Alasan Pemerintah Belum Putuskan Nasib Izin Organisasi FPI

News | Sabtu, 20 Juli 2019 15:00
Alasan Pemerintah Belum Putuskan Nasib Izin Organisasi FPI

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Wiranto meminta masyarakat sabar menunggu keputusan itu.

Dream - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mengatakan, pemerintah belum memutuskan akan menolak atau memperpanjang izin ormas Front Pembela Islam (FPI). Izin organisasi itu masih dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

" Organisasi ini kan sebenarnya izinnya sudah habis tanggal 20 Juni yang lalu, tapi sementara ini kan belum diputuskan ya izin itu dilanjutkan, diteruskan, diberikan atau tidak," ujar Wiranto di Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019.

Menurut Wiranto,  pemerintah akan mengevaluasi aktivitas yang selama ini pernah dilakukan FPI. Setelah itu, pemerintah akan memutuskan untuk memperpanjang izinnya atau tidak.

" Kenapa kita belum memberikan, karena kita masih mendalami apa dilakukan suatu evaluasi dari aktivitasnya selama dia ada, organisasinya, track record-nya juga sedang disusun, organisasi memang layak diberikan izin lagi atau tidak," ucap dia.

Mantan Panglima ABRI itu meminta masyarakat bersabar menunggu keputusan izin tersebut. Dia juga mengimbau masyarakat, tidak membuat opini liar.

" Masyarakat harus sabar bagaimana nanti hasilnya, jadi jangan sampai masyarakat terjebak. Tentunya (pemerintah) bertindak hukum-hukum tentang keormasan, yang nanti mendasari pemerintah untuk menentukan keputusan keputusan itu," kata dia.

2 dari 6 halaman

Polisi Dibantu Ulama FPI Halau Massa Perusuh di Petamburan

Dream - Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal mengatakan kerusuhan yang terjadi di Jalan KS Tubun sudah dirancang. Sebanyak 200 massa yang berkumpul melakukan pengrusakan sejumlah fasilitas umum.

Iqbal mengatakan polisi melakukan langkah persuasif untuk meredam massa. Langkah tersebut mendapat bantuan dari beberapa ulama petinggi Front Pembela Islam (FPI).

" Kapolres Metro Jakarta Barat dibantu tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh FPI karena di situ ada markas FPI, Alhamdulillah ada komunikasi," ujar Iqbal dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 22 Mei 2019.

Menurut Iqbal, massa yang diduga berasal dari luar daerah itu kemudian bergerak ke asrama Polri di Petamburan. Mereka justru menyerang Asrama Brimob dengan batu, molotov dan melakukan pengrusakan.

Polisi sempat menghalau massa dengan tembakan gas air mata. Tetapi, massa justru bergerak maju dan menyerang asrama.

" Yang brutal lagi, membakar beberapa kendaraan yang parkir di sana baik itu milik pribadi maupun dinas," ucap Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal mengatakan terdapat sejumlah mobil yang dirusak massa. 14 unit mobil terbakar, 11 unit mengalami kerusakan bervariasi, 1 unit truk dalmas, 2 unit bus dalmas, 3 unit mobil dinas K9.

" Kami mengamankan 11 orang dari ratusan massa yang diduga provokator, saat ini sedang di dalam Polda Metro Jaya," ucap dia.(Sah)

3 dari 6 halaman

Massa Perusuh dari Luar Jakarta, Polisi Sita Ambulans Partai Penuh Batu

Dream - Polisi mengatakan bahwa massa yang membuat rusuh di sejumlah wilayah ibu kota berasal dari luar Jakarta. Polisi mengaku sudah menemukan sejumlah fakta setelah memeriksa sejumlah orang yang ditangkap dalam kerusuhan tersebut.

" Dari hasil pemeriksaan sementara bahwa mayoritas massa dari luar Jakarta. Dari Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol M. Iqbal, di Jakarta, Rabu 22 Mei 2019.

Tidak hanya asal massa yang membuat rusuh, polisi juga menemukan fakta lain. Menurut Iqbal, polisi juga menemukan sejumlah bukti lain.

" Ada satu ambulans ada partainya, penuh dengan batu dan alat-alat. Sudah kami amankan," tambah Iqbal.

Massa yang bertindak brutal ini merusak sejumlah benda. Di Asrama Brimob, mereka membakar sejumlah mobil pribadi dan kendaraan operasional polisi.

" Dengan strategi kami, kami amankan sebelas orang diduga orovokator. Saat ini sedang didalami," tutur Iqbal.

4 dari 6 halaman

Jati Baru Tanah Abang Rusuh, Massa Rusak Fasilitas Umum

Dream - Demo penolakan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) berujung kericuhan. Massa mengamuk mulai tadi malam sampai pagi ini.

