsentrasi bahaya senilai 382.

Meski siswa diliburkan, kepala sekolah, guru, staf tata usaha dan lainnya tetap masuk kerja seperti biasa. Guru diminta memberikan tugas kepada siswanya agar siswa tetap belajar di rumah masing-masing.

Selain itu, pihak sekolah diminta aktif melakukan pemantauan kondisi udara melalui data realtime AQMS yang dirilis DLHD Kota Jambi, Dinas Pendidikan Kota Jambi, dan Humas Pemerintah Kota Jambi.

3 dari 7 halaman

Dampak Kabut Asap, Rencana Balap F1 Singapura Disusun Ulang

Dream - Gelaran balap jet darat, Formula 1 (F1), yang bakal dihelat di Singapura, 20 hingga 22 September 2019, terancam karena kabut asap. Penyelenggara Grand Prix Singapura, sedang menyiapkan rencana darurat jika kabut asap dari Indonesia terus memburuk.

" Rencana itu dirumuskan dan disempurnakan dengan pemegang saham, badan pemerintah dan komunitas Formula Satu," demikian pernyataan penyelenggara F1, Marina Bay Organizer, kepada Fi.com, Rabu 18 September 2019.

Kabut asap akan menyebabkan jarak pandang di arena balap tertanggu. Selain itu kondisi kesehatan juga menjadi faktor lain yang disorot.

" GP Singapura akan bekerja sama dengan agen terkait sebelum membuat keputusan kolektif apa pun terkait peristiwa tersebut," kata penyelenggara.

4 dari 7 halaman

Akibat Kabut Asap Indonesia

Saat ini, penyelenggara balapan F1 Singapura terus mencermati tingkat racun kabut asap yang menyelimuti kota itu dalam sepekan terakhir.

Seperti diketahui, kebakaran hutan dan pembakaran lahan di Indonesia menyebar ke sejumlah negara jiran, termasuk Singapura.

Badan Lingkungan Nasional Singapura telah mengumumkan kondisi asap di negara itu. Lembaga itu menyatakan, kabut asap menyebar karena pertemuan angin di wilayah Sumatera.

" Kondisi agak kabur diperkirakan akan berlanjut dan angin yang berlaku diperkirakan akan bertiup dari tenggara atau selatan," ujar pernyataan itu.

5 dari 7 halaman

Ide Konyol Netizen Malaysia Kirim Balik Kabut Asap ke Indonesia

Dream - Kabut asap yang diduga berasal dari Indonesia membuat resah warga Malaysia. Pemerintah negara tetangga tersebut bahkan sudah meliburkan ratusan sekolah dan menunda ujian di Serawak.

Dengan bantuan media sosial, warganet Malaysia membuat inisiatif dan melakukan aksi protes. Mereka bahkan mencari berbagai cara untuk bisa mengembalikan kabut asap ke Indonesia.

Seorang warganet di Twitter mengajak warga Malaysia untuk bergerak mengembalikan jerebu tersebut pada 16 September 2019.

" Aku memanggil seluruh warga Malaysia untuk keluar pada tanggal 16, bawa kipas duduk atau berdiri dan arahkan ke Indonesia. Secara bersama-sama, kita dapat menghembuskan kembali jerubu ke Indonesia! Ayo warga Malaysia!" kata warganet diakses dari World of Buzz, Jumat, 13 September 2019.

Dia juga mengunggah dua foto rencana mengembalikan jerubu ke Indonesia. Gambar itu menunjukkan rekaman layar yang mengarahkan kipas angin ke Sumatera.

Selain rencana unik itu, dia juga mengunggah harga dan jenis kipas terbaik yang harus digunakan.

Sekitar tiga jam kemudian, dia juga mengunggah foto desain kipas angin dari Menara Kuala Lumpur yang diubah menjadi kipas angin raksasa.

6 dari 7 halaman

Kabut Asap Parah, 409 Sekolah di Malaysia Libur & Ujian Ditunda

Dream - Sekitar 409 sekolah di Sarawak telah diperintahkan untuk diliburkan pada Selasa, 10 September 2019 karena serangan kabut asap.

Dilaporkan The Star, Dinas Pendidikan Malaysia meliburkan sebanyak 62 sekolah menengah dan 347 sekolah dasar di Betong, Bau, Kuching, Lubok Antu, Padawan, Samrahan, Serian, Sri Aman dan Lundu.

Akibat kondisi ini, sebanyak 157.479 siswa harus belajar mandiri. Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR), semacam Ujian Akhir Sekolah (UAS), akan dijadwalkan ulang.

Sebelumnya, Senin, 9 September 2019, Dinas Pendidikan Malaysia telah mengeluarkan imbauan penutupan ke sekolah-sekolah di daerah dengan tingkat indeks pencemar udara (API) di atas 200.

Dinas Pendidikan juga mengatakan ujian publik akan ditunda jika API melebihi 300.

Pada Selasa siang, API di seluruh Sarawak berkisar dari sedang hingga tidak sehat. Di Sri Aman mencatat pembaca API berada di angka 190.

API yang dikeluarkan oleh Departemen Lingkungan terdiri dari kategori, Baik (0-50), sedang (51-100), tidak sehat (101-200), sangat tidak sehat (201-300) dan berbahaya (301 ke atas).

7 dari 7 halaman

Titik Panas di Kalimantan

 Laporan titik panas (Foto: BNPB)

Laporan titik panas (Foto: BNPB)

Dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejumlah kebakaran hutan tercatat dua kepulauan, Sumatera dan Kalimantan.

Di Sumatera, tiga wilayah terpantau ada 317 titik panas di Riau, 636 titik panas di Jambi, dan 377 titik panas di Sumatera Selatan. Sementara itu di Pulau Kalimantan, yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia, ada 923 titik panas di Kalimantan Barat, 1.220 titik panas di Kalimantan Tengah, dan 193 titik panas di Kalimantan Selatan.

Terkait
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie
Join Dream.co.id