Pemerintah Akan Perbanyak Fasilitas Uji Pemeriksaan Covid-19

News | Sabtu, 4 April 2020 06:00
Pemerintah Akan Perbanyak Fasilitas Uji Pemeriksaan Covid-19

Reporter : Maulana Kautsar

Tim medis akan mengonversi alat tes TBC untuk pengetesan Covid-19.

Dream - Pemerintah Indonesia akan memperbanyak fasilitas uji pemeriksaan Covid-19. Upaya ini sebagai salah satu cara untuk menemukan dan mengungkap penyebaran virus SARS-CoV-2 sehingga pencegahan dapat dilakukan secara maksimal.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto melaporkan saat ini sudah ada 48 laboratorium yang beroperasi dengan kapasitas masing-masing. Dari puluhan laboratorium itu telah diperiksa sebanyak 7.924 spesimen Covid-19 dari 32 provinsi, termasuk di dalamnya 120 kabupaten atau kota.

" Kita akan perbanyak lagi faslitas penguji untuk pemeriksaan Covid-19. Seperti diketahui sudah ada 48 laboratorium yang beroperasi, tentunya dengan kapasitas masing-masing," kata Yuri, Jumat, 2 April 2020.

Selain itu, pemerintah juga akan menambah fasilitas penguji dengan mengaktifkan beberapa alat diagnostik yang digunakan untuk pemeriksaan TBC. Alat pemeriksaan TBC tersebut secara teknologi diklaim bisa dikonversi untuk pemeriksan Covid-19.

" Ini cukup banyak alatnya dan tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Air. Namun masih dibutuhkan beberapa konversi dari mesin dan beberapa pengaturan. Kita akan bekerja keras untuk mengejar ini semua," kata Yuri.

Perlu diketahui bahwa alat pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TB-TCM) saat ini sudah tersedia di lebih dari 132 rumah sakit dan di beberapa puskesmas terpilih.

2 dari 6 halaman

Cegah Penularan yang Terpenting

Sementara itu, hingga saat ini Gugus Tugas telah mendistribusikan lebih dari 300 ribu Alat Pelindung Diri (APD) ke seluruh wilayah untuk digunakan para tenaga kesehatan yang menangani kasus COVID-19.

" APD menjadi bagian yang penting karena kita tahu hanya dengan APD yang benar, yang terstandar tenaga kesehatan bisa menangani dengan baik,” ujar Yuri.

Meski begitu, kata Yuri, banyaknya fasilitas kesehatan dari rumah sakit, tenaga medis hingga APD dan perlengkapan yang tersedia untuk penanganan Covid-19 akan menjadi sia-sia apabila masyarakat tidak ikut berpartisipasi mencegah penularan virus.

" Kuncinya bukan seberapa banyak rumah sakit yang disiapkan, seberapa banyak laboratorium dan peralatan yang disiapkan, tetapi seberapa banyak peran kita semua mencegah jangan sampai terjadi penularan karena ini penting,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Tolak Tes Darah, Pasien Covid-19 Gigit Perawat

Dream - Dalam masa krisis ini, pahlawan sejati kita adalah mereka yang ada di garis depan merawat pasien Covid-19. Tanpa mereka, pasien-pasien ini tidak mungkin dapat selamat dari penyakit ini.

Sementara sebagian besar dari kita tinggal di rumah agar tak terjangkit virus corona, ada beberapa pasien yang terinfeksi di luar sana yang menolak untuk bekerja sama.

Bukannya mengikuti anjuran dan saran, pasien-pasien Covid-19 yang bandel ini berbuat ulah dengan menyerang dokter dan perawat.

4 dari 6 halaman

Menolak Bekerja Sama

Menurut laman ZaoBao, seorang pasien Covid-19 berusia 47 tahun di Guangzhou, China menolak untuk bekerja sama saat mendapat perawatan.

 Ilustrasi wabah virus corona© Ilustrasi wabah virus corona (Foto: Shutterstock)

Pasien tersebut malah menyerang seorang perawat yang menanganinya hingga petugas medis itu mengalami luka di wajahnya.

Pasien yang diidentifikasi sebagai Okonkwonwoye Chika Patrick berasal dari Nigeria. Dia memasuki Guangzhou pada 20 Maret dan dinyatakan positif Covid-19.

 Ilustrasi wabah virus corona© Ilustrasi wabah virus corona (Foto: Shutterstock)

Dia dirawat di Rumah Sakit Rakyat Nomer 8 di Guangzhou pada 23 Maret dan masih dites positif hingga saat ini.

5 dari 6 halaman

Menolak Dites Darah

Namun, pada 1 April 2020, Biro Keamanan Publik Kota Guangzhou mendapat laporan bahwa Okonkwonwoye menolak bekerja sama saat menjalani prosedur perawatan bagi pasien Covid-19.

 Ilustrasi wabah virus corona© Ilustrasi wabah virus corona (Foto: Shutterstock)

Prosedur tersebut meminta Okonkwonwoye untuk menjalani tes darah. Tapi Okonkwonwoye menolak dan berusaha lari dari ruang isolasi.

Perawat berusaha mencegah Okonkwonwoye. Tapi dia malah memukul perawat. Tidak sampai di situ saja, Okonkwonwoye juga menggigit wajah perawat itu.

 Ilustrasi wabah virus corona© Ilustrasi wabah virus corona (Foto: Shutterstock)

Akibat ulah Okonkwonwoye, perawat itu mendapat luka di bagian wajah, leher, dan pinggang. Beruntung, luka tersebut bersifat ringan.

6 dari 6 halaman

Dijadikan Sebagai Tersangka

Saat ini, polisi sedang menyelidiki masalah ini dan menjadikannya sebagai kasus kriminal. Sementara pihak rumah sakit telah memperkuat keamanan di bangsal isolasi.

 Ilustrasi wabah virus corona© Ilustrasi wabah virus corona (Foto: Shutterstock)

Tersangka juga menjalani isolasi dan perawatan di bawah pengawasan polisi. Jika perawatan selesai, polisi akan segera mengambil tindakan dan menghukum tersangka.

Sumber: World of Buzz

Join Dream.co.id