Kerusuhan terjadi di sejumlah titik di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seperti di ruas Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, massa berbuat rusuh dan melakukan pembakaran.

      View this post on Instagram

Pantauan terkini demo tolak hasil pemilu di kawasan Petamburan Tanah Abang Jakpus, untuk update terkini aksi demo bisa di lihat di akun @jakarta.terkini

A post shared by BOGOR TERKINI (@bogor.terkini) on 

Kerusuhan meluas hingga Jati Baru, tepatnya di kawasan Fly Over Tanah Abang. Jalur yang mengarah ke Pasar Tanah Abang ditutup.

Massa mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas umum. Tiang penunjuk jalan juga rubuh akibat amukan massa.

      View this post on Instagram

06:07 Wib, Kondisi terkini Flyover Tanah Abang - Petamburan, pasca kerusuhan pagi ini, Rabu 22/5/29 . Untuk info terkini di Jakarta..? . Follow @jakarta.terkini Follow @jakarta.terkini Follow @jakarta.terkini � . Jakarta terkini, dekat dengan Jakarta! . #jakartaterkini #jakartainfo #infojakarta #jakarta #jakartaviral

A post shared by JAKARTA TERKINI (@jakarta.terkini) on 

Polisi berusaha menenangkan massa dengan menembakkan gas air mata.

Sementara itu, massa berhamburan di kawasan jalur masuk dan keluar Fly Over. 

      View this post on Instagram

Pantauan terkini kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat pagi ini pukul 08:55 Wib, Rabu 22/5/19 . Untuk info terkini di Jakarta..? . Follow @jakarta.terkini Follow @jakarta.terkini Follow @jakarta.terkini � . Jakarta terkini, dekat dengan Jakarta! . #jakartaterkini #jakartainfo #infojakarta #jakarta #jakartaviral #petamburan #tanahabang #jakartapusat #demopemilu

A post shared by JAKARTA TERKINI (@jakarta.terkini) on 

5 dari 6 halaman

Stasiun Tanah Abang Ditutup Sementara

Dream - Pada hari ini, 22 Mei 2019, para pengguna KRL Commuter Line diimbau untuk menghindari naik dari Stasiun Tanah Abang dan Palmerah, maupun bertujuan ke stasiun tersebut.

Pihak manajemen KRL Commuter Line menyarankan untuk naik dan turun di stasiun lain. Hal ini karena kondisi stasiun yang sangat dipadati pengguna, sehubungan penutupan sebagian akses jalan di luar stasiun.

" Untuk pengguna dengan tujuan Stasiun Palmerah dapat menggunakan Stasiun Kebayoran. Sementara pengguna dengan tujuan Stasiun Tanah Abang dapat menggunakan Stasiun Karet, Sudirman, maupun Duri," kata Anne Purba, VP Corporate Communications Commuter Line.

Perjalanan KRL hingga saat ini tetap melayani naik turun pengguna di Stasiun Palmerah maupun Stasiun Tanah Abang untuk pengguna yang hendak transit maupun yang hendak berpindah KRL kembali ke arah Stasiun keberangkatan awalnya.

Perjalanan KRL secara keseluruhan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya juga hingga saat ini beroperasi normal.

" PT KCI mengimbau para pengguna untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan keamanan, dengan tetap memperhatikan imbauan dari petugas serta tidak memaksakan diri untuk naik/turun saat KRL maupun stasiun tujuan kondisinya sangat padat," pesan Anne. (ism)

6 dari 6 halaman

Polisi Bantah Kejar Demonstran Masuk Masjid

Dream - Polda Metro Jaya membantah adanya kabar polisi mengejar massa aksi semalam hingga masuk ke masjid-masjid.

" Kemudian ada isu bahwa personel pengamanan masuk ke masjid-masjid untuk mengejar pengunjuk rasa adalah tidak benar," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu 22 Mei 2019.

Ia mengatakan, aksi yang dilakukan di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sudah tertib dari siang hingga pukul 21.00 WIB.

" Bahwa aksi demo kemarin sudah tertib dan bubar dengan damai, tapi malamnya ada segelintir orang yang sengaja membuat provokasi agar membuat warga terlibat, tapi semua sudah bisa kita atasi," ucap dia.

Argo melanjutkan, dalam aksi semalam ada beberapa orang yang diamankan polisi. Meski demikian, ia belum dapat menyebut berapa banyak massa yang diamankan itu.

" Ada (yang diamankan). (Jumlahnya) masih didata," kata dia.

Massa yang diamankan itu saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh polisi. (ism) 

Summer Style 2019
Join Dream.co.id